TRANSFORMASI LAGU BANGBUNG HIDEUNG DARI SAKRAL KE PROFAN DI SANGGAR REAK KABUPATEN BANDUNG
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- FARRAS RAHMANIAR FASYA
- Title
-
TRANSFORMASI LAGU BANGBUNG HIDEUNG DARI SAKRAL KE PROFAN DI SANGGAR REAK
KABUPATEN BANDUNG - Description
- Lagu Bangbung Hideung adalah salah satu warisan budaya Sunda yang awalnya memiliki fungsi sakral sebagai bagian dari ritual adat dan upacara spiritual. Lagu ini mencerminkan nilai-nilai spiritual yang mendalam melalui melodi lambat dan meditatif, lirik penuh simbolisme, serta iringan alat musik tradisional seperti kecapi, suling, dan kendang. Lagu ini digunakan sebagai media penghormatan kepada leluhur dan penghubung dengan dunia spiritual. Namun, di Sanggar Reak Rajawali Sinar Pusaka Mekar Saluyu (SPMS), lagu Bangbung Hideung mengalami perubahan signifikan dalam makna dan fungsinya. Transformasi ini mencakup perubahan tempo lagu yang menjadi lebih dinamis, penambahan aransemen modern dengan alat musik kontemporer seperti gitar, drum, dan keyboard, serta pergeseran lokasi pertunjukan dari tempat sakral ke panggung-panggung umum, festival budaya, dan acara sosial lainnya. Akibatnya, lagu yang dulunya bersifat sakral kini diadaptasi sebagai bentuk hiburan yang dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat. Faktor utama yang mendorong perubahan ini adalah kemajuan teknologi dan kehadiran media sosial yang memperluas aksesibilitas lagu ini. Platform digital memungkinkan masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengakses dan menikmati lagu Bangbung Hideung dalam berbagai situasi, bahkan di luar konteks tradisionalnya. Adaptasi gaya musik yang lebih populer, seperti pop atau jazz Sunda, juga berperan dalam membuat lagu ini tetap relevan dan menarik bagi khalayak modern. Melalui proses transformasi ini, Bangbung Hideung menunjukkan daya adaptasi seni tradisional dalam menghadapi perubahan zaman. Lagu ini menjadi contoh bagaimana warisan budaya dapat bertahan dan berkembang tanpa kehilangan identitas aslinya. Perpaduan antara elemen tradisi dan modernitas dalam lagu ini mencerminkan upaya untuk menjaga relevansi budaya sekaligus memperluas apresiasi terhadap keindahan budaya Sunda. Dengan demikian, Bangbung Hideung tetap menjadi simbol harmoni antara tradisi dan modernitas, mengajak pendengarnya untuk terus menghargai warisan budaya yang hidup.
- The Bangbung Hideung song is one of Sundanese cultural heritages that originally had a sacred function as part of traditional rituals and spiritual ceremonies. This song reflects deep spiritual values through slow and meditative melodies, lyrics full of symbolism, and accompaniment of traditional musical instruments such as the lute, flute, and drums. This song is used as a medium of respect for ancestors and a connection with the spiritual world. However, at the Sanggar Reak Rajawali Sinar Pusaka Mekar Saluyu (SPMS), the Bangbung Hideung song has undergone significant changes in its meaning and function. This transformation includes changes in the tempo of the song to become more dynamic, the addition of modern arrangements with contemporary musical instruments such as guitars, drums, and keyboards, and shifting the location of the performance from sacred places to public stages, cultural festivals, and other social events. As a result, the song that was once sacred is now adapted as a form of entertainment that can be enjoyed by various levels of society. The main factors driving this change are technological advances and the presence of social media which expands the accessibility of this song. Digital platforms allow people, especially the younger generation, to access and enjoy the Bangbung Hideung song in various situations, even outside its traditional context. Adaptations to more popular musical styles, such as Sundanese pop or jazz, also play a role in keeping the song relevant and appealing to modern audiences. Through this transformation process, Bangbung Hideung demonstrates the adaptability of traditional art in the face of changing times. This song is an example of how cultural heritage can survive and thrive without losing its original identity. The combination of elements of tradition and modernity in this song reflects an effort to maintain cultural relevance while expanding appreciation for the beauty of Sundanese culture. Thus, Bangbung Hideung remains a symbol of harmony between tradition and modernity, inviting its listeners to continue to appreciate the living cultural heritage.
- Bangbung Hideung, budaya Sunda, lagu tradisional, transformasi seni, adaptasi musik, media sosial, modernitas, tradisi.
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 60 (15 views)