PERAN DAN RELASI ANTARGENERASI PAGUYUBAN ULIN BARONG SEKELOA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN DI KECAMATAN COBLONG, KOTA BANDUNG
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- ILMA HAKIMA RAHMANI PUTRI
- Title
- PERAN DAN RELASI ANTARGENERASI PAGUYUBAN ULIN BARONG SEKELOA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN DI KECAMATAN COBLONG, KOTA BANDUNG
- Description
- Kesenian yang tumbuh dan berkembang ditengah Kota Bandung dari tahun 1885 hingga saat ini Ulin Barong Sekeloa merupakan kesenian lokal yang kaya akan nilai historis dan ritual yang berfungsi sebagai ekspresi budaya dan identitas kolektif masyarakat. Budaya lokal di Kecamatan Coblong ini mengalami tantangan dalam pelestariannya, terutama pada perubahan sosial dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap realitas budaya yang masih bertahan berdasarkan pengalaman dialami dari anggota paguyuban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif untuk mengumpulkan data dari informan dari berbagai generasi yang merupakan anggota dari paguyuban, Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori generasi Karl Mannheim dan teori pelestarian budaya Marget Mead untuk menjabarkan tentang peran dan relasi pada paguyuban Ulin Barong Sekeloa. Hasil dari penelitian ini adalah analisis deskriptif mengenai hubungan yang kuat setiap generasi dalam dalam pelestarian budaya, temuan penelitian mencakup; (1) perbedaan peran antara generasi tua, generasi muda, dan generasi anak-anak, (2) bentuk relasi yang pada paguyuban Ulin Barong Sekeloa, (3) strategi dalam melestarikan kesenian Ulin Barong Sekeloa.
- Traditional art that grew and developed in the middle of Bandung City from 1885 until now Ulin Barong Sekeloa is a local art that is rich in historical and ritual values that function as an expression of culture and collective identity of the community. Local culture in Coblong District experiences challenges in its preservation, especially in social and technological changes. This study aims to examine and reveal the reality of traditional culture that still survives based on the experiences of members of the association. The method used in this study is a qualitative method to collect data from informants from various generations who are members of the association, Data collection techniques through participatory observation, interviews, and documentation. The research analysis uses Karl Mannheim's generation theory and Marget Mead's cultural preservation theory to describe the roles and relations in the Ulin Barong Sekeloa association. The results of this study are descriptive analysis of the strong relationship between each generation in preserving culture, research findings include; (1) differences in roles between the older generation, the younger generation, and the children's generation, (2) forms of relations in the Ulin Barong Sekeloa association, (3) strategies in preserving the traditional arts of Ulin Barong Sekeloa.
- Ulin Barong Sekeloa, Relasi antargenerasi, pelestarian budaya.
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 123 (9 views)