SAREUPNA” REINTERPRETASI TRADISI PAMALI SEBAGAI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- DILASYANEU MONIQUE
- Title
-
SAREUPNA”
REINTERPRETASI TRADISI PAMALI SEBAGAI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS - PENCIPTAAN
- Description
- Pamali merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui praktiknya dalam masyarakat. Dalam masyarakat Sunda, pamali berperan sebagai bentuk pengendalian sosial yang memasukkan etika dan nilai melalui larangan atau tabu, terutama dalam konteks kehidupan sehari-hari anak-anak, kehidupan sosial, batasan waktu dan tempat. Penciptaan tugas akhir ini berangkat dari fenomena pudarnya nilai tradisi pamali, khususnya larangan aktivitas saat menjelang Maghrib pada generasi muda saat ini. Karya lukisan ini merupakan bentuk reinterpretasi terhadap tradisi pamali tersebut dengan menggunakan pendekatan parodi sebagai gaya visualnya. Visual lukisan ini menggabungkan unsur bernuansa horor dan kelucuan, serta memadukan simbol-simbol tradisi. Melalui eksplorasi visual yang lucu dan jenaka, pamali tidak lagi ditampilkan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai dialog budaya yang reflektif serta terbuka untuk dimaknai ulang. Karya lukisan ini berjumlah 3 buah kanvas menggunakan cat akrilik, yang setiap karyanya mengilustrasikan ungkapan-ungkapan pamali waktu menjelang Maghrib.
- Pamali is part of the oral tradition of Indonesian society that is passed down from generation to generation through its practice in society. In Sundanese society, pamali acts as a form of social control that incorporates ethics and values through prohibitions or taboos, especially in the context of children's daily life, social life, time and place restrictions. The creation of this final project departs from the phenomenon of the fading value of the pamali tradition, especially the prohibition of activities before Maghrib in today's younger generation. This painting is a reinterpretation of the pamali tradition using a parody approach as its visual style. The visuals of this painting combine elements of horror and humor, as well as combining traditional symbols. Through humorous and witty visual exploration, pamali is no longer presented as something scary, but rather as a reflective cultural dialog that is open to reinterpretation. This painting consists of three canvases using acrylic paint, each illustrating the pamali expressions of the Maghrib time.
- Pamali, reinterpretasi, parodi, lukisan.
- Date
- 2025
- Has Part
- senirupamurni
Position: 329 (1 views)