2025

  • KONSEP PEMERANAN TOKOH ABBIE PUTNAM DALAM NASKAH “NAFSU DI BAWAH POHON ELM” KARYA EUGENE O’NEILL TERJEMAHAN TOTO SUDARTO BACHTIAR
    Tesis ini mengkaji proses pemeranan tokoh Abbie Putnam dalam Desire Under The Elms karya Eugene O’Neill, versi terjemahan Toto Sudarto Bachtiar. Tokoh Abbie dipilih karena kompleksitas emosional dan konfliknya yang kuat dalam konteks drama realis. Metode Stanislavski digunakan dengan menekankan given circumstances, magic if, dan memori emosional. Pemeranan dikembangkan melalui latihan terstruktur seperti observasi, analisis naskah, improvisasi, dan eksplorasi fisik. Hasilnya menunjukkan pentingnya pendekatan emosional dan kerja tim dalam menciptakan karakter tragis secara autentik di atas panggung.
  • KONSEP PENYUTRADARAAN NASKAH ”PERTJA” KARYA BENNY YOHANES
    Skripsi ini memuat beberapa topik dalam landasan penulis/penggarap pada proses penyutradaraan naskah Pertja karya Benny Yohanes yang menggambarkan fenomena Mental Illness pada setiap tokoh. Penyutradaraan dilakukan dengan penerapan metode Suyatna Anirun yang tercantum dalam buku ‘Menjadi Sutaradara’. Kemudian penulis/penggarap melakukan pembacaan psikologis dari tokoh dengan teori psikologi dari buku “Psikoanalisis Sigmund Freud” yang ditulis oleh K. Bertens 2006. Analisis menunjukkan bahwa fenomena tentang Mental Illness menjadi latar psikologi dari setiap permasalahan yang dialami oleh seseorang dan sebagai akar dari sifat seseorang. Melalui penyutradaraan ini, diharapkan pertunjukan tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga media refleksi dan pembelajaran terhadap isu-isu psikologi yang relevan.
  • KONSEP GARAP PENYUTRADARAAN NASKAH “RUMAH KERTAS” KARYA NANO RIANTIARNO
    Naskah Nano Riantiarno "Rumah Kertas" (1977) mengkritik sistem pemerintahan yang kejam dan tidak berpihak pada kemanusiaan. Dalam teori penyutradaraan, naskah ini ditafsirkan dengan menggunakan pendekatan simbolik dan ekspresionistik untuk memperkuat pesan bahwa kekuasaan adalah sesuatu yang absurd yang menyebabkan keterasingan manusia. Tokoh-tokoh digambarkan sebagai korban dari sistem pemerintahan yang tidak masuk akal, dan manipulatif. Tata artistik dimaksudkan untuk mendukung suasana tekanan psikologis dan tata cahaya dramatis yang menggambarkan kesedihan dan kehilangan identitas dalam diri seseorang. Selain itu, sebagai cara untuk menegakkan sistem yang membatasi kebebasan individu, penekanan diberikan pada pola gerak mekanis dan diskusi yang terorganisir. Konsep penyutradaraan ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan kritik sosial-politik terhadap masa Orde Baru, tetapi juga untuk membuka ruang berpikir tentang sistem pemerintahan kontemporer yang terus bertahan hingga saat ini. Oleh karena itu, "Rumah Kertas" sebagai alat teater menunjukkan pentingnya mempertahankan kemanusiaan di tengah sistem pemerintahan.
  • KONSEP PEMERANAN TOKOH MAGDA DALAM NASKAH “JAM DINDING YANG BERDETAK” KARYA NANO RIANTIARNO
    Magdan menjadi tokoh yang dipilih untuk diperankan dalam naskah “Jam Dinding Yang Berdetak” karya Nano Riantiarno. Tokoh Magda merupakan seorang anak pertama yang menggambarkan bagaimana seorang kakak menghadapi berbagai konflik yang ada dalam keluarganya yang sedang mengalami krisis ekonomi. Bagaimana Magda harus tetap bertahan hidup dengan keluarganya, tokoh Magda harus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga dan membiayai kuliah adiknya yaitu Benny. Seni peran yang mengemas karakter Magda dibangun melalui perasaan, gerak tubuh, gaya bicara, dan kesadaran Magda membangun ruang imajinatif. Buku yang menjadi rujukan dalam proses membangun tokoh Magda yaitu menggunakan buku “Menjadi Aktor” karya Suyatna Anirun. Buku tersebut menjadi panduan dasar penulis selama proses pertunjukan dan membantu aktor dalam wilayah kesadaran sebagai aktor dengan tubuhnya, vokalnya, sukmanya, lalu membantu aktor dalam membangun ruang dan mencari ruang.Tokoh Magda di perankan oleh Penulis pada naskah “Jam Dinding Yang Berdetak” dipentaskan di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung secara langsung.
  • LUKA TANPA OBAT: Eksplorasi Krisis Identitas akibat Ambiguitas Eksistensial Manusia dalam Penciptaan Naskah Lakon Teater
    Krisis identitas di era modern semakin kompleks akibat globalisasi, perubahan sosial, dan dominasi teknologi yang mengaburkan autentisitas individu. Terjebak antara tradisi dan modernitas, manusia sering membentuk citra diri berdasarkan ekspektasi sosial. Karya ini mengeksplorasi ambiguitas eksistensial melalui realisme simbolik, menghadirkan dialog reflektif dan konflik batin dalam pencarian makna, serta mengajak penonton merenungkan bagaimana zaman membentuk pemahaman tentang eksistensi.
  • PEMERANAN TOKOH RAJA DALAM LAKON PRABU MAHA ANU KARYA ROBERT PINGET TERJEMAHAN SAINI KM
    Skripsi ini membahas proses pemeranan tokoh Raja dalam lakon Prabu Maha Anu karya Robert Pinget yang diterjemahkan oleh Saini KM. Naskah ini merupakan karya teater absurd yang sarat akan nilai-nilai filsafat eksistensialisme, terutama terkait keterasingan, kebosanan, dan kesia-siaan hidup. Skripsi ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode pemeranan yang tepat dalam merepresentasikan karakter Raja yang kompleks, absurd, dan pesimistis. Pendekatan yang digunakan adalah konvensi akting presentasi dengan penerapan metode Stanislavski, seperti observasi, imajinasi, konsentrasi, dan ingatan emosi. Proses kreatif dilakukan secara mendalam dengan landasan teori akting dari Stanislavski serta literatur pendukung lainnya. Tantangan utama dalam pemeranan tokoh ini adalah menafsirkan absurditas dan menggambarkan emosi yang tidak eksplisit secara empatik kepada penonton. Skripsi ini juga menawarkan pendekatan artistik baru sebagai pembeda dari pementasan Prabu Maha Anu sebelumnya. Hasil akhir dari penciptaan tokoh ini diharapkan dapat menyampaikan gagasan filosofis eksistensialisme dan absurditas secara efektif kepada apresiator serta memberikan kontribusi dalam pengembangan seni pemeranan teater modern di Indonesia.
  • KONSEP PEMERANAN TOKOH ‘MARIE PATTIWAEL’ DALAM NASKAH ‘JAM DINDING YANG BERDETAK’ KARYA NANO RIANTIARNO
    Skripsi ini membahas pengembangan konsep dan peran tokoh ‘Marie Pattiwael’ dalam naskah ‘Jam Dinding Yang Berdetak’ Karya Nano Riantiarno, skripsi ini bertujuan untuk mengkaji proses penciptaan karakter secara mendalam dengan fokus pada metode dan teknik pemeranan yang digunakan untuk menghidupkan tokoh Marie di atas panggung. Proses yang dilalui mencakup tahap eksplorasi, persiapan diri, pendalam karakter, pengembangan klimaks, dan tempo dramatik. Pertunjukan ini diawali dengan analisis naskah, dilanjutkan dengan proses latihan seperti olah tubuh, olah vocal, ekspresi.
  • TUHAN TAK PERNAH SALAH
    Lakon Tuhan Tak Pernah Salah mengisahkan Khansa, seorang perempuan muda dari keluarga miskin yang berjuang melawan isolasi sosial, stigma, dan tekanan hidup di tengah pandemi COVID-19. Lakon ini mengeksplorasi kekuatan batin Khansa dalam menghadapi keterpurukan serta pencariannya akan makna dan pemulihan diri. Dengan mengaplikasikan prinsip Well-Made Play, naskah ini disusun dengan alur yang terstruktur, konflik yang intens, dan penyelesaian yang menyentuh. Visualisasi yang kuat serta dialog yang natural memperkuat gambaran dampak pandemi terhadap individu, khususnya perempuan dari kelas sosial bawah. Lakon ini tidak hanya menyajikan cerita dramatik, tetapi juga menjadi refleksi tentang ketahanan jiwa dan pentingnya harapan di tengah krisis kemanusiaan.
  • PENATAAN ARTISTIK DALAM NASKAH “A STREETCAR NAMED DESIRE” KARYA TENNESSEE WILLIAMS TERJEMAHAN TOTO SUDARTO BACHTIAR
    Konsep garap tata artistik dalam naskah A Streetcar Named Desire karya Tennessee Williams difokuskan pada penciptaan suasana visual yang mampu merefleksikan konflik psikologis dan moral antar tokohnya. Dengan pendekatan realisme, elemen tata panggung, rias, kostum, pencahayaan, dan musik dirancang untuk memperkuat dramatika naskah secara estetis. Penata artistik bertindak sebagai jembatan interpretatif antara teks dan pentas, membentuk ruang visual yang selaras dengan konteks sosial dan emosional dalam cerita.
  • EKSPLORASI PENGALAMAN PENONTON TEATER PASCAPERTUNJUKAN TEATER DI RUANG-RUANG PERTUNJUKAN KOTA BANDUNG
    Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian merupakan pengalaman penonton dengan subjek penelitian yang akan diamati adalah penonton pertunjukan teater yang telah menyaksikan pertunjukan teater dikota bandung melalui teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif secara langsung, wawancara, serta studi dokumentasi. Adapun penelitian ini dilakukan diruang-ruang pertunjukan terpilih Kota Bandung, yakni Gedung Kesenian Rumentang Siang, Taman Budaya Jawa Barat, Celah-Celah Langit, dan ISBI Bandung. Hasil penelitian mengenai pengalaman penonton tentang tentang isu-isu yang diangkat setelah menyaksikan pertunjukan teater di Kota Bandung serta mendeskripsikan komunikasi antara penonton dengan pertunjukan teater di Kota Bandung sehingga didapat dampak pengalaman penonton terhadap keberlanjutan teater serta implikasinya terhadap seniman, penyelenggara pertunjukan, dan pengelola ruang pertunjukan.
  • “RUMAH KITA” TEATER SEBAGAI RUMAH KEDUA
    Naskah lakon Rumah Kita adalah naskah yang diciptakan oleh penulis melalui keresahan yang melihat peristiwa yang marak terjadi pada siswa-siswi sekolah menengah atas, yang melakukan aksi bullying terhadap teman sekolah. Pelaku bullying adalah orang-orang broken home, anak broken home sering meniru perilaku kekerasan yang mereka alami atau disiksa di rumah, sehingga mereka melakukan kekerasan kepada orang lain, termasuk bullying. Dengan teater menjadi rumah kedua bagi korban dan pelaku untuk bisa menemukan rumah bersama, agar bisa meluapkan emosi secara positif, melalui seni teater menjadi ruang aman, menciptakan aktivitas kreatif untuk siswa-siswi sekolah melalui teater.
  • HAVOC: SEBUAH LAKON TENTANG DAMPAK PERCERAIAN PADA KARAKTER ANAK
    Penulisan lakon berjudul “Havoc” mengangkat tema dampak perceraian pada anak. Naskah lakon ini menggambarkan bagaimana perceraian dapat memengaruhi perubahan karakter anak. Penulisan lakon ini berangkat dari keresahan saya yang melihat maraknya perceraian. Pada akhirnya ada banyak anak yang memiliki rasa trauma akibat perceraian orangtua. Keutuhan keluarga sangat dibutuhkan perannya dalam membangun kepribadian yang positif untuk anak. Kondisi keluarga yang tidak harmonis bahkan hingga berujung pada perceraian akan membuat anak menjadi kehilangan arah, terlebih jika anak tersebut sedang memasuki fase remaja. Penulisan lakon ini menerapkan Inner-Play, metode kreatif dalam menulis lakon. Proses yang dilakukan sebelum penulisan lakon ini penulis melakukan studi literatur dan observasi lapangan berdasarkan lingkungan pertemanan penulis. Hasil dari penulisan lakon ini diharapkan dapat menjadi teman bagi siapa pun yang diam-diam merasa sendiri akibat perceraian.
Browse all