INTERNALISASI METODE HORENSOU DALAM HIMPUNAN MAHASISWA BAHASA JEPANG UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- NABIL DWIKA HAFIZ
- Title
- INTERNALISASI METODE HORENSOU DALAM HIMPUNAN MAHASISWA BAHASA JEPANG UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
- Description
-
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami bagaimana mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menginternalisasi dan menerapkan metode Horensou yang terdiri dari tiga prinsip utama: Houkoku (melapor), Renraku (menghubungi), dan Soudan (berdiskusi). Fokus penelitian diarahkan pada ruang nonformal, yaitu organisasi kemahasiswaan HIMABAJA, sebagai kanal sosial tempat nilai-nilai budaya kerja Jepang diperkenalkan dan dihidupkan secara kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori internalisasi dari John F. Scott yang mencakup tiga tahap: idea (pengenalan nilai), concept (pemahaman nilai), dan activities (penerapan dalam tindakan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi Horensou dalam HIMABAJA tidak berlangsung melalui regulasi formal, melainkan berkembang secara organik melalui praktik sosial dan pengalaman kolektif dalam organisasi. Mahasiswa menerapkan Horensou dalam berbagai kegiatan seperti koordinasi program kerja, laporan kegiatan, serta diskusi internal. Ketua HIMABAJA berperan sebagai aktor kunci dalam memperkuat nilai ini, baik secara struktural maupun kultural. Penerapan Horensou berdampak pada terbentuknya budaya organisasi yang komunikatif, bertanggung jawab, dan kolaboratif. Dengan demikian, Horensou tidak hanya menjadi konsep budaya kerja Jepang, tetapi telah menjadi nilai internal yang membentuk karakter dan etos kerja mahasiswa HIMABAJA. -
This study is motivated by the need to understand how Japanese Language Education students of Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) internalize and apply the Horensou method which consists of three main principles: Houkoku (reporting), Renraku (contacting), and Soudan (discussing). The research focuses on the non-formal space, namely the student organization HIMABAJA, as a social channel where Japanese work culture values are introduced and lived collectively.
This research uses a qualitative approach with a phenomenological method, with data collection techniques in the form of passive participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used John F. Scott's internalization theory which includes three stages: ideas (recognition of values), concepts (understanding of values), and activities (application in action).
The results show that the internalization of Horensou in HIMABAJA does not take place through formal regulations, but rather develops organically through social practices and collective experiences in the organization. Students apply Horensou in various activities such as work program coordination, activity reports, and internal discussions. The Head of HIMABAJA acts as a key actor in strengthening this value, both structurally and culturally. The application of Horensou has an impact on the formation of an organizational culture that is communicative, responsible, and collaborative. Thus, Horensou is not only a bud concept, but also an organizational culture. - Horensou, internalisasi, mahasiswa, budaya kerja Jepang, himpunan.
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 216 (5 views)