2020 - 2025
-
PENCIPTAAN BUSANA READY TO WEAR DELUXE STYLE FEMININE ROMANTIC BERKONSEP ZERO WASTE DENGAN TEKNIK PLEATS DAN EMBELLISHMENT BUNGAIndustri fashion merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap limbah tekstil, sehingga dibutuhkan solusi inovatif yaitu proses penciptaan busana yang ramah lingkungan. Konsep zero waste hadir sebagai metode pada pemanfaatan sisa bahan kain agar tidak terbuang sia-sia. Penerapan teknik embellishment berbasis zero waste ini mampu menjadi salah satu solusi inovatif dalam memanfaatkan sisa bahan menjadi elemen dekoratif untuk busana dengan gaya feminine romantic dan menambahkan teknik pleats pada karya busananya. Metode penciptaan karya ini menggunakan teori Practice-Ied Research yang terdiri dari tahap pra-perancangan (pencarian sumber ide, konsep dan tujuan penciptaan), perancangan (rancangan desain karya), perwujudan (mewujudkan karya) dan penyajian. Karya yang ditampilkan berupa lima karya busana ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show.
-
PENCIPTAAN MOTIF ORNAMEN ARSITEKTUR MELAYU DI RIAU DENGAN TEKNIK BORDIR PADA READY TO WEAR DELUXEPenciptaan ready to wear deluxe ini terinspirasi dari warisan budaya motif ornamen rumah Melayu di Riau khususnya pucuk rebung dan selembayung yang wujudnya mengalami transformasi ke dalam motif utama dengan teknik bordir. Penciptaan ini berkiblat pada trend fashion 24/25 New Spirit sub Soulful. Penciptaan ini menggunakan metode penciptaan yang meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan yang menghasilkan enam looks karya busana ready to wear deluxe yang disajikan pada perhelatan fashion show di Jogja Fashion Parade (JFP) 2025 dengan tema besar Parallel Aesthetic. Harapannya hasil pengkaryaan ini bisa menambah keberagaman motif teknik bordir dan busana ready to wear deluxe juga kecintaan masyarakat pada warisan budaya khususnya generasi muda.
-
PENCIPTAAN BATIK TULIS MOTIF SEUNGIT DAUN TEH DAN PENGAPLIKASIAN PADA READY TO WEAR DELUXE DENGAN EDGY STYLEPenciptaan batik tulis motif seungit daun teh bertujuan mengembangkan batik dengan inspirasi keindahan alam hamparan kebun teh di Ciwidey. Motif dirancang menggunakan elemen meliputi pohon, daun, bunga, dan buah teh. Proses ini juga memanfaatkan teknik celup dengan pewarnaan alami yang dibuat dari daun teh. Penciptaan ini menggunakan metode Sukaya, meliputi pencarian ide dan gagasan, pendalaman dan pengembangan, berkarya dan perwujudan. Koleksi ini dirancang mengikuti tren indie rebellion dengan subtema Edgy Autentik, menampilkan potongan sruktural dan detail asimetris. Karya ini memadukan tradisi inovasi modern untuk memperluas apresiasi batik di pasar global, serta menunjukan bagaimana budaya lokal dan global dapat bersinergi. Diharapkan dapat menghasilkan fashion yang unik dan memiliki tren di masa depan. Hasil pengkaryaan ini disajikan dalam bentuk fashion show di Bandung Fashion Runway (BFR) dengan lima look ready to wear deluxe, yang harmoni antara elemen budaya lokal dan desain modern.
-
PENERAPAN CONVERTIBLE FASHION PADA READY TO WEAR DELUXE APLIKASI EMBELLISHMENT RESIN DAN FABRIC PAINTING INSPIRASI SPIDER LILYIndustri mode berinovasi dengan konsep convertible fashion untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan fleksibilitas dan keberlanjutan. Penciptaan karya ini mengeksplorasi penerapan konsep tersebut pada koleksi ready to wear deluxe melalui aplikasi embellishment resin dan fabric painting yang terinspirasi spider lily. Urgensi penciptaan karya ini terletak pada potensi peningkatan efisiensi konsumsi, perpanjangan siklus hidup pakaian, serta penawaran nilai fungsional dan estetika yang lebih tinggi. Adapun tujuannya adalah untuk menghasilkan koleksi busana inovatif, serbaguna, dan artistik melalui penggabungan convertible fashion dengan teknik embellishment resin dan fabric painting inspirasi spider lily . Untuk mencapai tujuan tersebut, penciptaan karya ini menggunakan pendekatan design thinking yang terdiri dari lima tahap, yakni: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pendekatan ini kemudian diadaptasi menjadi enam tahap dengan menambah tahap forming, sehingga bisa disebut design thinking plus. Hasilnya adalah tiga look karya busana utama yang dapat dipadupadankan menjadi sembilan tampilan berbeda yang menawarkan fleksibilitas gaya bagi pemakainya.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR INSPIRASI TERUMBU KARANG INDOPHYLLIA MACASSARENSIS DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING DAN PLEATSIndustri fashion merupakan salah satu sektor yang senantiasa mengalami perkembangan. Inovasi dan kreativitas sumber ide berperan penting dalam menghasilkan karya yang menarik dan inovatif di dunia fashion yang semakin bersaing. Pada penciptaan ini, sumber ide terinspirasi dari salah satu terumbu karang yang tumbuh di perairan Indonesia Indophyllia macassarensis, yakni terumbu karang yang terancam punah yang memiliki keunikan visual dan lokasi geografisnya memberikan potensi untuk dieksplorasi sebagai sumber inspirasi motif. Tujuan penciptaan karya ini adalah menambah keberagaman bentuk koleksi ready to wear dengan teknik digital printing dan pleats. Digital printing dipilih karena dapat memvisualisasikan motif Indophyllia macassarensis lebih jelas. Pleats dipilih untuk memberikan kesan dimensi dan tekstur menarik pada busana. Adapun metode penciptaan memiliki lima tahapan yaitu gagasan, konsep, rancangan, prototipe, dan eksekusi. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima tampilan busana ready to wear yang disajikan dalam bentuk fashion show di Bandung Fashion Runway 2025, TVRI Jawa Barat.
-
Siti Hasunah SaniahPenciptaan karya tugas akhir ini dilatarbelakangi oleh fenomena penangkapan ikan ilegal menggunakan kapal pukat harimau (trawl) di perairan Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Aktivitas ilegal ini dilakukan oleh nelayan dari luar daerah tanpa izin resmi, yang berdampak merusak habitat biota laut, terumbu karang, serta mengganggu keseimbangan ekosistem laut di wilayah tersebut. Karya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan tersebut melalui media fashion yang berkelanjutan dan artistik, dengan menyasar segmen pasar yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Teknik nui shibori yang merupakan metode pewarnaan kain dengan cara dijahit dan diikat sebelum dicelup, dipilih karena mampu menghasilkan motif alami yang estetis. Teknik macrame ditambahkan untuk memperkaya tekstur dan memberikan nilai dekoratif yang khas. Inspirasi visual diperoleh dari bentuk, warna, dan biota laut seperti penyu, ikan, dan rumput laut. Metode penciptaan dilakukan melalui tahapan pra-perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian.Karya ini menghasilkan empat busana ready to wear deluxe yang merepresentasikan eksplorasi teknik tekstil tradisional dalam pendekatan desain modern dan ramah lingkungan. Pembuatan karya ini tidak hanya menawarkan inovasi visual dan teknis dalam dunia fashion, tetapi juga berfungsi sebagai media kampanye isu lingkungan maritim.
-
KONSEP RECYCLE DAN UPCYCLE DENIM PADA READY TO WEAR DELUXE EDGY STYLE APLIKASI HANDPAINTING INSPIRASI MAWAR BIRUPenelitian ini didasarkan pada pengembangan kreativitas dan inovasi yang berfokus penerapan konsep recycle dan upcycle denim pada busana edgy style aplikasi teknik handpainting inspirasi mawar biru. Konsep recycle dan upcycle pada perancangan busana dapat menjadi upaya untuk mendukung industri busana yang berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan nilai fungsi dan ekonomi dari limbah denim. Material denim memiliki estetika warna yang dapat direpresentasikan melalui bentuk visual dari bunga mawar biru. Tujuan penelitian ini adalah menambah inovasi dan estetika bentuk visual pada koleksi busana edgy style yang dapat meningkatkan nilai fungsi berkelanjutan dan ekonomi dari limbah pakaian. Penelitian ini menggunakan metode double diamond atau model berlian ganda, yaitu kerangka kerja desain yang membagi proses kreatif menjadi empat tahap: discover (menemukan), define (mendefinisikan), develop (mengembangkan), dan deliver (menyampaikan). Hasil proses penciptaan ini berupa empat busana ready to wear deluxe disajikan pada event Bandung Fashion Runway tanggal 30 April 2025 di Studio 1 TVRI Jawa Barat.
-
APLIKASI BATIK, BUNGA TULIP, DAN SHIBORI PADA READY TO WEAR DELUXEPenciptaan ready to wear deluxe ini didasari oleh fakta empirik, bahwa koleksi ready to wear deluxe yang secara harmonis menggabungkan unsur budaya Jepang (shibori), warisan budaya Indonesia (batik), dan representasi visual tanaman ikonik Belanda (bunga tulip) belum ada. Oleh sebab itu, riset penciptaan ini bertujuan untuk menghdirkan inovasi pada ready to wear deluxe dengan mengeksplorasi potensi sinergis dari ketiga elemen di atas melalui teknik embellishment. Urgensinya adalah selain bisa menjadi media diplomasi budaya melalui fesyen, riset ini dapat memperkaya khazanah desain fesyen dengan perspektif global yang unik, sekaligus melestarikan dan mengaplikasikan teknik tradisional dalam konteks kontemporer. Metode penciptaan yang digunakan adalah Double Diamond Model, yang meliputi tahap discover, define, develop, dan deliver. Hasil dari riset penciptaan ini adalah terciptanya empat ready to wear deluxe yang inovatif dan relevan dengan pasar fesyen mewah saat ini. Koleksi ini disajikan pada even Indonesia Internasional Muslim Fashion Festival (IN2MF) 2024 di Jakarta Convention Centre.
-
HYACINTH MACAW SEBAGAI INSPIRASI EVENING GOWN DENGAN PENERAPAN EMBELLISHMENTHyacinth macaw (Anodorhynchus hyacinthinus) merupakan salah satu jenis burung yang hidup di wilayah tropis Amerika Selatan. Burung ini memiliki daya tarik visual yang terdapat pada warna bulunya, dan kerap dijadikan sumber inspirasi dalam dunia fashion, terutama untuk kostum artwear. Berdasarkan hasil riset, belum ditemukannya transformasi burung tersebut ke dalam inpirasi rancangan evening gown yang menerapkan teknik embellishment. Oleh karena itu, tujuan penciptaan ini adalah menemukan bentuk inovatif dari transformasi visual Hyacinth Macaw ke dalam rancangan evening gown dengan penerapan teknik embellishment. Selain karena keindahannya, burung ini dipilih karena statusnya yang termasuk dalam daftar terancam punah (red list) menurut IUCN (2016), sehingga karya ini diharapkan menjadi sarana kampanye pelestarian fauna. Proses penciptaan menggunakan metode Kreasi Artistik dari Prof. Dharsono yang meliputi tiga tahap: eksperimen, perenungan, dan pembentukan, dengan hasil akhir berupa tiga busana evening gown yang disajikan dalam bentuk fashion show serta video sinematik.
-
PENCIPTAAN KEBAYA MODERN DENGAN APLIKASI PAYET INSPIRASI KEINDAHAN PANTAI DI KABUPATEN GARUTKabupaten Garut terkenal dengan keindahan alam pantainya yang memukau, dengan gelombang ombak yang indah dan alam yang masih asri. Hal tersebut menjadi inspirasi penulis untuk menciptakan karya seni yang bertujuan menambah perbendaharaan bentuk motif payet pada kebaya modern. Kebaya modern dipilih sebagai kanvas yang sempurna untuk mengaplikasikan motif-motif payet yang terinspirasi dari keindahan pantai di kabupaten Garut. Pengkaryaan ini dilatarbelakangi oleh dua hal utama: pertama, belum adanya penciptaan motif payet yang secara khusus terinspirasi dari keindahan Pantai di kabupaten Garut; dan kedua, belum adanya penerapan motif payet tersebut pada busana kebaya modern. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperkaya khazanah motif payet serta karya busana kebaya modern di Indonesia. Metode yang digunakan adalah eksplorasi, penciptaan, dan perwujudan. Hasil pengkaryaan ini berupa delapan karya Ready To Wear Deluxe merujuk trendforecast co exist the soul searches berupa busana kebaya modern yang disajikan dengan bentuk Fashion Show pada event Jogja Fashion Trend 2024.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI BUNGA BANGKAI SUWEG DENGAN TEKNIK BORDIR DAN BEADINGPerkembangan industri fashion saat ini tidak hanya menuntut keindahan visual dan inovasi, tetapi juga mendorong adanya nilai keberlanjutan, kultural, dan kekayaan lokal yang dapat diangkat melalui karya desain. Telah banyak produk fashion yang terinspirasi dari flora, salah satunya bunga bangkai suweg, bunga bangkai suweg menjadi inspirasi dan belum banyak desainer yang mengaplikasikan bunga bangkai suweg ini ke dalam busana ready to wear deluxe. Proses desain dan produksi dilakukan dengan mengaplikasikan teknik bordir dan beading untuk memberikan detail yang elegan dan bernilai seni tinggi pada setiap busana. Koleksi busana yang dihasilkan mencerminkan keindahan alam dan untuk memenuhi kebutuhan pasar evening gown. Koleksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri mode Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal di kancah internasional. Adapun metode penciptaan karya ini menggunakan metode Practice-Led Research Gustian Rachmadi yang terdiri dari empat tahapan yaitu pra perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima karya ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show di TVRI Jabar.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI BUNGA BANGKAI SUWEG DENGAN TEKNIK BORDIR DAN BEADINGPerkembangan industri fashion saat ini tidak hanya menuntut keindahan visual dan inovasi, tetapi juga mendorong adanya nilai keberlanjutan, kultural, dan kekayaan lokal yang dapat diangkat melalui karya desain. Telah banyak produk fashion yang terinspirasi dari flora, salah satunya bunga bangkai suweg, bunga bangkai suweg menjadi inspirasi dan belum banyak desainer yang mengaplikasikan bunga bangkai suweg ini ke dalam busana ready to wear deluxe. Proses desain dan produksi dilakukan dengan mengaplikasikan teknik bordir dan beading untuk memberikan detail yang elegan dan bernilai seni tinggi pada setiap busana. Koleksi busana yang dihasilkan mencerminkan keindahan alam dan untuk memenuhi kebutuhan pasar evening gown. Koleksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri mode Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal di kancah internasional. Adapun metode penciptaan karya ini menggunakan metode Practice-Led Research Gustian Rachmadi yang terdiri dari empat tahapan yaitu pra perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima karya ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show di TVRI Jabar.
