PANANGTANG SORA NU MIDANG
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- MUHAMMAD BAKTI MAULUDIANSYAH
- Title
- PANANGTANG SORA NU MIDANG
- PENYAJIAN
- Description
-
“PANANGTANG SORA NU MIDANG” merupakan penyajian kendang dalam ketuk tilu yang disajikan secara konvensional. Arti kata panangtang diambil dari salah satu repertoar dalam ketuk tilu yaitu tépak panangtang, sora berarti suara, nu berarti kata sambung yang dalam dialek bahasa Sunda, dan midang yang berarti menyajikan. Maka dari itu, “panangtang sora nu midang” memiliki makna bahwasannya akan ada seseorang yang menyajikan kendang dalam ketuk tilu tetapi kata ketuk tilu diganti menggunakan salah satu repertoar yang penyaji bawakan.
Sajian ini dibawakan secara konvensional ketuk tilu pada umumnya. Secara konvensional, ketuk tilu memiliki pola garap kendang yang berbeda. Pola garap tersebut terbagi kedalam tiga kelompok, di antaranya: a) kelompok lagu yang hanya memiliki pola tépak ibing, b) kelompok lagu yang hanya memiliki pola tépak lagu, c) kelompok yang memiliki pola tépak lagu dan tépak ibing. Pola garap tersebutlah yang menjadikan ciri dan sebuah identitas dari kendang ketuk tilu.
Ada pula teori yang digunakan adalah teori Garap yang dikemukakan oleh rahayu supanggah dalam bukunya yang berjudul “Bothekan Karawitan II : Garap. poin penting dari teori ini adalah garap merupakan suatu proses kreatif dari pengrawit dalam menyajikan komposisi gending atau lagu. Keterkaitannya dengan sajian ini adalah proses kreatif penyaji dan pengrawit dalam menjaga keutuhan ketuk tilu secara konvensional. - kendang, ketuk tilu, garap.
- Date
- 2025
- Has Part
- senikarawitan
Position: 329 (1 views)