REPRESENTASI BUDAYA DAN VISUAL STORYTELLING DALAM FILM FIKSI BASED ON TRUE STORY KAMPUNG LEGENDA
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- AGUNG WARNANTO
- Title
-
REPRESENTASI BUDAYA DAN VISUAL STORYTELLING
DALAM FILM FIKSI BASED ON TRUE STORY
KAMPUNG LEGENDA - Description
-
Film Kampung Legenda merupakan karya tugas akhir yang mengangkat isu
hilangnya budaya lokal dan menurunnya kesadaran terhadap pendidikan di tengah
masyarakat desa akibat urbanisasi. Judul ini dipilih untuk merepresentasikan
perjuangan seorang tokoh budaya Nohan dalam melestarikan seni dan tradisi
kampung halamannya yang perlahan mulai dilupakan. Riset ini menggunakan
metode campuran (mixed methods) yaitu metode penelitian kualitatif dan
kuantitatif, riset kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi.
Metode kuantitatif dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Narasumber utama
adalah Warni (istri Nohan) dan Pepep (seniman lokal), yang memberikan data
otentik mengenai sosok Nohan dan kondisi budaya di Luragung, Kuningan, Jawa
Barat. Rumusan ide penciptaan mengkaji strategi penyutradaraan, visual
storytelling, dan montase dalam merepresentasikan identitas budaya, isu
pendidikan, dan perjalanan tokoh utama dalam film. Metode penciptaan dilakukan
menggunakan pendekatan practice-led research, penelitian dilakukan ke dalam tiga
tahap: pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Film Kampung Legenda
menyajikan estetika visual bergaya Korean look, tone warna hangat dan
pencahayaan natural untuk menciptakan kedekatan emosional dengan penonton.
Teknik montase digunakan untuk mempercepat alur tanpa menghilangkan
substansi cerita. Hasil dari proyek ini membuktikan bahwa film fiksi berbasis kisah
nyata dapat menjadi media efektif dalam menyampaikan nilai budaya sekaligus
membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga identitas lokal di tengah
tantangan zaman. -
Film Kampung Legenda is a final project that raises the issue of the loss of local
culture and the declining awareness of education in rural communities due to
urbanization. This title was chosen to represent the struggle of a cultural figure
Nohan in preserving the arts and traditions of his hometown which are slowly being
forgotten. This research uses mixed methods, namely qualitative and quantitative
research methods, qualitative research is obtained through interviews, observation,
documentation. The quantitative method was conducted by distributing
questionnaires. The main sources are Warni (Nohan's wife) and Pepep (local
artist), who provide authentic data about Nohan's figure and cultural conditions in
Luragung, Kuningan, West Java. The formulation of the creation idea examines
directing strategies, visual storytelling, and montage in representing cultural
identity, educational issues, and the journey of the main character in the film. The
creation method was conducted using a practice-led research approach, the
research was conducted into three stages: pre-production, production, and postproduction.
Kampung Legenda film presents a Korean look visual aesthetic, warm
color tones and natural lighting to create emotional closeness with the audience.
The montage technique is used to speed up the flow without losing the substance of
the story. The result of this project proves that a fiction film based on a true story
can be an effective medium in conveying cultural values while at the same time
creating a sense of community. - Edukasi. Budaya, Visual Storytelling, Montase.
- Date
- 2025
- Has Part
- televisidanfilm
Position: 216 (5 views)