MEMBANGUN KEDEKATAN EMOSIONAL SUBJEK FILM PADA PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER PARTISIPATORIS SECANGKIR LESTARI
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- MAULANA IRPAN
- Title
- MEMBANGUN KEDEKATAN EMOSIONAL SUBJEK FILM PADA PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER PARTISIPATORIS SECANGKIR LESTARI
- Description
- Kerusakan lingkungan di kawasan Puncak Bogor semakin mengkhawatirkan dan meningkatkan risiko bencana tahunan seperti longsor. Oleh karena itu, keberadaan Kampung Cibulao sebagai wilayah resapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Menyadari hal tersebut, Kiryono, seorang petani di Kampung Cibulao, melakukan konservasi dengan menanam pohon kopi dan pohon endemik di lahan kritis sebagai upaya pemulihan hutan. Fenomena ini kemudian menjadi ide dasar penciptaan karya dokumenter berjudul “Secangkir Lestari” yang mengangkat upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, sebagai respons atas keresahan terhadap kerusakan lingkungan yang memerlukan perhatian khusus dari seluruh elemen masyarakat. Proses penciptaan karya dilakukan melalui tiga tahapan seni: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi menggunakan metode kualitatif dengan riset dan pengumpulan data dari berbagai sumber relevan. Hasil riset dikembangkan dalam tahap perancangan menjadi konsep visual dan teknis, yang kemudian direalisasikan pada tahap perwujudan melalui produksi dan pascaproduksi. Melalui pendekatan partisipatoris, film ini memvisualisasikan hubungan erat antara manusia dan alam serta menunjukkan bagaimana kopi dapat menjadi medium konservasi berkelanjutan yang membawa harapan bagi kelestarian lingkungan.
- Environmental degradation in the Puncak Bogor area is increasingly worrying and increases the risk of annual disasters such as landslides. Therefore, the existence of Cibulao Village as a catchment area for the Ciliwung watershed is very important to maintain the balance of the ecosystem. Realizing this, Kiryono, a farmer in Cibulao Village, conserved by planting coffee trees and endemic trees on critical land as an effort to restore the forest. This phenomenon then became the basic idea for the creation of a documentary work entitled “Secangkir Lestari” which raised the community's efforts in preserving nature, as a response to concerns about environmental damage that requires special attention from all elements of society. The process of creating the work is done through three stages of art: exploration, design, and realization. The exploration stage uses qualitative methods with research and data collection from various relevant sources. The research results were developed in the design stage into visual and technical concepts, which were then realized in the embodiment stage through production and post-production. Through a participatory approach, this film visualizes the close relationship between humans and nature and shows how coffee can be a medium for sustainable conservation that brings hope for environmental sustainability.
- Puncak, Kopi, Konservasi berkelanjutan, Partisipatoris
- Date
- 2025
- Has Part
- televisidanfilm
Position: 216 (5 views)