BENTUK DAN MAKNA PADA TRADISI MAPAG MENAK DI DESA NAGRAK KECAMATAN PACET KABUPATEN BANDUNG
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- LANGIT BIRU GUHANDRI
- Title
- BENTUK DAN MAKNA PADA TRADISI MAPAG MENAK DI DESA NAGRAK KECAMATAN PACET KABUPATEN BANDUNG
- Description
- Penelitian ini membahas struktur dan makna simbolik dalam tradisi Mapag Menak yang berkembang di Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Sebagai bagian dari budaya Sunda, Mapag Menak merupakan ritual penyambutan tamu kehormatan yang disajikan melalui arak-arakan budaya, pertunjukan dodombaan dan badawang, pencak silat, musik tradisional, serta sajian makanan khas hasil bumi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, serta mengacu pada teori interpretasi simbol dari Clifford Geertz, Victor Turner, dan Arnold van Gennep. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mapag Menak sarat dengan simbol budaya. Dodombaan mencerminkan penghormatan dan keramahtamahan, badawang mewakili semangat kolektif dan sukacita masyarakat, sementara sajian makanan mencerminkan rasa syukur dan kearifan lokal. Seluruh tahapan pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga refleksi pasca acara—mengandung nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap tamu, serta pelestarian tradisi. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa Mapag Menak bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan tradisi yang hidup dan terus diwariskan, yang memperkuat jalinan sosial dan identitas budaya masyarakat. Upaya pelestarian melalui pendidikan, dokumentasi, serta keterlibatan aktif masyarakat sangat diperlukan agar tradisi ini tetap relevan di tengah perubahan zaman.
- This study explores the structure and symbolic meanings within the Mapag Menak tradition in Nagrak Village, Pacet Subdistrict, Bandung Regency. As a Sundanese welcoming ritual, Mapag Menak serves to honor special guests through a vibrant cultural procession featuring dodombaan, badawang, pencak silat performances, traditional music, and local culinary offerings. Using a qualitative ethnographic approach, this research draws upon the symbolic interpretation frameworks of Clifford Geertz, Victor Turner, and Arnold van Gennep. Data were gathered through participatory observation, in-depth interviews, and supporting documentation. Findings reveal that Mapag Menak is rich in cultural symbolism. The dodombaan reflects honor and hospitality, the badawang embodies communal spirit and festivity, and the shared food symbolizes gratitude and agricultural wisdom. Each stage of the ritual—from preparation to performance, and post-event reflection reveals deep-rooted values such as togetherness, respect, and continuity of tradition. This study concludes that Mapag Menak is more than just a performance it is a living tradition that fosters social cohesion, preserves cultural identity, and adapts to modern challenges. Efforts to sustain this heritage through education, documentation, and community participation are essential for its continued relevance.
- Mapag Menak, tradisi Sunda, simbol budaya, kearifan lokal, dodombaan, badawang.
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 91 (11 views)