KONSEP GARAP PENYUTRADARAAN NASKAH “RUMAH KERTAS” KARYA NANO RIANTIARNO
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- Syaiful Syahputra
- Title
-
KONSEP GARAP PENYUTRADARAAN NASKAH “RUMAH
KERTAS” KARYA NANO RIANTIARNO - PENYUTRADARAAN
- Description
-
Naskah Nano Riantiarno "Rumah Kertas" (1977) mengkritik sistem
pemerintahan yang kejam dan tidak berpihak pada kemanusiaan. Dalam
teori penyutradaraan, naskah ini ditafsirkan dengan menggunakan
pendekatan simbolik dan ekspresionistik untuk memperkuat pesan bahwa
kekuasaan adalah sesuatu yang absurd yang menyebabkan keterasingan
manusia. Tokoh-tokoh digambarkan sebagai korban dari sistem
pemerintahan yang tidak masuk akal, dan manipulatif. Tata artistik
dimaksudkan untuk mendukung suasana tekanan psikologis dan tata
cahaya dramatis yang menggambarkan kesedihan dan kehilangan
identitas dalam diri seseorang. Selain itu, sebagai cara untuk menegakkan
sistem yang membatasi kebebasan individu, penekanan diberikan pada
pola gerak mekanis dan diskusi yang terorganisir. Konsep penyutradaraan
ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan kritik sosial-politik terhadap
masa Orde Baru, tetapi juga untuk membuka ruang berpikir tentang sistem
pemerintahan kontemporer yang terus bertahan hingga saat ini. Oleh
karena itu, "Rumah Kertas" sebagai alat teater menunjukkan pentingnya
mempertahankan kemanusiaan di tengah sistem pemerintahan. -
Nano Riantiarno’s play Rumah Kertas (1977) is a work of political theatre
that critiques a harsh and dehumanizing system of governance. In the
context of directorial interpretation, the script is approached through
symbolic and expressionistic methods to emphasize the idea that power
is an absurd construct that leads to human alienation. The characters are
portrayed as victims of a rigid, irrational, and manipulative government
system. The artistic design is intended to support an atmosphere of
psychological tension, with dramatic lighting that reflects sorrow and the
loss of personal identity. Additionally, mechanical movement patterns and
structured dialogues are emphasized as tools to reinforce the notion of a
system that restricts individual freedom. This directorial concept not only
aims to convey a socio-political critique of Indonesia’s New Order era, but
also opens a space for reflection on contemporary systems of governance
that continue to persist today. Therefore, Rumah Kertas serves as a
theatrical medium that underscores the importance of preserving
humanity within oppressive political systems. -
Nano Riantiarno, Rumah Kertas, Penyutradaraan, Kritik sosial
dan politik. - Date
- 2025
- Has Part
- seniteater
Position: 116 (9 views)