REPRESENTASI NILAI SINKRETISME DALAM PRAKTIK KEHIDUPAN DI NEGERI PELAUW KABUPATEN MALUKU TENGAH
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- ZANJA BILLAA AZZAHARA
- Title
- REPRESENTASI NILAI SINKRETISME DALAM PRAKTIK KEHIDUPAN DI NEGERI PELAUW KABUPATEN MALUKU TENGAH
- Description
- Penelitian ini membahas tentang representasi nilai sinkretisme dalam praktik kehidupan masyarakat di Negeri Pelauw, Kabupaten Maluku Tengah. Negeri Pelauw merupakan salah satu komunitas adat Islam di Pulau Haruku yang mempertahankan tradisi leluhur sambil mempraktikkan ajaran Islam secara bersamaan. Sinkretisme dalam konteks ini merujuk pada perpaduan nilai-nilai adat dan agama yang melebur secara harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sinkretisme tercermin dalam berbagai praktik kehidupan, antara lain ritual Ma’atenu, pelantikan raja dan kabaresi, ritual sasi, gotong royong (masohi), serta penggunaan pakaian dan simbol keagamaan. Sinkretisme ini terbentuk melalui tiga faktor utama: sejarah dan warisan budaya, peran tokoh adat dan agama, serta struktur sosial yang inklusif. Masyarakat Negeri Pelauw tidak memisahkan adat dari agama, melainkan memandang keduanya sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi. Ajaran Islam memberikan legitimasi spiritual atas praktik-praktik adat, sementara adat memperkuat identitas lokal dan solidaritas sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa sinkretisme bukan sekadar kompromi budaya, melainkan bentuk keberagamaan yang kontekstual dan berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal.
- This study explores the representation of syncretic values in the daily life practices of the people of Negeri Pelauw, Central Maluku Regency. Negeri Pelauw is a traditional Muslim community on Haruku Island that preserves ancestral customs while practicing Islam in harmony. Syncretism in this context refers to the blending of local traditions and religious values that coexist and interweave within the community’s socio-cultural and spiritual life. Employing a qualitative approach through ethnographic methods—including field observation, in-depth interviews, and visual documentation—this research reveals that syncretic values manifest in several cultural-religious practices such as the Ma’atenu ritual, royal inauguration (Kabaresi), sasi rituals, communal work (masohi), and the use of traditional clothing and religious symbols. These practices are shaped by three main factors: historical and cultural heritage, the roles of customary and religious leaders, and an inclusive social structure. The people of Negeri Pelauw do not perceive custom and religion as separate entities but rather as an integrated system that mutually reinforces their identity and spiritual worldview. Islamic teachings provide spiritual legitimacy to ancestral practices, while traditional customs strengthen communal bonds and cultural continuity. These findings suggest that syncretism in Negeri Pelauw is not merely cultural compromise but a contextualized form of religiosity rooted in local wisdom.
- Sinkretisme, Adat, Negeri Pelauw, Ritual.
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 47 (17 views)