NAWANG WULAN SEBAGAI INSPIRASI KREATIF SENI LUKIS SIMBOLISME
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- AVI AYU ASSHIFA
- Title
- NAWANG WULAN SEBAGAI INSPIRASI KREATIF SENI LUKIS SIMBOLISME
- PENCIPTAAN
- Description
- Penciptaan karya seni lukis konseptual ini berfokus pada konsep yang terinspirasi dari cerita rakyat "Nawang Wulan," sebuah legenda yang mengangkat isu perempuan yang kemudian dikaitkan dengan budaya 3M (Macak, Masak, Manak) di pulau Jawa, sebuah norma sosial yang membatasi peran perempuan hanya pada peran domestik saja. Cerita Nawang Wulan ini mengisahkan seorang bidadari dari kayangan yang kehilangan selendangnya akibat dicuri oleh Jaka Tarub, sehingga membuatnya terikat pada kehidupan duniawi dan peran domestik. Selendang dalam cerita ini tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk kembali ke kayangan tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebebasan Nawang Wulan. Melalui karya ini, seniman ingin memberikan respon positif terhadap perjuangan perempuan Jawa yang berhasil keluar dari tekanan budaya tersebut. Selendang menjadi simbol dari kebebasan, pilihan, dan jati diri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dengan memperkaya kajian tentang perjuangan perempuan dalam cerita rakyat Indonesia, serta manfaat berupa edukasi mengenai isu kesetaraan gender dan pentingnya kesadaran akan peran perempuan dalam masyarakat.
- The creation of this conceptual painting focuses on a concept inspired by the folktale "Nawang Wulan," a legend that addresses women's issues and is then linked to the 3M culture (Macak, Masak, Manak) on the island of Java, a social norm that limits women's roles to domestic roles. The story of Nawang Wulan tells of a celestial nymph who loses her shawl after it is stolen by Jaka Tarub, thus binding her to a worldly life and domestic roles. The shawl in this story not only serves as a means of returning to the heavens but also as a symbol of Nawang Wulan's identity and freedom. Through this work, the artist aims to provide a positive response to the struggles of Javanese women who have successfully escaped these cultural pressures. The shawl becomes a symbol of freedom, choice, and identity. This research provides theoretical contributions by enriching the study of women's struggles in Indonesian folklore, as well as providing educational benefits regarding gender equality issues and the importance of awareness of women's roles in society.
- Seni Lukis, Nawang Wulan, Selendang, Perempuan, 3M (macak, masak, manak).
- Date
- 2025
- Has Part
- senirupamurni
Position: 216 (5 views)