PERAN KEAGENAN PADA PERUBAHAN TRADISI SEDEKAH BUMI DI KAMPUNG SAWAH KOTA BEKASI AKIBAT URBANISASI
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- IRMA TRI PUSPITA
- Title
- PERAN KEAGENAN PADA PERUBAHAN TRADISI SEDEKAH BUMI DI KAMPUNG SAWAH KOTA BEKASI AKIBAT URBANISASI
- Description
-
Penelitian ini membahas perubahan tradisi sedekah bumi di Kampung Sawah, Kota Bekasi akibat urbanisasi serta peran aktif agen budaya dalam mempertahankan dan menyesuaikannya. Dulu, tradisi sedekah bumi lekat dengan kehidupan agraris, namun kini mengalami perubahan yang signifikan akibat konversi lahan pertanian menjadi permukiman. Agen utama yang berperan dalam tradisi sedekah bumi adalah Jemaat Gereja Katolik Santo Servatius yang melakukan inkulturasi budaya lokal dalam tradisi gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori strukturasi dari Anthony Giddens guna menganalisis interaksi antara agen dan struktur sosial dalam membentuk ulang tradisi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun bentuk tradisi mengalami perubahan serta penyesuaian, namun makna spiritual dan sosial yang ada di dalamnya tetap terjaga. Jemaat Gereja Katolik berperan sebagai agen perubahan yang menghasilkan struktur tradisi melalui tindakan sosial, seperti pelibatan komunitas lintas agama, serta penyelenggaraan tahapan acara yang lebih terbuka dan modern. Tradisi Sedekah Bumi di Kampung Sawah menjadi media pelestarian identitas, solidaritas sosial, dan toleransi masyarakat. Urbanisasi tidak bersifat destruktif terhadap tradisi, melainkan berperan dalam pembentukan kembali makna dan praktik budaya yang relevan dengan zaman. -
This study explores the transformation of the Sedekah Bumi tradition in Kampung Sawah, Bekasi City, due to urbanization and the active role of cultural agents in maintaining and adapting it. Originally rooted in agrarian life, the tradition has undergone significant changes following the conversion of agricultural land into residential areas. The main agents involved are members of the Catholic congregation of Santo Servatius Church, who have incorporated local cultural elements into church traditions through inculturation. This research applies a qualitative approach and uses Anthony Giddens' structuration theory to analyze the interaction between agency and social structure in reshaping the tradition.
The findings indicate that although the form of the tradition has changed and adapted, its spiritual and social meanings remain intact. The Catholic congregation acts as an agent of change by reproducing the structure of the tradition through social actions, including interfaith engagement and organizing more inclusive and modern events. In Kampung Sawah, Sedekah Bumi functions as a medium for preserving identity, fostering social solidarity, and promoting community tolerance. Urbanization does not destroy the tradition, but rather drives the redefinition of its meaning and cultural practices in ways that remain relevant to the present. - Sedekah Bumi, Keagenan, Urbanisasi, Strukturasi, Kampung Sawah
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 310 (2 views)