ANALISIS WACANA KRITIS ATAS POLEMIK LIRIK “SOS” LAGU SEVENTEEN DI MEDIA SOSIAL X
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- NINDYA SYAHVIRA AFTIQOMALA
- Title
- ANALISIS WACANA KRITIS ATAS POLEMIK LIRIK “SOS” LAGU SEVENTEEN DI MEDIA SOSIAL X
- Description
- Lagu “SOS” merupakan lagu berbahasa Inggris kedua Seventeen setelah merilis Darl+ing di tahun 2022. Lagu ini diproduseri oleh Woozi dan Bumzu dengan berkolaborasi bersama DJ Marshmello. Munculnya lagu SOS ini menimbulkan polemik di antara sesama penggemar Seventeen di media sosial khususnya aplikasi X yang berada di Indonesia, Awal mulanya ada yang beranggapan bahwa penggalan lirik lagu “SOS” ada yang berkaitan dengan fenomena kondisi perang di Palestina namun sebagian penggemar Seventeen yang lain beranggapan bahwa lagu ini sama sekali tidak ada keterkaitannya dengan kondisi di Palestina karena lagu ini menggambarkan seseorang yang melawan penyakit mental. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan yang ada pada penelitian ini adalah teori analisis wacana kritis norman fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan yang bertujuan untuk memahami fenomena atau permasalahan dalam konteks yang mendalam dan menyeluruh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki pengalaman emosional, sosial, dan budaya yang unik, sehingga memengaruhi cara mereka memahami pesan dalam lagu tersebut.
- The song "SOS" is Seventeen's second English song after the release of Darl+ing in 2022. The song was produced by Woozi and Bumzu in collaboration with DJ Marshmello. The emergence of this “SOS” song caused polemic among fellow Seventeen fans on social media, especially the application X in Indonesia, At first, some thought that the lyrics of the song had something to do with the Palestinian war situation, but some Seventeen fans thought that the song had absolutely nothing to do with Palestinian conditions because it depicted someone who was fighting a mental illness. The theory used to examine the problems of this study is the theory of analysis of Norman fairclough's critical discourse. This study uses qualitative methods, an approach aimed at understanding phenomena or problems in a comprehensive and deep context. The results of this study show that everyone has unique emotional, social, and cultural experiences, thus influencing how they understand the message in the song.
- SOS, Seventeen, Polemik, Norman Fairclough.
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 26 (23 views)