SAKRALITAS TARI DADUNG DALAM PESTA DADUNG DI LEGOKHERANG KABUPATEN KUNINGAN
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- Nina Retnawati
- Title
- SAKRALITAS TARI DADUNG DALAM PESTA DADUNG DI LEGOKHERANG KABUPATEN KUNINGAN
- PENGKAJIAN
- Description
- Pesta Dadung merupakan tradisi Masyarakat Legokherang yang rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Tradisi ini mengandung nilai simbolisme kehidupan masyarakat Legokherang yang tercermin dalam gerakan tari dadung. Warisan budaya ini diturunkan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dan nilai kesakralan yang terkandung dalam gerakan tari pada Pesta Dadung. Untuk menggali tradisi tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan-gerakan dalam Tari dadung memiliki makna simbolik yang mendalam, melambangkan penghormatan terhadap alam, leluhur, dan kekuatan kosmik. Gerakan berulang dalam lingkaran sambil memegang dadung mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam semesta. Teori konstruksi sosial budaya Clifford Geertz dan teori paradoks Jacob Sumardjo digunakan untuk menganalisis data, mengungkapkan bahwa gerakan tari ini menjadi media komunikasi simbolik yang menghubungkan individu dengan masyarakat dan alam semesta. Pesta Dadung dilakukan melalui pelaksanaan upacara yang berkesinambungan setiap tiga tahun sekali, melibatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Pesta Dadung tidak hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga manifestasi nilai-nilai spiritual dan sosial yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Desa Legokherang.
- Pesta Dadung is a tradition of the Legokherang community that is routinely held every three years. This tradition carries symbolic values of the Legokherang community’s life, reflected in the movements of the Dadung dance. This cultural heritage is passed down from one generation to the next. This study aims to uncover the symbolic meaning and sacred values embedded in the dance movements of the Pesta Dadung Ritual Ceremony. To explore this tradition, the study employs a qualitative method with a case study approach through techniques such as interviews, participatory observation, and document analysis. The findings reveal that the movements in the Dadung dance hold profound symbolic meanings, representing respect for nature, ancestors, and cosmic forces. The repetitive circular movements while holding the dadung reflect the harmonious relationship between humans and the universe. Clifford Geertz’s theory of cultural construction and Jacob Sumardjo’s paradox theory are applied to analyze the data, demonstrating that these dance movements serve as a medium of symbolic communication connecting individuals with the community and the universe. Pesta Dadung is carried out through the continuous implementation of the ceremony every three years, involving all levels of society, especially the younger generation. This study concludes that Pesta Dadung is not merely a performing art but also a manifestation of the spiritual and social values underpinning the life of the Legokherang community.
- Sakralitas, Pesta Dadung, Tari Dadung, Nilai Simbolik
- Date
- 2025
- Has Part
- pascasarjana
Position: 116 (9 views)