NARASI GENDER DAN DEKONSTRUKSI PATRIARKI DALAM DRAMA KOREA QUEENMAKER
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- SAKTI WIDIASWARI
- Title
- NARASI GENDER DAN DEKONSTRUKSI PATRIARKI DALAM DRAMA KOREA QUEENMAKER
- Description
- Korea Selatan merupakan negara dengan sistem budaya patriarki yang kuat. Dalam budaya mereka, laki-laki dianggap lebih utama dibandingkan perempuan. Ketidakadilan gender bagi perempuan Korea telah dialami sejak masa dinasti yang diperkuat dengan adanya ajaran Konfusianisme. Artinya, sistem patriarki ini telah menjadi logosentris atau memiliki bangunan yang kokoh di Korea. Oleh karena itu, untuk membongkar bangunan kokoh tersebut, Drama Korea Queenmaker memotret gambaran ketidakadilan gender itu, khususnya dalam dunia politik melalui sosok politikus wanita yang harus berhadapan dengan kerasnya ‘dunia laki-laki’. Penelitian ini membahas mengenai narasi gender dan dekonstruksi patriarki dalam drama Korea Queenmaker. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dekonstruksi patriarki yang ada dalam drama Korea Queenmaker. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan content analisys (Eryanto, 2011). Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, dokumentasi yang dilakukan dengan mengambil tangkapan layar dari sejumlah adegan drama Korea Queenmaker di situs layanan Netflix. Analisis penelitian menggunakan teori dekonstruksi Jaques Derrida yang memebahas narasi gender dan dekonstruksi patriarki yang ada dalam drama Korea Queenmaker. Hasil dari penelitian ini adalah drama Queenmaker telah mendekonstruksi narasi patriarki melalui dominasi suara-suara perempuan, kemampuannya menjadi pusat, dan menawarkan beragam pemaknaan dalam memperlihatkan kemampuan perempuan dalam menegosiasikan dirinya dengan memimpin di lingkungan yang dikuasai oleh laki-laki.
- South Korea is a country with a strong patriarchal cultural system. In their culture, men are considered more important than women. Gender injustice for Korean women has been experienced since the dynasty era which was strengthened by the teachings of Confucianism. This means that this patriarchal system has become logocentric or has a solid structure in Korea. Therefore, to dismantle this solid structure, the Korean Drama Queenmaker portrays a picture of gender injustice, especially in the world of politics through the figure of a female politician who must face the harshness of the 'men's world'. This study discusses gender narratives and deconstruction of patriarchy in the Korean drama Queenmaker. This study aims to reveal the deconstruction of patriarchy in the Korean drama Queenmaker. The method used in this study is a qualitative method with a content analysis approach (Eryanto, 2011). Meanwhile, the data collection technique was carried out through literature studies, documentation carried out by taking screenshots of a number of scenes from the Korean drama Queenmaker on the Netflix service site. The research analysis uses Jaques Derrida's deconstruction theory which discusses gender narratives and deconstruction of patriarchy in the Korean drama Queenmaker. The results of this study are that the drama Queenmaker has deconstructed the patriarchal narrative through the dominance of women's voices, their ability to be the center, and offers various meanings in showing women's ability to negotiate themselves by leading in an environment dominated by men.
- Drama korea, Queenmaker, dekonstruksi, narasi gender, patriarki.
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 122 (9 views)