Items
-
HYACINTH MACAW SEBAGAI INSPIRASI EVENING GOWN DENGAN PENERAPAN EMBELLISHMENTHyacinth macaw (Anodorhynchus hyacinthinus) merupakan salah satu jenis burung yang hidup di wilayah tropis Amerika Selatan. Burung ini memiliki daya tarik visual yang terdapat pada warna bulunya, dan kerap dijadikan sumber inspirasi dalam dunia fashion, terutama untuk kostum artwear. Berdasarkan hasil riset, belum ditemukannya transformasi burung tersebut ke dalam inpirasi rancangan evening gown yang menerapkan teknik embellishment. Oleh karena itu, tujuan penciptaan ini adalah menemukan bentuk inovatif dari transformasi visual Hyacinth Macaw ke dalam rancangan evening gown dengan penerapan teknik embellishment. Selain karena keindahannya, burung ini dipilih karena statusnya yang termasuk dalam daftar terancam punah (red list) menurut IUCN (2016), sehingga karya ini diharapkan menjadi sarana kampanye pelestarian fauna. Proses penciptaan menggunakan metode Kreasi Artistik dari Prof. Dharsono yang meliputi tiga tahap: eksperimen, perenungan, dan pembentukan, dengan hasil akhir berupa tiga busana evening gown yang disajikan dalam bentuk fashion show serta video sinematik.
-
PENCIPTAAN KEBAYA MODERN DENGAN APLIKASI PAYET INSPIRASI KEINDAHAN PANTAI DI KABUPATEN GARUTKabupaten Garut terkenal dengan keindahan alam pantainya yang memukau, dengan gelombang ombak yang indah dan alam yang masih asri. Hal tersebut menjadi inspirasi penulis untuk menciptakan karya seni yang bertujuan menambah perbendaharaan bentuk motif payet pada kebaya modern. Kebaya modern dipilih sebagai kanvas yang sempurna untuk mengaplikasikan motif-motif payet yang terinspirasi dari keindahan pantai di kabupaten Garut. Pengkaryaan ini dilatarbelakangi oleh dua hal utama: pertama, belum adanya penciptaan motif payet yang secara khusus terinspirasi dari keindahan Pantai di kabupaten Garut; dan kedua, belum adanya penerapan motif payet tersebut pada busana kebaya modern. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperkaya khazanah motif payet serta karya busana kebaya modern di Indonesia. Metode yang digunakan adalah eksplorasi, penciptaan, dan perwujudan. Hasil pengkaryaan ini berupa delapan karya Ready To Wear Deluxe merujuk trendforecast co exist the soul searches berupa busana kebaya modern yang disajikan dengan bentuk Fashion Show pada event Jogja Fashion Trend 2024.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI BUNGA BANGKAI SUWEG DENGAN TEKNIK BORDIR DAN BEADINGPerkembangan industri fashion saat ini tidak hanya menuntut keindahan visual dan inovasi, tetapi juga mendorong adanya nilai keberlanjutan, kultural, dan kekayaan lokal yang dapat diangkat melalui karya desain. Telah banyak produk fashion yang terinspirasi dari flora, salah satunya bunga bangkai suweg, bunga bangkai suweg menjadi inspirasi dan belum banyak desainer yang mengaplikasikan bunga bangkai suweg ini ke dalam busana ready to wear deluxe. Proses desain dan produksi dilakukan dengan mengaplikasikan teknik bordir dan beading untuk memberikan detail yang elegan dan bernilai seni tinggi pada setiap busana. Koleksi busana yang dihasilkan mencerminkan keindahan alam dan untuk memenuhi kebutuhan pasar evening gown. Koleksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri mode Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal di kancah internasional. Adapun metode penciptaan karya ini menggunakan metode Practice-Led Research Gustian Rachmadi yang terdiri dari empat tahapan yaitu pra perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima karya ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show di TVRI Jabar.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI BUNGA BANGKAI SUWEG DENGAN TEKNIK BORDIR DAN BEADINGPerkembangan industri fashion saat ini tidak hanya menuntut keindahan visual dan inovasi, tetapi juga mendorong adanya nilai keberlanjutan, kultural, dan kekayaan lokal yang dapat diangkat melalui karya desain. Telah banyak produk fashion yang terinspirasi dari flora, salah satunya bunga bangkai suweg, bunga bangkai suweg menjadi inspirasi dan belum banyak desainer yang mengaplikasikan bunga bangkai suweg ini ke dalam busana ready to wear deluxe. Proses desain dan produksi dilakukan dengan mengaplikasikan teknik bordir dan beading untuk memberikan detail yang elegan dan bernilai seni tinggi pada setiap busana. Koleksi busana yang dihasilkan mencerminkan keindahan alam dan untuk memenuhi kebutuhan pasar evening gown. Koleksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri mode Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal di kancah internasional. Adapun metode penciptaan karya ini menggunakan metode Practice-Led Research Gustian Rachmadi yang terdiri dari empat tahapan yaitu pra perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima karya ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show di TVRI Jabar.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE APLIKASI TEKNIK PRINTING DAN TUCKING INSPIRASI PATUNG BATU HIU PANGANDARANPenciptaan ini menggambarkan proses kreatif dalam penciptaan ready to wear deluxe aplikasi teknik printing dan Tucking yang terinspirasi dari Patung Batu Hiu Pangandaran. memiliki bentuk visual yang menyerupai ikan hiu. Patung ini sudah dikenal masyarakat, namun belum ada yang menjadikannya sebagai inspirasi penciptaan motif kain printing. Motif ini diaplikasikan pada Ready to wear deluxe yang belum banyak dilakukan oleh perancang lain. Tujuan penciptaan ini adalah memperkaya koleksi Ready to wear deluxe dengan teknik Printing dan Tucking inspirasi Patung Batu Hiu dalam bidang fashion Indonesia. Penciptaan busana dalam penelitian ini menggunakan teori penciptaan seni dari Dharsono yang terdiri dari tiga tahap yaitu Eksperimen, perenungan dan pembentukan. Hasil proses penciptaan ini berupa empat look Ready to wear deluxe yang disajikan pada tanggal 30 april 2025 di studio 1 TVRI Jawa Barat.
-
KARAKTER TOKOH CANDYLAND SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN ARTWEARPenciptaan artwear ini terinspirasi dari karakter ikonik dalam permainan papan Candyland, yakni Princess Lolly, Gramma Nutt, dan Princess Frostine. Tujuannya adalah menghadirkan kebaruan bentuk artwear yang ekspresif dan inovatif melalui pendekatan desain yang eksperimental dan konseptual. Adapun metode penciptaan yang digunakan adalah eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Metode penciptaan yang digunakan untuk mewujudkan koleksi artwear ini adalah eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil riset penciptaan ini adalah tiga artwear yang secara visual dan konseptual merepresentasikan interpretasi atas ketiga karakter tokoh dalam Candyland di atas. Ketiga artwear ini disajikan di studio TVRI Jawa Barat pada tanggal 30 April 2025 dengan tajuk Bandung Fashion Runway dan ditanyangkan tanggal 3 Mei 2025
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI KUTUKAN KEONG EMAS PADA TOKOH PUTRI CANDRAKIRANA DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING DAN SLASHING TUCKING FABRICIndonesia mempunyai banyak tokoh putri dongeng yang unik di setiap ceritanya, namun sayangnya pengemasan tokoh nya itu sendiri kurang menarik dari segi animasi visualnya. Hal ini menyebabkan kurangnya minat masyarakat pada tokoh-tokoh maupun cerita dongeng tradisional Indonesia. Salah satu tokoh putri dongeng di Indonesia adalah Putri Candrakirana yang dikutuk menjadi keong emas. Kutukan keong emas yang terjadi pada Putri Candrakirana dijadikan inspirasi motif kain digital printing karena memiliki visual yang unik. Motif tersebut dikembangkan menjadi busana Ready To Wear Deluxe dengan tambahan teknik slashing tucking fabric. Tujuannya adalah untuk menambah khasanah Ready To Wear Deluxe yang memadukan unsur tokoh dongeng tradisonal Indonesia dengan teknologi modern yang diharapkan dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Metode Penciptaan yang digunakan yaitu Practice-led Research yang terbagi menjadi empat tahapan yaitu pra-perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil karya berjumlah 5 Ready To Wear Deluxe yang disajikan dalam bentuk video, foto dan ditampilkan pada fashion show yang diselenggarakan oleh Bandung Fashion Runaway 2025.
-
READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI IKAN BETTA HALFMOON ROSETAIL DENGAN TEKNIK 3D PAYET DAN FLOUNCE PLEATEDPerkembangan trend fashion yang dinamis sangat mempengaruhi inovasi bentuk pada busana, inspirasi sering kali lahir dari keindahan alam dan fenomena di sekitarnya. Penciptaan karya tugas akhir berupa ready to wear deluxe yang terinspirasi dari bentuk dan keindahan ikan halfmoon rosetail. Kekaryaan ini dipilih untuk menambah koleksi baru pada ranah fashion, sekaligus memberikan kesadaran reflektif agar masyarakat lebih bijak dalam memilih hobi. Penelitian ini bertujuan menciptakan busana ready to wear deluxe yang terinspirasi dari pola unik pada sirip ikan betta halfmoon rosetail dengan lipatan-lipatan yang artistik. Sebagai bentuk inovasi baru, penciptaan ini menggabungkan beberapa teknik surface, yaitu 3D payet dan flounce pleated. Metode penciptaan yang digunakan menggunakan pendekatan three stage design process milik LaBat & Sokolowski yang terdiri dari definition & research, creative exploration, dan implementation. Hasil akhir berupa tiga koleksi ready to wear deluxe yang ditampilkan dalam acara Bandung Fashion Runway di TVRI Bandung.
-
TERUMBU KARANG PLEROGYRA SINUOSA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN BUSANA ART OF BEAT STYLE DENGAN TEKNIK BOILED SHIBORI DAN CORDINGPerkembangan fashion di Indonesia semakin maju berkat desainer yang terus mengembangkan dan menciptakan ide – ide kreatif dan inovatif. Dalam penciptaan karya ini, menggunakan teknik manipulasi kain untuk menghasilkan busana Art of Beat style yang inovatif dan berdaya saing. Konsep dasar penciptaan ini mengadaptasi boiled shibori dan cording, karena belum banyak diaplikasikan pada karya fashion bernuansa modern oleh para desainer sebelumnya. Ide penciptaan karya ini mengangkat proses eksplorasi bentuk, pola dan tekstur pada kain untuk menciptakan perpaduan visual yang baru dan unik. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah mengeksplorasi teknik boiled shibori dan cording dalam pengembangan desain permukaan kain yang terinspirasi dari bentuk dan tekstur terumbu karang plerogyra sinuosa. Melalui penciptaan karya ini, diharapkan dapat menghasilkan inovasi baru dalam gaya Art of Beat yang memiliki nilai estetika tinggi serta memberikan kontribusi pada perkembangan fashion. Metode penciptaan yang digunakan mengadaptasi metode kreativitas Alma M. Hawkins, yang mencakup tiga tahap utama yaitu eksplorasi, improvisasi, dan forming. Hasil dari proses penciptaan ini berupa lima look busana Art Of Beat style yang disajikan dalam bentuk fashion show pada acara Bandung Fashion Runway 2025.
-
PENCIPTAAN EVENING GOWN INSPIRASI BUNGA TUNJUNG DENGAN TEKNIK APPLIQUE DAN DIGITAL PRINTINGIndustri fashion terus berkembang dengan tuntutan inovasi desain yang menggabungkan warisan budaya dan teknologi modern. Penciptaan ini bertujuan untuk menghadirkan evening gown yang terinspirasi dari keindahan dan simbolisme bunga tunjung (nymphaea) melalui penggabungan teknik applique dan digital printing. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya diversifikasi sumber inspirasi desain busana, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan detail visual, serta pelestarian nilai-nilai budaya melalui interpretasi kontemporer. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian inspirasi flora lokal yang khas dengan teknik applique yang diperkaya oleh detail digital printing, yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks evening gown. Metode penelitian menggunakan Double diamond model yang meliputi tahap discover, define, develop, dan deliver. Hasil penelitian ini berupa 3 evening gown dengan detail applique bunga tunjung yang diperkaya dengan tekstur dan warna melalui digital printing,. Karya ini disajikan pada Bandung Fashion Runway 2025 di TVRI Jawa Barat.
-
PENCIPTAAN COCKTAIL DRESS APLIKASI TEKNIK EMBELLISHMENT INSPIRASI KUPU-KUPU SILVERY BLUEPenelitian ini berfokus pada penciptaan cocktail dress aplikasi teknik embllishment berbentuk sayap kupu-kupu jenis Silvery Blue. Hal ini didasarkan pada pengamatan emperik bahwa jarang dijumpai cocktail dress yang terinspirasi dari kupu-kupu yang berwarna silver dan biru elektrik di Indonesia. Silvery Blue memiliki bentuk visual dengan sayap sederhana yang indah estetis juga memiliki ciri warna biru elektrik yang selaras dengan konsep penciptaan cocktail dress. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penciptaan karya ini adalah untuk menghadirkan kebaruan bentuk cocktail dress bernilai estetis yang terinspirasi dari kupu-kupu silvery blue dalam ranah inovasi dan kreatifitas pada bidang fashion Indonesia. Adapun metode yang digunakan untuk penciptaan karya ini adalah metode Hawkins yang dimodifikasi oleh Soedarsono yaitu eksplorasi, eksperimentasi, perwujudan dan evaluasi. Hasil dari penciptaan busana ini berjumlah lima cocktail dress yang disajikan pada event Miss Teenager Indonesia 2024 di Surabaya pada tanggal 1 November 2024.
-
SIMBOL SEL DARAH MANUSIA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE DENGAN TEKNIK PATCHWORK DAN PRINTINGPenciptaan karya tugas akhir ini terinspirasi dari pengamatan pengkarya terhadap bentuk visual eritrosit manusia, yang masih jarang dijadikan sumber inspirasi dalam dunia fesyen, khususnya dalam desain busana ready to wear deluxe. Visual eritrosit dinilai memiliki nilai estetika yang menarik, sehingga pengkarya memadukan elemen sains dan seni untuk menciptakan karya busana yang unik. Penciptaan ini bertujuan memperkaya pengembangan teknik patchwork dan motif printing, termasuk penerapan tekstur, warna, dan bentuk. Proses penciptaan melibatkan tahap eksplorasi, perancangan, hingga perwujudan karya yang menghasilkan enam look ready to wear deluxe. Koleksi ini menampilkan aplikasi teknik patchwork dan motif printing yang diintegrasikan secara estetis dalam setiap busana, yang akan dipresentasikan melalui acara fashion show.
-
PEMANFAATAN LIMBAH SARUNG TENUN MAJALAYA TEKNIK PATCHWORK DAN QUILTING MOTIF IKAN MAS PADA READY TO WEAR DELUXEPenciptaan karya ini didasari riset oleh pengkarya, bahwa karya ready to wear deluxe (rtw deluxe) dengan konsep pemanfaatan limbah kain sarung tenun Majalaya dengan teknik patchwork dan quilting motif ikan mas, belum pernah dibuat oleh desainer sebelumnya. Berdasarkan riset tersebut, pengkarya tertarik untuk mengangkat limbah kain sarung tenun Majalaya pada rtw deluxe karena materialnya yang unik dan merupakan kain wastra nusantara yang memiliki nilai budaya. Teknik patchwork dan quilting dipilih karena dapat menghasilkan pola baru dari limbah kain dan dapat menvisualisasikan bentuk ikan mas sebagai fauna komoditi dari Majalaya. Tujuan penciptaan karya ini adalah menambah alternatif pengolahan limbah kain sarung tenun Majalaya, serta memperkaya bentuk rtw deluxe terutama pada pengolahan daur ulang limbah kain sarung tenun Majalaya dengan penerapan teknik patchwork dan quilting. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya, mengacu pada metode Ardini, yaitu: gagasan, konsep, rancangan, prototype, dan realisasi karya. Hasil dari proses penciptaan ini adalah empat busana ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show di TVRI Jawa Barat.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE COCKTAIL DRESS PADA BEAUTY PAGEANT MISS TEENAGER INDONESIA 2024 DENGAN APLIKASI BEADINGPenciptaan karya ini didasarkan pada jenis pendekatan Practice-led Research, dengan berfokus pada penciptaan cocktail dress kategori ready to wear deluxe. Penciptaan karya ini dikhususkan untuk ajang beauty pageant Miss Teenager Indonesia 2024. Pentingnya penciptaan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan busana yang tidak hanya dengan keanggunan dan keunikan visual, tetapi disesuaikan dengan karakter remaja yang dinamis, segar dan elegan. Aplikasi teknik beading sebagai dekoratif utama untuk menambah nilai estetika yang dapat memperkaya cocktail dress. Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan Practice-led Research yang diklasifikasikan menjadi empat bagian yaitu pra-perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil penciptaan karya ini berupa lima karya cocktail dress dengan siluet I-line berjumlah tiga dressdan A-line berjumlah dua dress. Karya ini disajikan pada opening dance miss teenager Indonesia 2024.
-
BUNGA TELANG SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN COCKTAIL DRESS DENGAN TEKNIK EMBELLISMENTBunga telang atau Clitoria Terenatea L adalah tanaman merambat yang bisa ditemukan di pekarangan rumah. Selain dikenal dengan tanaman hias bunga telang juga dikenal sebagai tanaman yang kaya akan manfaat untuk kesehatan dan tanaman yang menghasilkan pewarna makanan. Dalam dunia busana warna dan bentuk bunga telang yang khas bisa dijadikan sebagai inspirasi dalam pembuatan busana. Maka dari penjelasan tersebut, melalui bidang mode penulis ingin mengangkat bunga telang sebagai konsep untuk penciptaan busana cocktail dress yang menggabungkan keindahan dan keunikan bunga telang, dengan fokus pada aplikasi teknik embellishment untuk memperkaya tekstur dan visual busana. Adapun penciptaan karya ini bertujuan; (1) sebagai bentuk apresiasi salah satu keindahan alam (2) meningkatkan inovasi dalam dunia fashion (3) menghasilkan karya busana yang inovatif. Metode penciptaan karya ini menggunakan metode Husen Hendriyana yang terdiri dari empat tahap yaitu pra-perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima karya busana cocktail dress yang yang dipresentasikan dalam bentuk dokumtasi foto dan video.
-
PENERAPAN KONSEP RECYCLE PADA READY TO WEAR BERGAYA COTTAGECORE DENGAN EKSPLORASI TEKNIK CROCHET DAN EMBELLISHMENTPenciptaan karya ini didasari oleh riset mengenai keberlanjutan yang semakin disadari akan kepentingannya dalam dunia fashion. Konsep recycle diangkat karena limbah fashion yang menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Penciptaan busana ini mengeksplorasi teknik crochet dan embellishment dengan konsep recycle (daur ulang) dalam perancangan ready to wear yang bergaya cottagecore. Teknik crochet menjadi trend di industri fashion dengan motif, tekstur dan detail yang unik untuk menciptakan sebuah desain. Tujuan perancangan busana ini untuk menambah bentuk visual pada ready to wear yang ramah lingkungan dan menghadirkan estetika berkesan lembut serta romantis melalui teknik kerajinan tangan. Metode yang digunakan dalam perwujudan karya ini yaitu metode Three Stage Desain Process yang berisi problem definition & research, creative exploration, dan implementation. Hasil proses pengkaryaan ini berupa 4 (empat) ready to wear bergaya cottagecore melalui aplikasi teknik crochet dan embellishment yang disajikan pada event Bandung Fashion Runaway tanggal 30 April 2025 di studio I TVRI Jawa Barat.
-
PENCIPTAAN COCKTAIL DRESS “THE RADIANT TREASURE OF KHATULISTIWA” DENGAN TEKNIK BEADING DAN DRAPINGPenciptaan cocktail dress ini dilatarbelakangi oleh penunjukan langsung direktur national Miss Teenager Indonesia kepada pengkarya untuk menciptakan cocktail dress yang memuat kekayaan alam Indonesia. Permintaan ini dieksekusi dengan menggabungkan elemen budaya dan kekayaan alam Indonesia dalam satu kesatuan koleksi Cocktail Dress The Radiant Treasure of Khatulistiwa. Padu-padan ini merupakan bentuk pendekatan holistik yang menyatukan teknik desain modern dengan kekayaan budaya lokal sehingga menghasilkan cocktail dress yang unik dan bermakna. Tujuan penciptaan karya ini selain untuk memenuhi kebutuhan event Miss Teenager Indonesia 2024 adalah untuk memperkaya bentuk cocktail dress yang menggunakan ide pemantik dari kekayaan alam Indonesia, juga menjelaskan proses perwujudan branding dan promosi karya cocktail dress. Untuk mencapai tujuan tersebut metode penciptaan yang digunakan adalah one diamond model yang diadaptasi dari double diamond model. Adapun hasil penciptaan ini berupa 4 look cocktail dress yang disajikan di Grand Final Miss Teenager Indonesia di gedung Balai Pemuda Surabaya tanggal 1 November 2024.
-
APLIKASIKAINJACQUARDMOTIFSONGKETPADAREADYTO WEARDELUXEDENGANTEKNIKPAYETDANLIPITBERGAYA VICTORIANPerkembang bentuk visual ready to wear deluxe merupakan sesuatu yang lumrah yang terjadi karna menyesuaikan dengan tren yang ada kebutuhan yang baru. Saat ini industri fashion terus berkembang mengikuti zaman sesuai ide dan gagasan desainer. Begitu juga dengan penciptaan busana tugas akhir ini. Penciptaan ini didasarkan belum banyaknya variasi busana ready to wear deluxe Victorian style yang relevan dengan tren busana saat ini. Tujuan penciptaan busana ready to wear deluxe ini adalah memperkaya koleksi busana pada ranah fashion. Adapun metode penciptaan yang digunakan adalah metode practice-led research Husen Hendriyana yang meliputi tahapan: 1) pra-perancangan, 2) perancangan, 3) perwujudan, 4) penyajian. Hasil pengkaryaan ini berupa empat ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show “BANDUNG FASHION RUNAWAY” di TVRI Jawa Barat.
-
KARAKTER PRINCESS KARINA SEBAGAI INSPIRASI READY TO WEAR DELUXE DENGAN TEKNIK EMBELLISHMENTKarakter Princess Karina dalam film The Little Mermaid versi live action menjadi inspirasi utama dalam penciptaan karya busana ready to wear deluxe. Karina digambarkan sebagai Princess dari Laut Saithe, unsur visual karakter ini diolah melalui teknik embellishment berupa teknik payet ronce dan teknik applique, yang digunakan untuk menciptakan visual dan motif yang terinspirasi dari ekor Karina. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk menerjemahkan karakter fiksi ke dalam desain busana sekaligus mengangkat mitos putri duyung. Adapun metode penciptaan karya ini menggunakan tahapan metode dari Prof. Husen Hendriyana yang terdiri dari tahap 1) pra perancangan, 2) perancangan, 3) perwujudan, dan 4) penyajian. Proses penciptaan karya ini menghasilkan empat karya ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk foto dan video dokumentasi yang menampilkan keseluruhan konsep dan desain busana.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE BERGAYA FEMININE ROMANTIC APLIKASI TEKNIK ANYAM DAN APPLIQUE INSPIRASI FILM CINDERELLAPenelitian ini berfokus pada penciptaan ready to wear deluxe inspirasi film cinderella bergaya feminine romantic aplikasi teknik anyam dan applique. Bentuk visual dan estetika keindahan busana cinderella ini menginspirasi pengkarya. Karakter feminine romantic busana cinderella yang memukau, mewah, penuh detail lembut, dan elegan digunakan sebagai inspirasi utama. cinderella merupakan kisah populer sejak awal publikasinya hingga saat ini. Kisahnya mengandung romansa dan keajaiban yang dikemas sedemikian rupa dengan pesan moral yang disukai anak-anak hingga orang dewasa. Busana cinderella direintepretasi ulang sehingga lebih sesuai untuk busana ready to wear deluxe dengan menampilkan warna pastel, motif bunga, dan detail mewah dari teknik anyam dan applique. Penciptaan ini bertujuan untuk memperkaya busana ready to wear deluxe bergaya feminine romantic melalui inovasi teknik anyam dan applique. Tujuan tersebut dicapai menggunakan metode Double Diamond dari British Design Council yang memiliki empat tahap yaitu discover, define, develop, dan deliver. Hasil penciptaan karya ini berupa empat Looks busana ready to wear deluxe yang disajikan pada event Bandung Fashion Runway pada tanggal 30 April 2025 di Studio 1 TVRI Jawa Barat.
-
KREASI APPLIQUE PAYET DAN KAIN SONGKET MOTIF FLORA PADA EVENING GOWN TOP 3 MISS CULTURAL INDONESIA 2024Penciptaan karya ini adalah dalam rangka memenuhi undangan dari founder Mister Miss Cultural Indonesia untuk pendesainan top 3 evening gown pada event Mister Miss Cultural Indonesia 2024. Pada pengkaryaan ini, menempatkan Fashion Trend 2024-2025 Recilient Reminisence sebagai ide pemantik karya. Pilihan ini didasarkan pada kebutuhan artistik yang selaras dengan penyajian karya, yakni event Mister Miss Cultural Indonesia 2024 yang didominasi warna navy dan gold yang elegan, megah, dan mewah. Oleh sebab itu padu-padan applique payet dan kain songket motif flora menjadi bagian penting dalam pengkaryaan ini, karena selain menghadirkan kesan sesuai konsep event, sekaligus menghadirkan kebaharuan bentuk evening gown yang mengeksplorasi warna navy dan gold. Tujuan pengkaryaan ini memenuhi event juga untuk memperkaya bentuk evening gown. Adapun metode yang digunakan pada pengkaryaan ini berbasis pada Frangipani, The Secret Steps of Art Fashion dari Ratna Cora. Hasil proses kreasi ini berupa tiga look evening gown yang juga disajikan pada grand final Mister Miss Cultural Indonesia 2024 di Kuningan City Mall Jakarta.
-
APLIKASI TEKNIK MANIPULASI KAIN PADA KAIN GINGHAM PATTERN DENGAN LOLITA STYLEPerkembangan dunia fashion mendorong para desainer untuk terus berinovasi dalam teknik pembuatan busana, salah satunya teknik manipulasi kain yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki nilai inovatif dan mampu bersaing di pasar global. Teknik manipulasi kain yang akan digunakan pada penciptaan ini yaitu sulaman, smock dan ruffles. Salah satu gaya busana yang banyak menggunakan teknik manipulasi kain yaitu lolita style yang memiliki ciri khas detail yang dekoratif. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan alternatif desain busana lolita yang memadukan kain gingham pattern dengan teknik manipulasi kain yang masih tergolong minim. Melalui metode penciptaan NW Ardini yang terdiri dari gagasan, konsep, desain, prototipe dan realisasi. Hasil penciptaan karya ini berupa empat busana lolita style yang disajikan dalam bentuk fashion show.
-
EKSPLORASI SHIBORI TEKNIK KACAK KOMBINASI THREE COLORS DAN APLIKASI BATIK MOTIF ANGKLUNG PADA PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXETeknik kacak adalah salah satu teknik dalam pembuatan shibori. Teknik ini pada umumnya hanya digunakan untuk menghasilkan shibori dengan satu warna. Hal inilah yang mendasari penciptaan karya ini yakni untuk menghasilkan tiga warna dalam kain shibori dengan teknik kacak. Oleh karena itu, tujuan penciptaan karya ini adalah untuk menemukan kebaruan aplikasi teknik kacak pada shibori. Hasil temuan ini kemudian digunakan sebagai material utama pada penciptaan ready to wear deluxe yang dikombinasikan dengan batik cap motif angklung sebagai pelengkap. Untuk mewujudkan karya tersebut metode penciptaan yang digunakan adalah three stage design process meliputi problem definition and research, creative exploration dan implementation. Adapun hasil dari penciptaan ini berupa 4 (empat) look karya ready to wear deluxe yang disajikan di Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC). Kata kunci: shibori, teknik kacak, ready to wear deluxe
-
ANGGADA ANDHIRAAnggada Andhira merupakan judul yang dibawakan untuk karya penataan tari sunda, berasal dari kata sangsekerta. Anggada yaitu kuat berani atau tangkas dan gesit, Andhira artinya perempuan maka Anggada Andhira mempunyai makna tersendiri yaitu perempuan kuat dan pemberani. Latar belakang karya ini terwujud berdasarkan tafsir dari cerita sejarah pendekar perempuan Nyimas Gamparan pada masa kolonial Belanda, bagaimana spirit semangat juang seorang perempuan ketika memperjuangkan hak bumi Banten agar tidak dirampas oleh kolonial belanda. Naskah sejarah tersebut kemudian ditreanformasikan kedalam garapan tari kelompok yang merujuk pada bentuk karya inovatif dengan tipe Tari dramatik dengan bentuk tari kelompok. Motif gerak yang diusung pada karya ini yaitu berakar pada gendre ibing pencak silat yang telah didistorsi dan distilisasi kembali sehingga menghadirkan bentuk yang relative memiliki karakter dan warna tersendiri. Dalam karya tari Anggada Andhira terbentuk melalui beberapa sumber diantaranya buku-buku sejarah, video dan hasil wawancara, selain sumber data juga karya ini menggunakan teori dalam tahap penataan yaitu teori kreativitas dari Wallas yang diaplikasikan dengan beberapa tahap kreatif; tahap persiapan, incubasi, iluminasi, dan tahap Verifikasi dengan metode garap Y. Sumandiyo Hadi yaitu Eksplorasi, Evaluasi, Komposisi. Terbangunya karya tari ini meliputi koreografi, musik tari dan artistik tari. Penataan dan sajian sebuah karya tidak hanya ditinjau dari bentuknya saja namun ada pesan moral yang disampaikan. Karya tari ini, memiliki pesan moral yaitu mengalah bukan berati harus terpuruk, namun kalah merupakan titik awal untuk bangkit dan memperjuangkan kembali hak yang semetinya dimiliki.
-
TARI TOPENG KLANA CIREBON GAYA SLANGITTari Topeng Cirebon merupakan suatu tarian yang berkembang di daerah Cirebon, juga menjadi salah satu media penyebaran agam Islam dengan cara bebarang dari satu tempat ketempat lainnya oleh para Wali, dari pertunjukan ini terdapat banyak gaya dan ciri khas salah satunya adalah gaya Slangit. Tari Topeng Klana merupakan tari topeng yang dipentaskan pada akhir petunjukan Topeng Cirebon. Tarian ini menggambarkan seseorang yang memiliki sifat buruk, serakah, penuh amarah dan tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, bentuk dan sikap gerak nya tegas, lebar dan kuat. Dalam penyajian ini penulis menggunakan metode Gawe Jogedan dengan langkah-langkah penyusunan koreografi, menambahankan dan pengurangan ragam gerak pengulangan, Adapun hasil dari penyajian tari Topeng Klana Cirebon gaya Slangit dengan metode Gawe Jogedan ini yaitu terciptanya bentuk sajian tari Topeng Klana Cirebon gaya Slangit yang baru tetapi tidak meninggalkan esensi yang telah ada.
