JARINGAN SOSIAL PEDAGANG BAKSO PATROL DI KOTA BANDUNG
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- WAHYU HIFAJAR
- Title
-
JARINGAN SOSIAL PEDAGANG BAKSO PATROL
DI KOTA BANDUNG - Description
-
Penelitian ini dilakukan untuk meneliti jaringan sosial pedagang bakso patrol di Kota
Bandung serta menjelaskan aktor-aktor dan proses pembentukan jaringan sosial. Penelitian
ini melibatkan manfaat dan relevansi dengan menggali potensi sistem sosial pedagang
bakso patrol yang berasal dari Ciamis, Sumedang, dan Tasikmalaya dalam membangun
keberlangsungan usaha mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah metodologi
kualitatif dengan pendekatan etnografi yang menggunakan teori Jaringan Sosial Mark
Granovetter. Populasi penelitian meliputi pedagang bakso patrol di Kota Bandung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial pedagang bakso patrol terdiri
atas empat bentuk jaringan. Pertama, jaringan sosial paguyuban yang bersifat informal dan
dilandasi kepentingan, dengan titik awal dari juragan HN yang merekrut pekerja
berdasarkan kepercayaan dan kesamaan daerah asal. Kedua, jaringan sosial kesamaan
daerah asal dari Dusun Bitungsari dan Samarang (Ciamis), Rancakalong (Sumedang), dan
Singaparna (Tasikmalaya). Ketiga, jaringan sosial perkawinan dan kekerabatan dengan
ikatan emosional yang lebih kuat. Keempat, jaringan sosial pertemanan melalui interaksi
sehari-hari dengan bentuk expressive emotional friendship dan instrumental friendship.
Proses pembentukan terjadi melalui transformasi ikatan lemah menjadi ikatan kuat,
pembentukan norma vertikal dan horizontal, keterlekatan relasional melalui interaksi
harian, serta kepercayaan askriptif dan prosesual yang mendorong solidaritas
antarpedagang.
Simpulan dari penelitian ini adalah jaringan sosial pedagang bakso patrol di Kota
Bandung tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi semata, tetapi juga membangun
sistem sosial yang mendukung keberlangsungan usaha. Jaringan didasari oleh ikatan kuat
dan ikatan lemah yang terbentuk melalui interaksi sehari-hari. Dengan demikian,
diharapkan penelitian ini dapat menjadi bentuk pertimbangan dalam memahami dinamika
hubungan sosial, budaya dan ekonomi pedagang yang berkembang di kawasan perkotaan. -
This research was conducted to examine the social networks of bakso patrol vendors
in Bandung City and to explain the actors and processes of social network formation. This
study involves benefits and relevance by exploring the potential of social systems of bakso
patrol vendors originating from Ciamis, Sumedang, and Tasikmalaya in building the
sustainability of their businesses. The research method used is qualitative methodology
with an ethnographic approach using Mark Granovetter's Social Network theory. The
research population includes bakso patrol vendors in Bandung City and business owners.
Research variables include retail vendors as well as distribution concepts and social
relations from economics.
The research results show that the social networks of bakso patrol vendors consist
of four forms of networks. First, informal association social networks based on interests,
with the starting point from boss HN who recruited workers based on trust and similarity
of origin. Second, social networks of origin similarity from Bitungsari and Samarang
Villages (Ciamis), Rancakalong (Sumedang), and Singaparna (Tasikmalaya). Third,
marriage and kinship social networks with stronger emotional bonds. Fourth, friendship
social networks through daily interactions with forms of expressive emotional friendship
and instrumental friendship. The formation process occurs through transformation of weak
ties into strong ties, formation of vertical and horizontal norms, relational embeddedness
through daily interactions, and ascriptive and processual trust that encourages solidarity
among vendors.
The conclusion of this research is that the social networks of bakso patrol vendors
in Bandung City are not only oriented toward economic activities alone, but also build
social systems that support the sustainability of their businesses. The networks are based
on strong ties and weak ties formed through daily interactions. Thus, it is hoped that this
research can serve as a consideration in understanding the dynamics of social-economic
relationships of vendors developing in urban areas. - jaringan sosial, pedagang bakso patrol, ikatan kuat dan ikatan lemah
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 22 (26 views)