UPAYA PELESTARIAN RITUAL NGAHUMA DALAM TRADISI MENANAM PADI HUMA DI KAMPUNG SUKAPURA, DESA MALANGNENGAH, KECAMATAN CIBITUNG, KABUPATEN PANDEGLANG
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- MOH. DWI FEBRIANSYAH
- Title
- UPAYA PELESTARIAN RITUAL NGAHUMA DALAM TRADISI MENANAM PADI HUMA DI KAMPUNG SUKAPURA, DESA MALANGNENGAH, KECAMATAN CIBITUNG, KABUPATEN PANDEGLANG
- Description
-
Penelitian ini mengkaji keberlanjutan Ritual Ngahuma, sebuah praktik tradisional penanaman padi huma yang masih dijalankan oleh keluarga Abah Kalimi di Kampung Sukapura, Desa Malangnengah, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang. Ritual ini tidak hanya merepresentasikan aktivitas pertanian lokal, namun juga sarat dengan makna budaya, nilai spiritual, dan kearifan ekologis yang diwariskan antar generasi.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis studi lapangan dengan teknik observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menggambarkan urutan prosesi Ritual Ngahuma, mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang dikandungnya, serta memahami motivasi dan strategi keluarga Abah Kalimi dalam mempertahankan praktik tersebut.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat 13 tahapan dalam Ritual Ngahuma, yang mencerminkan keharmonisan antara manusia, alam, dan aspek spiritual, dengan simbol utama berupa figur Nyi Sri sebagai lambang kesuburan. Keberlangsungan ritual ini dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap amanat leluhur dan dijadikan pedoman etis dalam menjalani kehidupan. Strategi pelestarian dilakukan melalui pewarisan nilai-nilai di lingkungan keluarga serta komunitas petani lokal, meskipun terdapat tantangan seperti anggapan bahwa ritual tersebut usang, bertentangan dengan ajaran agama, dan minimnya ketertarikan generasi muda terhadap dunia pertanian.
Studi ini menekankan pentingnya Ritual Ngahuma sebagai bagian dari warisan budaya takbenda yang berperan dalam memperkuat identitas lokal dan mendukung keberlanjutan ekologi dan sosial masyarakat agraris. Pelestarian ritual ini memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak agar tetap eksis di tengah arus perubahan zaman. -
This study examines the sustainability of the Ngahuma Ritual, a traditional practice of planting dry rice that is still carried out by the Abah Kalimi family in Sukapura Village, Malangnengah Village, Cibitung District, Pandeglang Regency. This ritual not only represents local agricultural activities, but is also full of cultural meaning, spiritual values, and ecological wisdom that are passed down from generation to generation.
The methodology used is a qualitative approach based on field studies with direct observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The main focus of this study is to describe the sequence of the Ngahuma Ritual procession, identify the cultural values it contains, and understand the motivations and strategies of the Abah Kalimi family in maintaining the practice.
The results of the study show that there are 13 stages in the Ngahuma Ritual, which reflect the harmony between humans, nature, and spiritual aspects, with the main symbol being the figure of Nyi Sri as a symbol of fertility. The sustainability of this ritual is maintained as a form of respect for the mandate of the ancestors and is used as an ethical guideline in living life. The preservation strategy is carried out through the inheritance of values in the family environment and local farming communities, despite challenges such as the assumption that the ritual is outdated, contradicts religious teachings, and the lack of interest of the younger generation in the world of agriculture.
This study emphasizes the importance of the Ngahuma Ritual as part of the intangible cultural heritage that plays a role in strengthening local identity and supporting the ecological and social sustainability of agrarian communities. The preservation of this ritual requires collaboration from various parties in order to continue to exist amidst the changing times. - Ritual Ngahuma, pertanian tradisional, pelestarian budaya, Abah Kalimi.
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 216 (5 views)