REALITA FENOMENA BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM “KIM JI YOUNG BORN 1982” YANG TERJADI PADA KELUARGA ETNIK JAWA
- Rights Holder
- Gandes Dwi Agustien
- Creator
- ISBI
- Title
- REALITA FENOMENA BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM “KIM JI YOUNG BORN 1982” YANG TERJADI PADA KELUARGA ETNIK JAWA
- Description
-
Dalam film “Kim Ji Young, Born 1982”, budaya patriarki secara detail diungkapkan dengan segala konflik masalah. Karena fakta di lapangan masih menunjukkan para wanita masih banyak yang berhenti bekerja setelah menikah. Diantara etnik yang ada di Indonesia, etnik Jawa, masih memberlakukan budaya patriarki. Hal-hal yang ada dalam film Kim Ji Young Born 1982 merupakan sebuah representasi dari kehidupan sosial di lingkungan budaya yang patriarki.
Kondisi budaya patrarki di Korea Selatan dan di desa Karangmalang cukup berbeda karena pola pikir masyarakat jawa saat ini lebih terbuka. Dalam budaya Jawa pun terdapat kelas sosial yang menormalisasikan adanya pembantu dalam sebuah rumah tangga, berbeda dengan Korea Selatan yang tidak mengenal pembantu. Secara pendidikan, perempuan di desa Karangmalang cukup setara dengan laki-laki, namun pola pikir yang sederhana sebagai masyarakat desa tidak merasa bahwa keterbatasan berkarir setelah menikah merupakan suatu kesenjangan gender. Menjadi istri harus mengurus anak dan rumah serta patuh pada suami. -
In the film "Kim Ji Young, Born 1982", patriarchal culture is revealed in detail with all the conflict issues. They occupy this position willingly, by force, and by ignoring potential skills due to family conflicts that refer to patriarchal culture. Among the ethnic groups in Indonesia, the Javanese ethnic group is predicted to still implement a patriarchal culture. The things in the film Kim Ji Young Born 1982 are a representation of social life in a patriarchal cultural environment.
The conditions of patriarchal culture in South Korea and in Karangmalang village are quite different because the Javanese people's mindset is currently more open. In Javanese culture there is also a social class that normalizes the presence of servants in a household, in contrast to South Korea which does not recognize servants. Educationally, women in Karangmalang village are quite equal to men, but the simple mindset of village people does not feel that the limitations of having a career after marriage is a gender gap. Being a wife must take care of the children and house and obey her husband. - budaya patriarki, film Kim Ji Young Born 1982, ibu rumah tangga, dan etnik Jawa
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 123 (9 views)