POLA PEWARISAN BUDAYA DALAM KESENIAN TRADISIONAL BRAI DI SANGGAR SEKAR PUSAKA KABUPATEN CIREBON
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- NUR CHOLIZAH QONITAH
- Title
- POLA PEWARISAN BUDAYA DALAM KESENIAN TRADISIONAL BRAI DI SANGGAR SEKAR PUSAKA KABUPATEN CIREBON
- Description
-
Brai merupakan jenis kesenian tradisional tertua di Cirebon. Kesenian tradisional Brai mengalami kurangnya eksibisi. Modernisasi menyebabkan kelompok Brai di kabupaten Cirebon hilang jejak dan tidak lagi muncul di antaranya yaitu, Brai di blok Danalaya desa Tegalsari dan blok Karangbrai di Tengahtani yang telah punah. Namun, Brai dari sanggar Sekar Pusaka tetap menjadi lingkung seni yang aktif mengupayakan pewarisan hingga sekarang. Berdirinya sanggar seni menjadi wadah pembelajaran untuk mewariskan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori Pewarisan Budaya Cavalli-Sforza dan Marcuz Feldman (1981). Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara tidak terstruktur dan studi literatur.
Hasil penelitian ini mengungkapkan terdapat tiga macam pola pewarisan dalam kesenian tradisional Brai yang dilakukan oleh sanggar Sekar Pusaka yaitu, (vertical) atau pewarisan tegak melalui internaliasi dengan mengajak keturunan, kedua (horizontal) atau pewarisan mendatar melalui sosialisasi dari lingkungan hidup masyarakat, dan yang terakhir (diagonal) atau pewarisan miring melalui pendidikan informal berupa kegiatan rutin yang dilakukan oleh sanggar Sekar Pusaka dalam membahas keberlangsungan kesenian tradisional Brai. Terdapat aspek pendukung dan penghambat di tengah pewarisan kesenian tradisional Brai yang dialami sanggar Sekar Pusaka sehingga terjadi beberapa perubahan dalam elemen bentuk keseniannya.
Pola pewarisan budaya yang dilakukan oleh sanggar Sekar Pusaka terhadap generasi muda penerus di masa sekarang bertujuan agar kesenian tradisional Brai dapat selalu eksis di masa depan. -
Brai is the oldest traditional art in Cirebon. The traditional art of Brai suffers from a lack of exhibition. Modernization has caused Brai groups in Cirebon district to lose track and no longer appear, including the Brai in the Danalaya block of Tegalsari village and the Brai coral block in Tengahtani which have become extinct. However, Brai Sekar Pusaka is an art context that has always been actively working on inheritance until now. The establishment of an art studio became a place of learning to pass on local cultur. This research uses qualitative methods with Cavalli-Sforza and Marcuz Feldman (1981). The data collection techniques through participant observation, unstructured interviews and literature study.
The results of this study reveal that there are three kinds of inheritance patterns in Brai traditional art carried out by the Sekar Pusaka studio, namely, (vertical) or upright inheritance through internalization by inviting offspring, second (horizontal) or horizontal inheritance through socialization from the community environment, and the last (diagonal) or oblique inheritance through informal education in the form of routine activities carried out by the Sekar Pusaka studio in discussing the sustainability of Brai traditional art. There are supporting and inhibiting aspects in the midst of the inheritance of traditional Brai art experienced by the Sekar Pusaka group, resulting in several changes in the elements of the art form.
The pattern of cultural inheritance carried out by the Sekar Pusaka group to the younger generation today aims to ensure that Brai traditional arts can always exist in the future. - Kesenian Brai, Pewarisan, Sanggar Sekar Pusaka.
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 13 (35 views)