2020 - 2025
-
REPRESENTASI KUNTILANAK DALAM FILM KUNTILANAK UNIVERSE PADA ARTWEARPerpustakaan Pusat
-
READY TO WEAR DELUXE BERGAYA HOLO-COTTAGECORE INSPIRASI TROIDES HELENA DENGAN TEKNIK EMBELLISHMENT DAN PAINTINGPenciptaan ready to wear deluxe yang terinspirasi oleh kupu-kupu Troides helena memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan inovasi busana. Troides helena diterapkan karena belum banyaknya designer akademis yang menerapkannya pada penciptaan busana. Penciptaan karya ini memadukan perkembangan teknologi berupa material hologram. Oleh karenanya, sebagai inovasi kebaharuan, pengkarya juga menerapkan gaya holo-cottagecore yang menekankan pada tampilan visual busana. Gaya tersebut dinilai dapat memberikan kesesuaian konsep yang bertema pedesaan, klasik, natural dan modern. Tujuan penciptaan karya ini adalah sebagai ungkapan ekspresi jiwa pengkarya yang terinspirasi oleh kupu-kupu Troides helena. Metode penciptaan karya ini terdiri dari eksplorasi, rancangan, dan perwujudan. Penciptaan karya ini juga memberikan manfaat untuk memperkenalkan hewan Troides helena dan sarana untuk menyampaikan informasi pada kebaharuan fashion. Penciptaan karya menghasilkan 6 (enam) look busana yang tersaji pada event Jogja Fashion Parade (JFP) yang didasarkan pada Trend Forecast 2023-2024. Co-Exist : The Self Improvers.
-
PENCIPTAAN BUSANA READY TO WEAR DELUXE STYLE FEMININE ROMANTIC BERKONSEP ZERO WASTE DENGAN TEKNIK PLEATS DAN EMBELLISHMENT BUNGAIndustri fashion merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap limbah tekstil, sehingga dibutuhkan solusi inovatif yaitu proses penciptaan busana yang ramah lingkungan. Konsep zero waste hadir sebagai metode pada pemanfaatan sisa bahan kain agar tidak terbuang sia-sia. Penerapan teknik embellishment berbasis zero waste ini mampu menjadi salah satu solusi inovatif dalam memanfaatkan sisa bahan menjadi elemen dekoratif untuk busana dengan gaya feminine romantic dan menambahkan teknik pleats pada karya busananya. Metode penciptaan karya ini menggunakan teori Practice-Ied Research yang terdiri dari tahap pra-perancangan (pencarian sumber ide, konsep dan tujuan penciptaan), perancangan (rancangan desain karya), perwujudan (mewujudkan karya) dan penyajian. Karya yang ditampilkan berupa lima karya busana ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show.
-
PENCIPTAAN MOTIF ORNAMEN ARSITEKTUR MELAYU DI RIAU DENGAN TEKNIK BORDIR PADA READY TO WEAR DELUXEPenciptaan ready to wear deluxe ini terinspirasi dari warisan budaya motif ornamen rumah Melayu di Riau khususnya pucuk rebung dan selembayung yang wujudnya mengalami transformasi ke dalam motif utama dengan teknik bordir. Penciptaan ini berkiblat pada trend fashion 24/25 New Spirit sub Soulful. Penciptaan ini menggunakan metode penciptaan yang meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan yang menghasilkan enam looks karya busana ready to wear deluxe yang disajikan pada perhelatan fashion show di Jogja Fashion Parade (JFP) 2025 dengan tema besar Parallel Aesthetic. Harapannya hasil pengkaryaan ini bisa menambah keberagaman motif teknik bordir dan busana ready to wear deluxe juga kecintaan masyarakat pada warisan budaya khususnya generasi muda.
-
PENCIPTAAN BATIK TULIS MOTIF SEUNGIT DAUN TEH DAN PENGAPLIKASIAN PADA READY TO WEAR DELUXE DENGAN EDGY STYLEPenciptaan batik tulis motif seungit daun teh bertujuan mengembangkan batik dengan inspirasi keindahan alam hamparan kebun teh di Ciwidey. Motif dirancang menggunakan elemen meliputi pohon, daun, bunga, dan buah teh. Proses ini juga memanfaatkan teknik celup dengan pewarnaan alami yang dibuat dari daun teh. Penciptaan ini menggunakan metode Sukaya, meliputi pencarian ide dan gagasan, pendalaman dan pengembangan, berkarya dan perwujudan. Koleksi ini dirancang mengikuti tren indie rebellion dengan subtema Edgy Autentik, menampilkan potongan sruktural dan detail asimetris. Karya ini memadukan tradisi inovasi modern untuk memperluas apresiasi batik di pasar global, serta menunjukan bagaimana budaya lokal dan global dapat bersinergi. Diharapkan dapat menghasilkan fashion yang unik dan memiliki tren di masa depan. Hasil pengkaryaan ini disajikan dalam bentuk fashion show di Bandung Fashion Runway (BFR) dengan lima look ready to wear deluxe, yang harmoni antara elemen budaya lokal dan desain modern.
-
PENERAPAN CONVERTIBLE FASHION PADA READY TO WEAR DELUXE APLIKASI EMBELLISHMENT RESIN DAN FABRIC PAINTING INSPIRASI SPIDER LILYIndustri mode berinovasi dengan konsep convertible fashion untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan fleksibilitas dan keberlanjutan. Penciptaan karya ini mengeksplorasi penerapan konsep tersebut pada koleksi ready to wear deluxe melalui aplikasi embellishment resin dan fabric painting yang terinspirasi spider lily. Urgensi penciptaan karya ini terletak pada potensi peningkatan efisiensi konsumsi, perpanjangan siklus hidup pakaian, serta penawaran nilai fungsional dan estetika yang lebih tinggi. Adapun tujuannya adalah untuk menghasilkan koleksi busana inovatif, serbaguna, dan artistik melalui penggabungan convertible fashion dengan teknik embellishment resin dan fabric painting inspirasi spider lily . Untuk mencapai tujuan tersebut, penciptaan karya ini menggunakan pendekatan design thinking yang terdiri dari lima tahap, yakni: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pendekatan ini kemudian diadaptasi menjadi enam tahap dengan menambah tahap forming, sehingga bisa disebut design thinking plus. Hasilnya adalah tiga look karya busana utama yang dapat dipadupadankan menjadi sembilan tampilan berbeda yang menawarkan fleksibilitas gaya bagi pemakainya.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR INSPIRASI TERUMBU KARANG INDOPHYLLIA MACASSARENSIS DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING DAN PLEATSIndustri fashion merupakan salah satu sektor yang senantiasa mengalami perkembangan. Inovasi dan kreativitas sumber ide berperan penting dalam menghasilkan karya yang menarik dan inovatif di dunia fashion yang semakin bersaing. Pada penciptaan ini, sumber ide terinspirasi dari salah satu terumbu karang yang tumbuh di perairan Indonesia Indophyllia macassarensis, yakni terumbu karang yang terancam punah yang memiliki keunikan visual dan lokasi geografisnya memberikan potensi untuk dieksplorasi sebagai sumber inspirasi motif. Tujuan penciptaan karya ini adalah menambah keberagaman bentuk koleksi ready to wear dengan teknik digital printing dan pleats. Digital printing dipilih karena dapat memvisualisasikan motif Indophyllia macassarensis lebih jelas. Pleats dipilih untuk memberikan kesan dimensi dan tekstur menarik pada busana. Adapun metode penciptaan memiliki lima tahapan yaitu gagasan, konsep, rancangan, prototipe, dan eksekusi. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima tampilan busana ready to wear yang disajikan dalam bentuk fashion show di Bandung Fashion Runway 2025, TVRI Jawa Barat.
-
Siti Hasunah SaniahPenciptaan karya tugas akhir ini dilatarbelakangi oleh fenomena penangkapan ikan ilegal menggunakan kapal pukat harimau (trawl) di perairan Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Aktivitas ilegal ini dilakukan oleh nelayan dari luar daerah tanpa izin resmi, yang berdampak merusak habitat biota laut, terumbu karang, serta mengganggu keseimbangan ekosistem laut di wilayah tersebut. Karya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan tersebut melalui media fashion yang berkelanjutan dan artistik, dengan menyasar segmen pasar yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Teknik nui shibori yang merupakan metode pewarnaan kain dengan cara dijahit dan diikat sebelum dicelup, dipilih karena mampu menghasilkan motif alami yang estetis. Teknik macrame ditambahkan untuk memperkaya tekstur dan memberikan nilai dekoratif yang khas. Inspirasi visual diperoleh dari bentuk, warna, dan biota laut seperti penyu, ikan, dan rumput laut. Metode penciptaan dilakukan melalui tahapan pra-perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian.Karya ini menghasilkan empat busana ready to wear deluxe yang merepresentasikan eksplorasi teknik tekstil tradisional dalam pendekatan desain modern dan ramah lingkungan. Pembuatan karya ini tidak hanya menawarkan inovasi visual dan teknis dalam dunia fashion, tetapi juga berfungsi sebagai media kampanye isu lingkungan maritim.
-
KONSEP RECYCLE DAN UPCYCLE DENIM PADA READY TO WEAR DELUXE EDGY STYLE APLIKASI HANDPAINTING INSPIRASI MAWAR BIRUPenelitian ini didasarkan pada pengembangan kreativitas dan inovasi yang berfokus penerapan konsep recycle dan upcycle denim pada busana edgy style aplikasi teknik handpainting inspirasi mawar biru. Konsep recycle dan upcycle pada perancangan busana dapat menjadi upaya untuk mendukung industri busana yang berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan nilai fungsi dan ekonomi dari limbah denim. Material denim memiliki estetika warna yang dapat direpresentasikan melalui bentuk visual dari bunga mawar biru. Tujuan penelitian ini adalah menambah inovasi dan estetika bentuk visual pada koleksi busana edgy style yang dapat meningkatkan nilai fungsi berkelanjutan dan ekonomi dari limbah pakaian. Penelitian ini menggunakan metode double diamond atau model berlian ganda, yaitu kerangka kerja desain yang membagi proses kreatif menjadi empat tahap: discover (menemukan), define (mendefinisikan), develop (mengembangkan), dan deliver (menyampaikan). Hasil proses penciptaan ini berupa empat busana ready to wear deluxe disajikan pada event Bandung Fashion Runway tanggal 30 April 2025 di Studio 1 TVRI Jawa Barat.
