Items
-
KARUSAKANG : FENOMENA KERUSAKAN ALAM DALAM PENCIPTAAN MUSIK BERGENRE JAZZ FUSIONKarya musik Karusakang merupakan sebuah karya penciptaan seni pertunjukan musik yang bermula dari kegelisahan atas fenomena deteriorasi atau penurunan mutu lingkungan akibat dari kehidupan modern yang mengubah lanskap alami yang telah dirawat oleh masyarakat adat dan diekspresikan ke dalam bentuk karya seni. Transformasi atas fenomena kerusakan alam ke dalam komposisi musik Karusakang melibatkan dua estetika musik, yakni musik tradisional Bali sebagai representasi musik etnik dan jazz fusion sebagai representasi musik modern. Konsep dasar Karusakang berlandaskan pada gagasan memadukan jazz fusion dengan pola permainan interlocking atau kotekan yang menjadi elemen penting pada beragam jenis musik tradisional Bali. Struktur karya Karusakang menggunakan alur tiga babak yang mempertunjukkan suasana dramatik atas fenomena kerusakan alam yang tengah terjadi. Perpaduan antara permainan komunal pada kotekan dengan permainan individual pada jazz fusion mengantar pada situasi disharmonis sebagai suatu metafor dari fenomena deteriorasi alam beserta dampaknya pada pola kehidupan manusia. Ekspresi musikal yang suram pada babak terakhir dari komposisi ini menjadi sintesa atas fenomena kerusakan alam yang telah terjadi sebagai hasil dari implementasi suatu fenomena kerusakan alam di Bali, yang bertujuan untuk menimbulkan kesadaran pendengarnya akan kepedulian terhadap lingkungan.
-
STUDI INTERTEKSTUAL DALAM PERTUNJUKAN GENDING KARESMÉN SI KABAYAN JEUNG RAJA JIMBULPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur musik dan dramatik dalam pertunjukan Gending Karesmén Si Kabayan Jeung Raja Jimbul, serta menganalisis korelasi antara Karawitan Sunda, drama, dan tata rupa sebagai elemen utama pembentuk pertunjukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengungkap makna yang terkandung dalam relasi antarunsur pertunjukan. Teknik pengumpulan data meliputi studi literatur, studi dokumentasi terhadap naskah dan rekaman pertunjukan, wawancara dengan pelaku seni terkait, serta refleksi kritis terhadap proses analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karawitan Sunda menempati posisi sentral dalam struktur dramatik pertunjukan. Musik tidak hanya mengiringi, tetapi juga menandai transisi, memperkuat emosi tokoh, dan memandu ritme aksi panggung. Drama berperan sebagai narasi utama, sementara tata rupa memperkuat aspek visual yang kontekstual dengan Budaya Sunda. Ketiganya membentuk sistem multi-teks yang menciptakan komunikasi estetik terpadu, menjadikan pertunjukan ini sebagai media ekspresi budaya dan sarana pendidikan karakter berbasis tradisi.
-
LUKA TAK TERUCAPLuka Tak Terucap bertujuan untuk merepresentasikan kondisi kesehatan mental seorang ibu yang mengalami baby blues pasca melahirkan. Baby blues terjadi karena faktor lingkungan dan pengalaman hidup, namun seringkali diabaikan meski membawa dampak serius seperti kesulitan dalam merawat bayi dan hilang nya rasa percaya diri. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi kasus, wawancara, serta dokumentasi. Selain itu, metode analogi juga digunakan untuk membangun konflik dan karakter berdasarkan kisah nyata yang diadaptasi secara dramatik. Naskah yang berjudul Luka Tak Terucap terdiri atas 3 babak dengan total 37 adegan dan mengusung genre tragedi. Struktur dramatik nya mengacu pada Aristoteles, serta menerapkan gaya realisme psikologis dengan sentuhan surealisme. Tokoh utama yang bernama Rana adalah seorang ibu muda yang membawa luka masa lalu nya ke dalam kehidupan rumah tangga dan peran nya sebagai ibu, hingga memengaruhi kestabilan mental nya setelah melahirkan. Naskah ini menggambarkan perjalanan emosional tokoh dalam menghadapi tekanan sosial, trauma batin, hingga upaya penyembuhan diri. Naskah ini mengandung unsur dramatik seperti konflik, suspense, curiosity, dan surprise untuk memangun intensitas cerita. Karya ini diharapkan dapat menghadirkan ruang refleksi sekaligus edukasi bagi masyarakat tentang penting nya kesehatan mental ibu pasca melahirkan, serta mengurangi stigma terhadap ibu yang mengalami baby blues. Naskah ini juga menjadi bentuk ekspresi yang membuka dialog empati mengenai pentingnya dukungan emosional bagi para ibu.
-
KONSEP TOKOH THOMAS PATTIWAEL DALAM NASKAH JAM DINDING YANG BERDETAK KARYA NANO RIANTIARNOTugas Akhir ini mengkaji proses pemeranan tokoh Thomas Pattiwael, seorang kepala keluarga berdarah Ambon, dalam naskah Jam Dinding yang Berdetak karya Nano Riantiarno. Naskah ini menggambarkan realitas kemiskinan, keterpinggiran, dan tekanan sosial yang dialami satu keluarga Ambon di tengah kondisi yang tidak adil. Thomas, sebagai tokoh Ayah digambarkan mengalami krisis moral dan batin dalam menghadapi tekanan hidup yang keras. Pemeranan dilakukan dengan menggunakan metode akting dari Suyatna Anirun, melalui olah tubuh, rasa, dan olah vokal, yang menekankan kejujuran ekspresi dan kedalaman emosi. Hasil akhir menampilkan sosok Thomas secara utuh dan menyentuh, sebagai cerminan perjuangan hidup kelompok yang termarjinalkan. Karya ini menjadi kontribusi dalam pengembangan praktik pemeranan berbasis pengalaman sosial dan identitas kultural.
-
PENCIPTAAN BUSANA READY TO WEAR DELUXE STYLE FEMININE ROMANTIC BERKONSEP ZERO WASTE DENGAN TEKNIK PLEATS DAN EMBELLISHMENT BUNGAIndustri fashion merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap limbah tekstil, sehingga dibutuhkan solusi inovatif yaitu proses penciptaan busana yang ramah lingkungan. Konsep zero waste hadir sebagai metode pada pemanfaatan sisa bahan kain agar tidak terbuang sia-sia. Penerapan teknik embellishment berbasis zero waste ini mampu menjadi salah satu solusi inovatif dalam memanfaatkan sisa bahan menjadi elemen dekoratif untuk busana dengan gaya feminine romantic dan menambahkan teknik pleats pada karya busananya. Metode penciptaan karya ini menggunakan teori Practice-Ied Research yang terdiri dari tahap pra-perancangan (pencarian sumber ide, konsep dan tujuan penciptaan), perancangan (rancangan desain karya), perwujudan (mewujudkan karya) dan penyajian. Karya yang ditampilkan berupa lima karya busana ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show.
-
PENCIPTAAN MOTIF ORNAMEN ARSITEKTUR MELAYU DI RIAU DENGAN TEKNIK BORDIR PADA READY TO WEAR DELUXEPenciptaan ready to wear deluxe ini terinspirasi dari warisan budaya motif ornamen rumah Melayu di Riau khususnya pucuk rebung dan selembayung yang wujudnya mengalami transformasi ke dalam motif utama dengan teknik bordir. Penciptaan ini berkiblat pada trend fashion 24/25 New Spirit sub Soulful. Penciptaan ini menggunakan metode penciptaan yang meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan yang menghasilkan enam looks karya busana ready to wear deluxe yang disajikan pada perhelatan fashion show di Jogja Fashion Parade (JFP) 2025 dengan tema besar Parallel Aesthetic. Harapannya hasil pengkaryaan ini bisa menambah keberagaman motif teknik bordir dan busana ready to wear deluxe juga kecintaan masyarakat pada warisan budaya khususnya generasi muda.
-
PENCIPTAAN BATIK TULIS MOTIF SEUNGIT DAUN TEH DAN PENGAPLIKASIAN PADA READY TO WEAR DELUXE DENGAN EDGY STYLEPenciptaan batik tulis motif seungit daun teh bertujuan mengembangkan batik dengan inspirasi keindahan alam hamparan kebun teh di Ciwidey. Motif dirancang menggunakan elemen meliputi pohon, daun, bunga, dan buah teh. Proses ini juga memanfaatkan teknik celup dengan pewarnaan alami yang dibuat dari daun teh. Penciptaan ini menggunakan metode Sukaya, meliputi pencarian ide dan gagasan, pendalaman dan pengembangan, berkarya dan perwujudan. Koleksi ini dirancang mengikuti tren indie rebellion dengan subtema Edgy Autentik, menampilkan potongan sruktural dan detail asimetris. Karya ini memadukan tradisi inovasi modern untuk memperluas apresiasi batik di pasar global, serta menunjukan bagaimana budaya lokal dan global dapat bersinergi. Diharapkan dapat menghasilkan fashion yang unik dan memiliki tren di masa depan. Hasil pengkaryaan ini disajikan dalam bentuk fashion show di Bandung Fashion Runway (BFR) dengan lima look ready to wear deluxe, yang harmoni antara elemen budaya lokal dan desain modern.
-
PENERAPAN CONVERTIBLE FASHION PADA READY TO WEAR DELUXE APLIKASI EMBELLISHMENT RESIN DAN FABRIC PAINTING INSPIRASI SPIDER LILYIndustri mode berinovasi dengan konsep convertible fashion untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan fleksibilitas dan keberlanjutan. Penciptaan karya ini mengeksplorasi penerapan konsep tersebut pada koleksi ready to wear deluxe melalui aplikasi embellishment resin dan fabric painting yang terinspirasi spider lily. Urgensi penciptaan karya ini terletak pada potensi peningkatan efisiensi konsumsi, perpanjangan siklus hidup pakaian, serta penawaran nilai fungsional dan estetika yang lebih tinggi. Adapun tujuannya adalah untuk menghasilkan koleksi busana inovatif, serbaguna, dan artistik melalui penggabungan convertible fashion dengan teknik embellishment resin dan fabric painting inspirasi spider lily . Untuk mencapai tujuan tersebut, penciptaan karya ini menggunakan pendekatan design thinking yang terdiri dari lima tahap, yakni: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pendekatan ini kemudian diadaptasi menjadi enam tahap dengan menambah tahap forming, sehingga bisa disebut design thinking plus. Hasilnya adalah tiga look karya busana utama yang dapat dipadupadankan menjadi sembilan tampilan berbeda yang menawarkan fleksibilitas gaya bagi pemakainya.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR INSPIRASI TERUMBU KARANG INDOPHYLLIA MACASSARENSIS DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING DAN PLEATSIndustri fashion merupakan salah satu sektor yang senantiasa mengalami perkembangan. Inovasi dan kreativitas sumber ide berperan penting dalam menghasilkan karya yang menarik dan inovatif di dunia fashion yang semakin bersaing. Pada penciptaan ini, sumber ide terinspirasi dari salah satu terumbu karang yang tumbuh di perairan Indonesia Indophyllia macassarensis, yakni terumbu karang yang terancam punah yang memiliki keunikan visual dan lokasi geografisnya memberikan potensi untuk dieksplorasi sebagai sumber inspirasi motif. Tujuan penciptaan karya ini adalah menambah keberagaman bentuk koleksi ready to wear dengan teknik digital printing dan pleats. Digital printing dipilih karena dapat memvisualisasikan motif Indophyllia macassarensis lebih jelas. Pleats dipilih untuk memberikan kesan dimensi dan tekstur menarik pada busana. Adapun metode penciptaan memiliki lima tahapan yaitu gagasan, konsep, rancangan, prototipe, dan eksekusi. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima tampilan busana ready to wear yang disajikan dalam bentuk fashion show di Bandung Fashion Runway 2025, TVRI Jawa Barat.
-
Siti Hasunah SaniahPenciptaan karya tugas akhir ini dilatarbelakangi oleh fenomena penangkapan ikan ilegal menggunakan kapal pukat harimau (trawl) di perairan Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Aktivitas ilegal ini dilakukan oleh nelayan dari luar daerah tanpa izin resmi, yang berdampak merusak habitat biota laut, terumbu karang, serta mengganggu keseimbangan ekosistem laut di wilayah tersebut. Karya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan tersebut melalui media fashion yang berkelanjutan dan artistik, dengan menyasar segmen pasar yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Teknik nui shibori yang merupakan metode pewarnaan kain dengan cara dijahit dan diikat sebelum dicelup, dipilih karena mampu menghasilkan motif alami yang estetis. Teknik macrame ditambahkan untuk memperkaya tekstur dan memberikan nilai dekoratif yang khas. Inspirasi visual diperoleh dari bentuk, warna, dan biota laut seperti penyu, ikan, dan rumput laut. Metode penciptaan dilakukan melalui tahapan pra-perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian.Karya ini menghasilkan empat busana ready to wear deluxe yang merepresentasikan eksplorasi teknik tekstil tradisional dalam pendekatan desain modern dan ramah lingkungan. Pembuatan karya ini tidak hanya menawarkan inovasi visual dan teknis dalam dunia fashion, tetapi juga berfungsi sebagai media kampanye isu lingkungan maritim.
-
KONSEP RECYCLE DAN UPCYCLE DENIM PADA READY TO WEAR DELUXE EDGY STYLE APLIKASI HANDPAINTING INSPIRASI MAWAR BIRUPenelitian ini didasarkan pada pengembangan kreativitas dan inovasi yang berfokus penerapan konsep recycle dan upcycle denim pada busana edgy style aplikasi teknik handpainting inspirasi mawar biru. Konsep recycle dan upcycle pada perancangan busana dapat menjadi upaya untuk mendukung industri busana yang berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan nilai fungsi dan ekonomi dari limbah denim. Material denim memiliki estetika warna yang dapat direpresentasikan melalui bentuk visual dari bunga mawar biru. Tujuan penelitian ini adalah menambah inovasi dan estetika bentuk visual pada koleksi busana edgy style yang dapat meningkatkan nilai fungsi berkelanjutan dan ekonomi dari limbah pakaian. Penelitian ini menggunakan metode double diamond atau model berlian ganda, yaitu kerangka kerja desain yang membagi proses kreatif menjadi empat tahap: discover (menemukan), define (mendefinisikan), develop (mengembangkan), dan deliver (menyampaikan). Hasil proses penciptaan ini berupa empat busana ready to wear deluxe disajikan pada event Bandung Fashion Runway tanggal 30 April 2025 di Studio 1 TVRI Jawa Barat.
-
APLIKASI BATIK, BUNGA TULIP, DAN SHIBORI PADA READY TO WEAR DELUXEPenciptaan ready to wear deluxe ini didasari oleh fakta empirik, bahwa koleksi ready to wear deluxe yang secara harmonis menggabungkan unsur budaya Jepang (shibori), warisan budaya Indonesia (batik), dan representasi visual tanaman ikonik Belanda (bunga tulip) belum ada. Oleh sebab itu, riset penciptaan ini bertujuan untuk menghdirkan inovasi pada ready to wear deluxe dengan mengeksplorasi potensi sinergis dari ketiga elemen di atas melalui teknik embellishment. Urgensinya adalah selain bisa menjadi media diplomasi budaya melalui fesyen, riset ini dapat memperkaya khazanah desain fesyen dengan perspektif global yang unik, sekaligus melestarikan dan mengaplikasikan teknik tradisional dalam konteks kontemporer. Metode penciptaan yang digunakan adalah Double Diamond Model, yang meliputi tahap discover, define, develop, dan deliver. Hasil dari riset penciptaan ini adalah terciptanya empat ready to wear deluxe yang inovatif dan relevan dengan pasar fesyen mewah saat ini. Koleksi ini disajikan pada even Indonesia Internasional Muslim Fashion Festival (IN2MF) 2024 di Jakarta Convention Centre.
-
HYACINTH MACAW SEBAGAI INSPIRASI EVENING GOWN DENGAN PENERAPAN EMBELLISHMENTHyacinth macaw (Anodorhynchus hyacinthinus) merupakan salah satu jenis burung yang hidup di wilayah tropis Amerika Selatan. Burung ini memiliki daya tarik visual yang terdapat pada warna bulunya, dan kerap dijadikan sumber inspirasi dalam dunia fashion, terutama untuk kostum artwear. Berdasarkan hasil riset, belum ditemukannya transformasi burung tersebut ke dalam inpirasi rancangan evening gown yang menerapkan teknik embellishment. Oleh karena itu, tujuan penciptaan ini adalah menemukan bentuk inovatif dari transformasi visual Hyacinth Macaw ke dalam rancangan evening gown dengan penerapan teknik embellishment. Selain karena keindahannya, burung ini dipilih karena statusnya yang termasuk dalam daftar terancam punah (red list) menurut IUCN (2016), sehingga karya ini diharapkan menjadi sarana kampanye pelestarian fauna. Proses penciptaan menggunakan metode Kreasi Artistik dari Prof. Dharsono yang meliputi tiga tahap: eksperimen, perenungan, dan pembentukan, dengan hasil akhir berupa tiga busana evening gown yang disajikan dalam bentuk fashion show serta video sinematik.
-
PENCIPTAAN KEBAYA MODERN DENGAN APLIKASI PAYET INSPIRASI KEINDAHAN PANTAI DI KABUPATEN GARUTKabupaten Garut terkenal dengan keindahan alam pantainya yang memukau, dengan gelombang ombak yang indah dan alam yang masih asri. Hal tersebut menjadi inspirasi penulis untuk menciptakan karya seni yang bertujuan menambah perbendaharaan bentuk motif payet pada kebaya modern. Kebaya modern dipilih sebagai kanvas yang sempurna untuk mengaplikasikan motif-motif payet yang terinspirasi dari keindahan pantai di kabupaten Garut. Pengkaryaan ini dilatarbelakangi oleh dua hal utama: pertama, belum adanya penciptaan motif payet yang secara khusus terinspirasi dari keindahan Pantai di kabupaten Garut; dan kedua, belum adanya penerapan motif payet tersebut pada busana kebaya modern. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperkaya khazanah motif payet serta karya busana kebaya modern di Indonesia. Metode yang digunakan adalah eksplorasi, penciptaan, dan perwujudan. Hasil pengkaryaan ini berupa delapan karya Ready To Wear Deluxe merujuk trendforecast co exist the soul searches berupa busana kebaya modern yang disajikan dengan bentuk Fashion Show pada event Jogja Fashion Trend 2024.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI BUNGA BANGKAI SUWEG DENGAN TEKNIK BORDIR DAN BEADINGPerkembangan industri fashion saat ini tidak hanya menuntut keindahan visual dan inovasi, tetapi juga mendorong adanya nilai keberlanjutan, kultural, dan kekayaan lokal yang dapat diangkat melalui karya desain. Telah banyak produk fashion yang terinspirasi dari flora, salah satunya bunga bangkai suweg, bunga bangkai suweg menjadi inspirasi dan belum banyak desainer yang mengaplikasikan bunga bangkai suweg ini ke dalam busana ready to wear deluxe. Proses desain dan produksi dilakukan dengan mengaplikasikan teknik bordir dan beading untuk memberikan detail yang elegan dan bernilai seni tinggi pada setiap busana. Koleksi busana yang dihasilkan mencerminkan keindahan alam dan untuk memenuhi kebutuhan pasar evening gown. Koleksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri mode Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal di kancah internasional. Adapun metode penciptaan karya ini menggunakan metode Practice-Led Research Gustian Rachmadi yang terdiri dari empat tahapan yaitu pra perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima karya ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show di TVRI Jabar.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI BUNGA BANGKAI SUWEG DENGAN TEKNIK BORDIR DAN BEADINGPerkembangan industri fashion saat ini tidak hanya menuntut keindahan visual dan inovasi, tetapi juga mendorong adanya nilai keberlanjutan, kultural, dan kekayaan lokal yang dapat diangkat melalui karya desain. Telah banyak produk fashion yang terinspirasi dari flora, salah satunya bunga bangkai suweg, bunga bangkai suweg menjadi inspirasi dan belum banyak desainer yang mengaplikasikan bunga bangkai suweg ini ke dalam busana ready to wear deluxe. Proses desain dan produksi dilakukan dengan mengaplikasikan teknik bordir dan beading untuk memberikan detail yang elegan dan bernilai seni tinggi pada setiap busana. Koleksi busana yang dihasilkan mencerminkan keindahan alam dan untuk memenuhi kebutuhan pasar evening gown. Koleksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri mode Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal di kancah internasional. Adapun metode penciptaan karya ini menggunakan metode Practice-Led Research Gustian Rachmadi yang terdiri dari empat tahapan yaitu pra perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil proses penciptaan karya ini berupa lima karya ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show di TVRI Jabar.
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE APLIKASI TEKNIK PRINTING DAN TUCKING INSPIRASI PATUNG BATU HIU PANGANDARANPenciptaan ini menggambarkan proses kreatif dalam penciptaan ready to wear deluxe aplikasi teknik printing dan Tucking yang terinspirasi dari Patung Batu Hiu Pangandaran. memiliki bentuk visual yang menyerupai ikan hiu. Patung ini sudah dikenal masyarakat, namun belum ada yang menjadikannya sebagai inspirasi penciptaan motif kain printing. Motif ini diaplikasikan pada Ready to wear deluxe yang belum banyak dilakukan oleh perancang lain. Tujuan penciptaan ini adalah memperkaya koleksi Ready to wear deluxe dengan teknik Printing dan Tucking inspirasi Patung Batu Hiu dalam bidang fashion Indonesia. Penciptaan busana dalam penelitian ini menggunakan teori penciptaan seni dari Dharsono yang terdiri dari tiga tahap yaitu Eksperimen, perenungan dan pembentukan. Hasil proses penciptaan ini berupa empat look Ready to wear deluxe yang disajikan pada tanggal 30 april 2025 di studio 1 TVRI Jawa Barat.
-
KARAKTER TOKOH CANDYLAND SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN ARTWEARPenciptaan artwear ini terinspirasi dari karakter ikonik dalam permainan papan Candyland, yakni Princess Lolly, Gramma Nutt, dan Princess Frostine. Tujuannya adalah menghadirkan kebaruan bentuk artwear yang ekspresif dan inovatif melalui pendekatan desain yang eksperimental dan konseptual. Adapun metode penciptaan yang digunakan adalah eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Metode penciptaan yang digunakan untuk mewujudkan koleksi artwear ini adalah eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil riset penciptaan ini adalah tiga artwear yang secara visual dan konseptual merepresentasikan interpretasi atas ketiga karakter tokoh dalam Candyland di atas. Ketiga artwear ini disajikan di studio TVRI Jawa Barat pada tanggal 30 April 2025 dengan tajuk Bandung Fashion Runway dan ditanyangkan tanggal 3 Mei 2025
-
PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI KUTUKAN KEONG EMAS PADA TOKOH PUTRI CANDRAKIRANA DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING DAN SLASHING TUCKING FABRICIndonesia mempunyai banyak tokoh putri dongeng yang unik di setiap ceritanya, namun sayangnya pengemasan tokoh nya itu sendiri kurang menarik dari segi animasi visualnya. Hal ini menyebabkan kurangnya minat masyarakat pada tokoh-tokoh maupun cerita dongeng tradisional Indonesia. Salah satu tokoh putri dongeng di Indonesia adalah Putri Candrakirana yang dikutuk menjadi keong emas. Kutukan keong emas yang terjadi pada Putri Candrakirana dijadikan inspirasi motif kain digital printing karena memiliki visual yang unik. Motif tersebut dikembangkan menjadi busana Ready To Wear Deluxe dengan tambahan teknik slashing tucking fabric. Tujuannya adalah untuk menambah khasanah Ready To Wear Deluxe yang memadukan unsur tokoh dongeng tradisonal Indonesia dengan teknologi modern yang diharapkan dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Metode Penciptaan yang digunakan yaitu Practice-led Research yang terbagi menjadi empat tahapan yaitu pra-perancangan, perancangan, perwujudan dan penyajian. Hasil karya berjumlah 5 Ready To Wear Deluxe yang disajikan dalam bentuk video, foto dan ditampilkan pada fashion show yang diselenggarakan oleh Bandung Fashion Runaway 2025.
-
READY TO WEAR DELUXE INSPIRASI IKAN BETTA HALFMOON ROSETAIL DENGAN TEKNIK 3D PAYET DAN FLOUNCE PLEATEDPerkembangan trend fashion yang dinamis sangat mempengaruhi inovasi bentuk pada busana, inspirasi sering kali lahir dari keindahan alam dan fenomena di sekitarnya. Penciptaan karya tugas akhir berupa ready to wear deluxe yang terinspirasi dari bentuk dan keindahan ikan halfmoon rosetail. Kekaryaan ini dipilih untuk menambah koleksi baru pada ranah fashion, sekaligus memberikan kesadaran reflektif agar masyarakat lebih bijak dalam memilih hobi. Penelitian ini bertujuan menciptakan busana ready to wear deluxe yang terinspirasi dari pola unik pada sirip ikan betta halfmoon rosetail dengan lipatan-lipatan yang artistik. Sebagai bentuk inovasi baru, penciptaan ini menggabungkan beberapa teknik surface, yaitu 3D payet dan flounce pleated. Metode penciptaan yang digunakan menggunakan pendekatan three stage design process milik LaBat & Sokolowski yang terdiri dari definition & research, creative exploration, dan implementation. Hasil akhir berupa tiga koleksi ready to wear deluxe yang ditampilkan dalam acara Bandung Fashion Runway di TVRI Bandung.
-
TERUMBU KARANG PLEROGYRA SINUOSA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN BUSANA ART OF BEAT STYLE DENGAN TEKNIK BOILED SHIBORI DAN CORDINGPerkembangan fashion di Indonesia semakin maju berkat desainer yang terus mengembangkan dan menciptakan ide – ide kreatif dan inovatif. Dalam penciptaan karya ini, menggunakan teknik manipulasi kain untuk menghasilkan busana Art of Beat style yang inovatif dan berdaya saing. Konsep dasar penciptaan ini mengadaptasi boiled shibori dan cording, karena belum banyak diaplikasikan pada karya fashion bernuansa modern oleh para desainer sebelumnya. Ide penciptaan karya ini mengangkat proses eksplorasi bentuk, pola dan tekstur pada kain untuk menciptakan perpaduan visual yang baru dan unik. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah mengeksplorasi teknik boiled shibori dan cording dalam pengembangan desain permukaan kain yang terinspirasi dari bentuk dan tekstur terumbu karang plerogyra sinuosa. Melalui penciptaan karya ini, diharapkan dapat menghasilkan inovasi baru dalam gaya Art of Beat yang memiliki nilai estetika tinggi serta memberikan kontribusi pada perkembangan fashion. Metode penciptaan yang digunakan mengadaptasi metode kreativitas Alma M. Hawkins, yang mencakup tiga tahap utama yaitu eksplorasi, improvisasi, dan forming. Hasil dari proses penciptaan ini berupa lima look busana Art Of Beat style yang disajikan dalam bentuk fashion show pada acara Bandung Fashion Runway 2025.
-
PENCIPTAAN EVENING GOWN INSPIRASI BUNGA TUNJUNG DENGAN TEKNIK APPLIQUE DAN DIGITAL PRINTINGIndustri fashion terus berkembang dengan tuntutan inovasi desain yang menggabungkan warisan budaya dan teknologi modern. Penciptaan ini bertujuan untuk menghadirkan evening gown yang terinspirasi dari keindahan dan simbolisme bunga tunjung (nymphaea) melalui penggabungan teknik applique dan digital printing. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya diversifikasi sumber inspirasi desain busana, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan detail visual, serta pelestarian nilai-nilai budaya melalui interpretasi kontemporer. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian inspirasi flora lokal yang khas dengan teknik applique yang diperkaya oleh detail digital printing, yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks evening gown. Metode penelitian menggunakan Double diamond model yang meliputi tahap discover, define, develop, dan deliver. Hasil penelitian ini berupa 3 evening gown dengan detail applique bunga tunjung yang diperkaya dengan tekstur dan warna melalui digital printing,. Karya ini disajikan pada Bandung Fashion Runway 2025 di TVRI Jawa Barat.
-
PENCIPTAAN COCKTAIL DRESS APLIKASI TEKNIK EMBELLISHMENT INSPIRASI KUPU-KUPU SILVERY BLUEPenelitian ini berfokus pada penciptaan cocktail dress aplikasi teknik embllishment berbentuk sayap kupu-kupu jenis Silvery Blue. Hal ini didasarkan pada pengamatan emperik bahwa jarang dijumpai cocktail dress yang terinspirasi dari kupu-kupu yang berwarna silver dan biru elektrik di Indonesia. Silvery Blue memiliki bentuk visual dengan sayap sederhana yang indah estetis juga memiliki ciri warna biru elektrik yang selaras dengan konsep penciptaan cocktail dress. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penciptaan karya ini adalah untuk menghadirkan kebaruan bentuk cocktail dress bernilai estetis yang terinspirasi dari kupu-kupu silvery blue dalam ranah inovasi dan kreatifitas pada bidang fashion Indonesia. Adapun metode yang digunakan untuk penciptaan karya ini adalah metode Hawkins yang dimodifikasi oleh Soedarsono yaitu eksplorasi, eksperimentasi, perwujudan dan evaluasi. Hasil dari penciptaan busana ini berjumlah lima cocktail dress yang disajikan pada event Miss Teenager Indonesia 2024 di Surabaya pada tanggal 1 November 2024.
-
SIMBOL SEL DARAH MANUSIA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN READY TO WEAR DELUXE DENGAN TEKNIK PATCHWORK DAN PRINTINGPenciptaan karya tugas akhir ini terinspirasi dari pengamatan pengkarya terhadap bentuk visual eritrosit manusia, yang masih jarang dijadikan sumber inspirasi dalam dunia fesyen, khususnya dalam desain busana ready to wear deluxe. Visual eritrosit dinilai memiliki nilai estetika yang menarik, sehingga pengkarya memadukan elemen sains dan seni untuk menciptakan karya busana yang unik. Penciptaan ini bertujuan memperkaya pengembangan teknik patchwork dan motif printing, termasuk penerapan tekstur, warna, dan bentuk. Proses penciptaan melibatkan tahap eksplorasi, perancangan, hingga perwujudan karya yang menghasilkan enam look ready to wear deluxe. Koleksi ini menampilkan aplikasi teknik patchwork dan motif printing yang diintegrasikan secara estetis dalam setiap busana, yang akan dipresentasikan melalui acara fashion show.
-
PEMANFAATAN LIMBAH SARUNG TENUN MAJALAYA TEKNIK PATCHWORK DAN QUILTING MOTIF IKAN MAS PADA READY TO WEAR DELUXEPenciptaan karya ini didasari riset oleh pengkarya, bahwa karya ready to wear deluxe (rtw deluxe) dengan konsep pemanfaatan limbah kain sarung tenun Majalaya dengan teknik patchwork dan quilting motif ikan mas, belum pernah dibuat oleh desainer sebelumnya. Berdasarkan riset tersebut, pengkarya tertarik untuk mengangkat limbah kain sarung tenun Majalaya pada rtw deluxe karena materialnya yang unik dan merupakan kain wastra nusantara yang memiliki nilai budaya. Teknik patchwork dan quilting dipilih karena dapat menghasilkan pola baru dari limbah kain dan dapat menvisualisasikan bentuk ikan mas sebagai fauna komoditi dari Majalaya. Tujuan penciptaan karya ini adalah menambah alternatif pengolahan limbah kain sarung tenun Majalaya, serta memperkaya bentuk rtw deluxe terutama pada pengolahan daur ulang limbah kain sarung tenun Majalaya dengan penerapan teknik patchwork dan quilting. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya, mengacu pada metode Ardini, yaitu: gagasan, konsep, rancangan, prototype, dan realisasi karya. Hasil dari proses penciptaan ini adalah empat busana ready to wear deluxe yang disajikan dalam bentuk fashion show di TVRI Jawa Barat.
