PROSES TAHAPAN RITUAL SEBELUM PAGELARAN KESENIAN RONGGENG GUNUNG DI DESA PANYUTRAN KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- SELMABELLE GARLUISYA SIMBAR KENCANA
- Title
- PROSES TAHAPAN RITUAL SEBELUM PAGELARAN KESENIAN RONGGENG GUNUNG DI DESA PANYUTRAN KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN
- Description
- Kesenian Ronggeng Gunung sebagai warisan budaya tradisional Indonesia memiliki nilai penting untuk dilestarikan karena mengandung kekayaan makna dan simbol yang merefleksikan kearifan lokal masyarakat, khususnya di Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya dokumentasi dan tulisan mendalam mengenai proses tahapan ritual sebelum pagelaran Ronggeng Gunung di Desa Panyutran, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, yang berpotensi mengancam keberlangsungan nilai-nilai sakral dalam kesenian tersebut. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan proses tahapan ritual yang harus dilakukan ronggeng sebelum pagelaran dan menganalisis konsep shamanisme dalam kesenian tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengaplikasikan teori liminalitas Victor Turner sebagai kerangka analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai sumber primer, sedangkan sumber sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ritual yang dilakukan oleh calon ronggeng merupakan serangkaian prosesi sakral yang memiliki makna simbolik dan fungsi spiritual, terutama ritual pemandian di Kedung Nyi Samboja. Ronggeng dalam konteks ini berperan sebagai perantara komunikasi antara dunia manusia dan dimensi transendental, menegaskan posisinya sebagai seorang shaman yang mengalami transformasi spiritual setelah menjalani ritual pemandian tersebut. Implikasi dari temuan ini menyoroti pentingnya ritual ini untuk menjadi wahana transmisi pengetahuan dan nilai-nilai tradisional antar generasi, di mana narasi tentang sosok Samboja dan praktik-praktik ritual diwariskan kepada calon ronggeng, memastikan keberlangsungan tradisi lisan yang menjadi fondasi kesenian ini.
- The art of Ronggeng Gunung as a traditional Indonesian cultural heritage has an important value to be preserved because it contains a wealth of meanings and symbols that reflect the local wisdom of the community, especially in Pangandaran Regency. This research is motivated by the lack of documentation and in-depth writing about the process of ritual stages before the Ronggeng Gunung performance in Panyutran Village, Padaherang District, Pangandaran Regency, which has the potential to threaten the sustainability of sacred values in the art. The research aims to describe the process of ritual stages that ronggeng must perform before the performance and analyze the concept of shamanism in the art. The research method uses a qualitative approach by applying Victor Turner's liminality theory as an analytical framework. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation as primary sources, while secondary sources were obtained through literature studies. Data analysis includes the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the ritual process performed by ronggeng candidates is a series of sacred processions that have symbolic meanings and spiritual functions, especially the bathing ritual at Kedung Nyi Samboja. Ronggeng in this context acts as a communication medium between the human world and the transcendental dimension, emphasizing her position as a shaman who undergoes a spiritual transformation after undergoing the bathing ritual. The implications of these findings highlight the importance of this ritual to be a vehicle for the transmission of traditional knowledge and values between generations, where narratives about the figure of Samboja and ritual practices are passed on to ronggeng candidates, ensuring the continuity of the oral tradition that is the foundation of this art.
- Ronggeng Gunung, Shamanisme, Ritual Pemandian
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 144 (8 views)