STRATEGI GRUP CUTA MUDA DALAM MELESTARIKAN KESENIAN REAK
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- RIKY APRIANTO
- Title
- STRATEGI GRUP CUTA MUDA DALAM MELESTARIKAN KESENIAN REAK
- PENGKAJIAN
- Description
- Penelitian ini membahas strategi yang diterapkan oleh Grup Cuta Muda dalam melestarikan kesenian Reak di tengah tantangan modernisasi dan merosotnya minat generasi muda terhadap seni tradisional. Reak, sebagai bagian dari warisan budaya Sunda, menghadapi tekanan untuk tetap relevan di era yang didominasi budaya populer dan digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, Cuta Muda melakukan berbagai inovasi dengan pendekatan yang terstruktur dan berorientasi pada karakteristik audiens masa kini. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi aktivitas komunitas. Analisis didasarkan pada teori Difusi Inovasi dari Everett Rogers, yang menjelaskan bagaimana suatu inovasi menyebar dalam masyarakat melalui tahapan adopsi. Hasilnya menunjukkan bahwa Cuta Muda berhasil mengintegrasikan elemen musik modern ke dalam komposisi Reak, mempercantik tampilan visual pertunjukan, dan secara aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menjangkau audiens muda serta membangun interaksi yang lebih luas. Kehadiran konten kreator yang turut mengangkat pertunjukan mereka di media digital turut mempercepat proses adopsi kesenian ini di kalangan generasi baru. Strategi-strategi tersebut membuat pertunjukan Reak tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga sarana hiburan yang kontekstual dan menarik bagi publik masa kini. Dengan demikian, pelestarian kesenian tradisional seperti Reak dapat berhasil bila inovasi dilakukan secara terarah, adaptif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya aslinya.
- This study discusses the strategies implemented by the Cuta Muda Group in preserving Reak art amidst the challenges of modernization and the declining interest of the younger generation in traditional arts. Reak, as part of Sundanese cultural heritage, faces pressure to remain relevant in an era dominated by popular and digital culture. To answer these challenges, Cuta Muda has carried out various innovations with a structured approach that is oriented towards the characteristics of today's audience. Using a qualitative case study method, this study collected data through field observations, in-depth interviews, and documentation of community activities. The analysis is based on Everett Rogers' Diffusion of Innovation theory, which explains how an innovation spreads in society through stages of adoption. The results show that Cuta Muda has succeeded in integrating modern musical elements into Reak compositions, beautifying the visual appearance of the performance, and actively utilizing social media such as Instagram, TikTok, and YouTube to reach young audiences and build wider interactions. The presence of content creators who also promote their performances on digital media has accelerated the adoption process of this art among the new generation. These strategies make Reak performances not only a space for cultural preservation, but also a contextual and interesting entertainment medium for today's public. Thus, the preservation of traditional arts such as Reak can be successful if innovation is carried out in a focused, adaptive manner and remains based on the original cultural values.
- Seni Reak, Cuta Muda, difusi inovasi, pelestarian budaya, strategi komunitas.
- Date
- 2025
- Has Part
- senirupamurni
Position: 56 (15 views)