Items
-
PENERAPAN TEKNIK LOW KEY PADA KAMERA UNTUK MENDUKUNG METAFORA VISUAL DALAM FILM PENDEK SWITCHING SIDEFilm pendek Switching Side menggunakan teknik Low Key Lighting untuk menciptakan atmosfer horor yang mendalam. Teknik pencahayaan ini digunakan untuk menggambarkan ketegangan, konflik batin, dan metafora visual yang mengarah pada tema pengorbanan, penyesalan dan dilemma sosial. Penelitian ini mengaplikasikan metode sinematografi yang terdiri dari tiga tahap: persiapan produksi, perekaman, dan evaluasi. Dalam persiapan, konsep visual dirancang dengan fokus pada pemilihan pencahayaan dan komposisi yang mendukung cerita. Selama perekaman, pencahayaan rendah diterapkan untuk menciptakan bayangan tajam yang mengarah pada penekanan karakter dan elemen penting dalam adegan. Pada tahap evaluasi, hasil rekaman disempurnakan dalam proses pasca-produksi untuk menjaga atmosfer yang gelap dan misterius. didukung oleh mood and look dengan dominasi warna dingin bernuansa kehijauan yang memperkuat atmosfer suram dan penuh ketegangan. Komposisi dan pergerakan kamera dirancang untuk mempertegas konflik emosional, sementara elemen seperti pencahayaan, latar, properti, tata rias, dan kostum dirancang secara sinematik untuk merepresentasikan konsep naratif. Hasilnya menunjukkan bahwa Low Key Lighting efektif dalam memperkuat tema horor, memperdalam pengalaman emosional penonton, dan mendukung metafora visual yang tercipta melalui kontras cahaya dan bayangan.
-
PENCAK SILAT SEBAGAI KEBUDAYAAN DALAM BENTUK FOTOGRAFI DOKUMENTER GARUDA AMARTAPencak Silat, kerap menjadi perbincangan hangat dikarenakan beberapa oknum yang menyalah gunakan ilmu hasil pembelajaran yang telah dituai dari pencak silat. Hal tersebut memberi dampak buruk dan mengurangi kepercayaan kepada masyarakat umum, beberapa menganggap pencak silat hanya sebuah kegiatan yang membuang-buang tenagadan waktu. Namun, banyak orang tidak mengerti dan tidak memahami kedalaman atau nilai nilai positif yang ada pada pencak silat itu sendiri baik dalam bentuk keindahan secara gerakan, sifat ataupun pengaplikasian dari ilmu pencak silat itu sendiri. Pada karya fotografi ini menampilkan keindahan gerak serta memberikan pengetahuan melalui pencak silat garuda amarta, dengan tujuan untuk memberikan visualisasi pencak silat supaya tidak lagi adanya hal negatif yang berkeliling pada fikiran masyarakat umum. Pada karya foto “Garuda Amarta” telah terjadi berbagai riset yang menggunakan metode penelitian kualitatif dan visualisasikan pesilat dengan segala keindahan geraknya dalam bentuk jurus-jurus atau pun dalam bentuk perjalanan fisik yang telah ditempuh.
-
PENGUATAN TRAUMATIK PADA KARAKTER SKENARIO FIKSI “DI AMBANG PILU”Skenario fiksi berjudul Penguatan Traumatik Pada Karakter Dalam Skenario Fiksi “Di Ambang Pilu” mengangkat tema tentang kehidupan nyata seorang wanita bernama Talia, yang diolah menjadi karya fiksi. Skenario ini menceritakan perjuangan Talia yang bercita - cita menjadi guru, namun harus menghadapi tantangan berupa kondisi kelainan yang memaksanya mengorbankan impian tersebut. Untuk memperkuat narasi, penelitian ini melibatkan wawancara dengan beberapa masyarakat setempat serta penambahan unsur fiksi melalui karakter dan adegan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kualitat i f, yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami fenomena sentral melalui wawancara dengan partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan karakter traumatik Talia dilakukan dengan menghadirkan latar belakang trauma akibat pelecehan oleh ayah tirinya, yang menyebabkan gangguan hiperseksualitas. Pengembangan karakter tersebut digambarkan melalui perubahan emosional yang signifikan, di mana Talia berjuang mengatasi rasa malu, kesepian, dan ketidakberdayaan yang membayangi kehidupannya. Teknik flashback digunakan untuk mengungkap asal mula trauma Talia, memberikan kedalaman emosional dan memperkuat konflik internal yang ia hadapi. Penerapan struktur tiga babak pada skenario ini adalah cerita berkembang secara efektif. Skenario Film ini tidak hanya menampilkan sisi dramatis dari perjuangan seorang wanita dengan masa lalu yang kelam, tetapi juga menyentuh tema penyembuhan dan pemulihan dari trauma, dengan struktur tiga babak yang mendukung pengembangan karakter dan alur cerita secara efektif.
-
MEMBANGUN KEDEKATAN EMOSIONAL MELALUI TEKNIK HANDHELD CAMERA DAN POINT OF VIEW SHOT DALAM PENATAAN KAMERA FILM DOKUMENTER SECANGKIR LESTARIAlih fungsi lahan di kawasan Puncak, Bogor, untuk pariwisata dan komersial telah menyebabkan degradasi lingkungan serius, seperti deforestasi, penurunan resapan air, serta peningkatan banjir dan longsor. Sebagai solusi, Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao mengembangkan sistem agroforestri kopi yang mendukung restorasi ekosistem dan ketahanan ekonomi masyarakat lokal. Film dokumenter Secangkir Lestari bertujuan merekam dan menyuarakan upaya tersebut, serta meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya konservasi berbasis komunitas. Dalam produksi ini, peran yang diambil adalah sebagai Director of Photography (DoP), yang merancang dan mewujudkan konsep visual guna mendukung pesan naratif. Metode penciptaan menggunakan pendekatan partisipatif, dengan teknik handheld camera, point-of-view shot, dan komposisi visual yang merefleksikan keterhubungan manusia dan alam. Peran sinematografi menjadi media edukasi visual dalam Secangkir Lestari. Melalui metode kualitatif berupa observasi langsung dan wawancara mendalam, teknik handheld dan POV memperkuat keterlibatan emosional serta menciptakan pengalaman menonton yang imersif. Visual yang dihasilkan lebih dekat dan dinamis, menampilkan realitas keseharian masyarakat secara organik dan memperkuat ikatan antara subjek dan penonton. Dokumenter ini mengusung konsep visual storytelling sebagai alat komunikasi efektif untuk meningkatkan kesadaran publik tentang konservasi lingkungan dan mendorong kolaborasi dalam pengelolaan agroforestri kopi secara berkelanjutan
-
PERGERAKAN KAMERA DINAMIS UNTUK MEMPERKUAT DINAMIKA KARAKTER DALAM FILM “BENEATH THE SURFACE OF THE MIND’S EYE ”Beneath the Surface of the Mind’s Eye merupakan film fiksi pendek yang menyoroti isu kesehatan mental pada remaja melalui pendekatan visual yang kuat. Cerita berfokus pada seorang remaja yang mengalami tekanan emosional dan krisis identitas, yang divisualisasikan melalui teknik sinematografi dinamis dan ekspresif. Penggunaan gerakan slow track in/out memperkuat nuansa keterasingan dan pencarian jati diri, sementara teknik handheld camera menciptakan kesan labil dan cemas—merefleksikan gejolak batin yang tidak menentu. Transisi antara dunia nyata dan imajinasi diperkuat lewat gerakan pan horizontal, yang merepresentasikan pergeseran perspektif karakter terhadap realitas. Teknik Handheld juga dibeberapa scene digunakan untuk membawa penonton lebih dekat ke momen-momen emosional yang intens, sedangkan closeup menekankan ekspresi wajah yang menyiratkan konflik internal. Seluruh pendekatan visual ini tidak hanya membentuk estetika film, tetapi juga menjadi medium penceritaan tematik yang mendalam dan emosional. Secara visual, film ini memadukan nuansa warna hangat dan biru dingin sebagai simbol dari benturan antara kenyataan dan ilusi. Elemen seperti ruang kosong, pencahayaan dramatis, tata latar, serta properti dipilih secara cermat sebagai bagian dari mise-enscene untuk menciptakan atmosfer psikologis yang kuat. Melalui perpaduan visual dan narasi yang terarah, film ini berupaya menyuguhkan pengalaman sinematik yang menyentuh, reflektif, serta relevan dengan kondisi psikologis remaja masa kini.
-
OPTIMALISASI MANAJEMEN PADA TAHAPAN PRA-PRODUKSI “MALAM BENCANA YANG TIDAK DIRENCANAKAN DARI PEMANGGUNGAN BENCANA YANG DIRENCANAKAN”Manajemen produksi film merupakan salah satu aspek krusial dalam industri perfilman yang melibatkan berbagai elemen mulai dari perencanaan hingga eksekusi. Di tengah kompleksitas produksi, produser memainkan peran sentral dalam memastikan kelancaran jalannya proyek, baik dari sisi administratif, kreatif, maupun finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan peran produser dalam manajemen produksi film khusus nya pada Pra Produksi dengan fokus pada strategi pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, serta timeline produksi yang efektif. Pra Produksi adalah langkah awal yang menjadi pondasi keberhasilan produksi dilm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang mendalam, wawancara dengan praktisi industri, dan analisis kasus produksi film independen. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi praktis mengenai langkah-langkah yang perlu diambil oleh produser untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan proyek film, serta mengidentifikasi tantangan-tantangan yang dihadapi produser dalam lingkungan industri yang terus berkembang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan manajemen produksi film independent dan meningkatkan kualitas produksi film.
-
PENYUTRADARAAN DENGAN GAYA EKSPRESIONISME PADA FILM FIKSI PENDEK BENEATH THE SURFACE OF THE MIND’S EYEKesehatan mental merupakan aspek pokok dalam kesejahteraan individu yang mempengaruhi cara berpikir, merasa, dan bertindak. Gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dan stres, dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari, produktivitas, serta hubungan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam laporan ini adalah metode penelitian kualitatif studi kasus digunakan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan cerita yang disampaikan dan kebutuhan sutradara dalam menciptakan latar belakang tokoh. Analisis data terutama berasal dari wawancara dan catatan observasi. Tujuan dari laporan ini adalah membuat film dengan pendekatan gaya penyutradaraan ekspresionisme melalui isu kesehatan mental. Hal ini dilakukan karena film ini berfokuskan kepada sisi psikologis karakter utama. Selanjutnya, terwujudnya sebuah film dengan judul “btsotme” Oleh karena itu, pemahaman yang lebih dalam mengenai kesehatan mental dan upaya untuk mengurangi stigma terkait isu ini menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi individu yang mengalami gangguan mental. Laporan ini bertujuan untuk menggali lebih jauh dampak kesehatan mental terhadap individu dan masyarakat. Film ini bertujuan agar masyarakat mengetahui sudut pandang pengidap gangguan mental sehingga lebih aware terhadap psikologi orang terdekat dan orang lain
-
MEMBANGUN EMOSI KARAKTER DENGAN POLA PERPINDAHAN VISUAL DALAM EDITING FILM TAKE THE REINSFilm memiliki kekuatan untuk membangun dan menyampaikan emosi melalui berbagai elemen sinematik, salah satunya adalah editing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola perpindahan visual dalam editing, khususnya melalui Pacing lambat dan transisi audio, dapat membangun intensitas emosi karakter dalam film “Take The Reins”. Film ini mengangkat tema pola asuh otoriter yang sering terjadi dalam hubungan orang tua dan anak, dengan pendekatan realisme untuk menciptakan kedalaman emosional yang lebih autentik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, kajian media, serta wawancara dengan editor film dan pakar psikologi. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode penciptaan berbasis practice-led research, di mana proses penyuntingan film menjadi bagian utama dalam pencarian dan pembentukan pengetahuan. Konsep editing yang diterapkan meliputi Pacing lambat untuk memperkuat intensitas emosional serta penggunaan transisi berbasis audio (J-Cut dan L-Cut) untuk menciptakan kesinambungan dan kedalaman suasana dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pacing lambat efektif dalam membangun ketegangan emosional, memungkinkan penonton untuk lebih mendalami perasaan karakter. Selain itu, transisi audio memberikan koneksi yang lebih halus antara adegan, memperkuat nuansa emosional tanpa harus mengandalkan pemotongan visual yang eksplisit. Dengan demikian, teknik editing yang diterapkan dalam “Take The Reins” tidak hanya mendukung narasi, tetapi juga memperkuat dampak psikologis yang dirasakan penonton.
-
PENGEMASAN ISU KEKERASAN SEKSUAL DENGAN KARAKTER TWIST DALAM SKENARIO FILM FIKSI UNHEARDKekerasan seksual kerap terjadi dalam dunia pendidikan yang membuatnya prihatin dengan kasus yang terjadi. Kekerasan seksual dan pelecehan seksual merupakan fenomena yang kerap terjadi di dunia pendidikan di Indonesia yang dan berdasarkan kasus dilakukan oleh oknum guru kepada murid yang menimbulkan trauma dan menghancurkan mimpi korban. Dengan menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data secara mendalam dan menganalisis data yang didapat dari berita teks, video dan audio, adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara. Sedangkan untuk metode penulisan karya naskah yang digunakan dalam penciptaan ini menggunakan struktur tiga babak delapan sequence untuk memperlihatkan pengembangan emosional karakter dan membuat karakter twist. Hasil dari penciptaan ini adalah naskah drama fiksi Unheard. Ide karya naskah skenario fiksi ini mempunyai daya tariknya tersendiri diantaranya, untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap korban pelecehan. Bagaimana pelecehan dan kekerasan seksual dapat terjadi di lingkungan pendidikan yang menjadi permasalahan dalam penulisan penelitian.
-
PENDEKATAN REALIS DALAM PENGGAMBARAN KARAKTER OBSESIF MALAM BENCANA YANG TIDAK DIRENCANAKAN DARI PEMANGGUNGAN BENCANA YANG DIRENCANAKANLaporan karya tugas akhir ini membahas pendekatan gaya realis dalam penggambaran karakter obsesif melalui film “Malam Bencana yang Tidak Direncanakan dari Pemanggungan Bencana yang Direncanakan”. Laporan ini adalah proses kreatif sebagai sutradara dalam menciptakan sebuah karya film fiksi pendek. Tujuan dari dibuatnya film ini adalah untuk merepresentasikan dinamika psikologis karakter obsesif secara autentik dan dekat dengan realitas, sekaligus menjadi refleksi terhadap dampak perfeksionisme dan otoritarianisme dalam dunia seni pertunjukan. Metode penyutradaraan yang digunakan adalah pendekatan realis berbasis eksplorasi psikologi karakter, dengan tahapan yang meliputi pra produksi, produksi, dan pascaproduksi. Proses ini mencakup riset lapangan, wawancara dengan praktisi seni dan ahli psikologi, observasi proses teater, pengembangan naskah, pengarahan akting dengan sistem Stanislavsky, serta penerapan teknik sinematik seperti long take, handheld, mise en scène repetitif, dan pencahayaan naturalistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan teori psikologi, khususnya terkait obsesi dan perfeksionisme, sebagai dasar pengembangan narasi dan karakter. Hasil dari proses penciptaan ini adalah terciptanya film pendek berdurasi 24 menit yang mampu membangun karakter obsesif secara realistis dan menghadirkan pengalaman sinematik yang imersif dan reflektif. Karya ini diharapkan dapat memperluas wawasan tentang penyutradaraan berbasis psikologi karakter serta memperkaya praktik estetika realis dalam perfilman Indonesia
-
PENERAPAN METODE DAN HARMON’S STORY CIRCLE PADA PENULISAN SKENARIO “MARIGOLD” ( LIGAR KONENG UMYANG-UMYANGAN)Slow living sempat menjadi tren di kalangan generasi muda, fenomena ini muncul dari gaya hidup modern yang serba cepat. Melalui slow living, individu diajarkan melambatkan langkah dan lebih mengedepankan kualitas dibanding kuantitas. Fenomena tersebut menarik diangkat sebagai inspirasi tema sekaligus sebagai kritik terhadap kehidupan modern yang melelahkan. Dalam penulisan karya skenario berjudul”Marigold” tema diterapkan lewat alur cerita, setting dan penokohan. Permasalahan yang telah dijawab dalam penulisan skenario yaitu dengan menggunakan metode Dan Harmon’s Story Circle, melalui metode tersebut alur cerita dibuat dalam delapan tahapan untuk menciptakan struktur dramatik yang baik dan menarik. Penciptaan skenario bertema slow living dibagi kedalam tiga tahapan, pra-produksi yaitu tahap eksplorasi ide dan riset, dilakukan observasi dan wawancara pada subjek yang menerapkan gaya hidup slow living. Produksi berupa proses penulisan draft satu skenario. Pasca-produksi merupakan tahap evaluasi draft satu untuk mencapai final draft.
-
REPRESENTASI BEAUTY PRIVILEGE DALAM PERKEMBANGAN KARAKTER PADA SKENARIO “LANGKAH TANPA RAGU”Laporan ini membahas mengenai isu beauty privilege yang saat ini dijunjung tinggi oleh masyarakat, terutama dalam segi fisik. Hal tersebut secara tidak langsung membuat para perempuan dituntut menjadi sempurna agar bisa mendapatkan privilege tersebut. Laporan ini berfokus pada dampak seseorang yang merasa dirugikan dalam beauty privilege namun ia mempunyai kemampuan dibidang musik. Sehingga muncul konsep Representasi Beauty Privilege dalam Perkembangan Karakter pada Skenario “Langkah Tanpa Ragu”. Ide ini sangat menarik untuk diangkat dan dijadikan sebagai sebuah karya naskah film karena isu beauty privilege sedang marak terjadi dikehidupan sehari-hari. Ide penciptaan ini bertujuan untuk menggambarkan bahwa perempuan yang merasa dirugikan bisa membuktikan bahwa setiap orang mempunyai privilege-nya sendiri, bukan hanya bergantung pada kecantikan. Untuk mengumpulkan data terkait isu tersebut, penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan character-driven untuk menggali perkembangan karakter secara mendalam. Hasilnya menunjukan melalui kerja keras dan pencapaian karakter tersebut sehingga bisa meminimalisir pandangan masyarakat terhadap beauty privilege. Penciptaan karya mengacu pada tahapan pengembangan ide, cerita, karakter, dan penulisan naskah hingga final draft.
-
IMPLEMENTASI GAYA PENYUTRADARAAN DAVID FINCHER DALAM FILM FIKSI DREAM OF THE TRUTHFilm pendek Dream of the Truth merupakan karya yang bertujuan untuk menyuarakan perspektif korban terhadap kasus pelanggaran hak asasi manusia, khususnya salah tangkap dan kekerasan oleh aparat negara. Dalam masyarakat, peristiwa-peristiwa tersebut kerap disikapi secara sepihak tanpa mempertimbangkan pengalaman traumatis dan dampak psikologis yang ditinggalkan pada para korban. Film ini dirancang untuk menyampaikan pengalaman emosional dari sudut pandang korban, terutama seorang anak laki-laki yang hidupnya berubah akibat sistem hukum yang represif dan penuh kekerasan. Pendekatan penyutradaraan yang digunakan mengacu pada gaya David Fincher, terutama dalam penerapan struktur naratif non-linear, pencahayaan gelap, serta visual yang intens dan penuh tekanan emosional. Pendekatan ini dipilih untuk menciptakan ketegangan psikologis yang kompleks terhadap penonton. Metode pembuatan film ini mencakup tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi yang berbasis pada riset kualitatif. Tahap praproduksi melibatkan observasi lapangan, wawancara dengan narasumber kunci, serta pengembangan karakter dan skenario berdasarkan kasus nyata. Produksi dilakukan dengan pendekatan visual yang menekankan atmosfer realis dan emosional, sementara pascaproduksi berfokus pada penyuntingan ritmis dan transisi waktu yang mendukung alur non-linear. Film ini diproduksi sebagai bentuk implementasi gagasan sutradara dan penulis terhadap film sebagai media kritik sosial. Dream of the Truth diharapkan mampu membangkitkan empati dan kesadaran sosial, serta membuka ruang diskusi mengenai pelanggaran HAM yang sering kali terpinggirkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
-
KONSEP DIRI TERHADAP PERAWATAN TALI PUSAT PADA PENULISAN SKENARIO FILM FIKSI “SUKMA”“Sukma” merupakan skenario film fiksi berbasis cerita budaya yang mengangkat konsep diri terhadap perawatan tali pusat. Skenario ini menceritakan sebuah tradisi yang muncul di daerah Kebumen, Jawa Tengah dimana orangtua memakan tali pusat anaknya setelah peristiwa puput puser. Dalam bahasa Jawa, “Sukma” memiliki arti jiwa sehingga judul tersebut merepresentasikan keseluruhan isi cerita yang berbicara mengenai ketakutan seorang ayah terhadap keselamatan jiwa anaknya. Skenario film fiksi “Sukma” diangkat sebagai upaya pelestarian budaya karena adat dan tradisi perawatan tali pusat sudah mulai ditinggalkan. Pada skenario film fiksi “Sukma” digunakan metode penelitian berupa studi pustaka, wawancara, dan observasi dan melalui tiga metode penciptaan, yaitu tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. “Sukma” kemudian menjadi sebuah skenario film fiksi yang berisi mengenai gambaran kehiduan masyarakat berlatar budaya Jawa di Kebumen serta karakter yang merepresentasikan konsep diri masyarakat Jawa yang hidup diantara adat Jawa dan ajaran Islam.
-
STRATEGI IMPACT PRODUCING DALAM FILM Dudung & Maman Just Being a ManPeran produser dalam produksi film mencakup pengelolaan manajemen yang efektif agar film dapat diproduksi secara optimal dan menyampaikan pesan yang berdampak. Film “Dudung & Maman Just Being a Man” merupakan film pendek berbasis kisah nyata yang mengisahkan persahabatan dua lansia penyandang disabilitas intelektual di panti jompo. Film ini tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai alat edukasi isu Disabilitas Intelektual. Penelitian ini berfokus pada strategi impact producing dalam memastikan bahwa film dapat memberikan dampak sosial yang maksimal bagi audiens. Permasalahan yang diselesaikan, terfokus pada bagaimana menerapkan prinsip POAC dalam proses produksi film dan penerapan strategi impact producing untuk menciptakan dampak sosial terhadap isu disabilitas intelektual. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method, yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebagai data tambahan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, kajian karya terdahulu serta analisis respons audiens dengan penyebaran angket. Metode penciptaan didasarkan pada prinsip manajemen George Terry yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) secara sistematis dalam produksi film yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan efektivitas kampanye dampak, serta memastikan pesan film tersampaikan dengan baik. Dengan strategi impact producing yang tepat, film ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu disabilitas intelektual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang terstruktur dan pendekatan manajerial yang matang, film berbasis kisah nyata dengan isu social ini dapat memiliki nilai kebermanfaatan sosial yang kuat.
-
PENERAPAN TEKNIK CROSS CUTTING UNTUK MEMPERKUAT EMOSI DALAM FILM FIKSI DREAM OF THE TRUTHFilm Dream of The Truth mengangkat isu pelanggaran hak asasi manusia melalui pendekatan penyuntingan non-linear. Penelitian ini membahas penerapan teknik cross cutting sebagai alat untuk memperkuat emosi dan pendalaman karakter. Metode yang digunakan adalah kualitatif, melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Teknik cross cutting memungkinkan peralihan antar waktu dan ruang secara dinamis, sehingga penonton dapat merasakan keterhubungan emosional antar adegan. Didukung dengan penggunaan ritme cepat-lambat, dreamy look, color grading, serta sound design, teknik ini membentuk atmosfer yang imersif dan menggugah empati penonton. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi teknik editing ini efektif dalam membangun narasi kompleks yang tetap kohesif dan menyentuh. Film ini tidak hanya menjadi karya artistik, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan sosial yang kuat.
-
EKSPLORASI GANGGUAN KECEMASAN DALAM MEMBANGUN TOKOH UTAMA PADA NASKAH FILM FIKSI “JALAN CAHAYA”“Jalan Cahaya” merupakan sebuah judul skenario film yang mengangkat isu gangguan kecemasan pada kalangan pekerja di industri media tepatnya dunia pertelevisian. Pada dunia kerja, masalah kesehatan mental selalu terabaikan, dianggap hal yang sepele bahkan stigma buruk kepada generasi Milenial dan Z. Mengangkat kisah protagonis bernama Helia seorang karyawan media yang berjuang untuk menyeimbangkan dari tekanan kerja, kesehatan mental serta kehidupan pribadinya. Melalui perjalanan penulisan skenario ini, berfokus pada pentingnya berdamai dengan diri serta memahami bahwa suatu kesuksesan karier tidak selalu harus dicapai dengan mengorbankan diri. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara serta observasi partisipan sebagai teknik pengumpulan data, untuk menggali pengalaman dan wawasan yang dialami narasumber. Dalam wawancaranya memberi gambaran mengenai tantangan yang dihadapi pekerja media, termasuk jam kerja yang melelahkan serta tekanan yang dapat memicu gangguan kecemasan. Pengembangan skenario berfokus pada perjalanan emosional Helia melalui konflik internal dan eksternal yang berusaha untuk menemukan keseimbangan antara pekerjaan dengan kesehasan mental. Visual menonjolkan ketegangan emosional melalui voice over dan perubahan tempo serta warna visual. Dengan mengangkat tema ini diharapkan dapat memberi kontribusi untuk meningkatkan pentingnya kesehatan mental juga memberi pesan bahwa kesuksesan dalam karier tidak harus mengorbankan kewarasan mental.
-
MEMBANGUN RUANG REFLEKTIF MELALUI RITME EDITING FILM MALAM BENCANA YANG TIDAK DIRENCANAKAN DARI PEMANGGUNGAN BENCANA YANG DIRENCANAKANMembangun ketegangan dalam editing menjadi fokus penting pada naskah yang berlatar persiapan pementasan teater. Maka dari itu, tulisan berfokus lebih dalam pada bagaimana konsep ritme editing lamban menciptakan ketegangan subjek dan juga ruang reflektif. Penulisan bertujuan agar mengetahui bagaimana cara merumuskan konsep editing melalui ritme, color grading dan design audio, menjadi kesatuan untuk mengikat naratif dan konsep film. Melalui tahap penelitian kualitatif untuk merangkum data agar pada tahap penciptaan karya berjalan lancar, baik dari pra produksi, produksi, hingga permainan editor pada tahap pasca produksi. Dengan permasalahan yang telah terangkai, penggunaan ritme editing lamban memberikan efek ruang reflektif baik bagi karakter film dan pada hasil akhir film. Namun, sebagai editor selain menggunakan perasaan ketika berkarya perlunya mengantisipasi dari tahap pra produksi agar film sejalan dengan visi artistik sutradara.
-
PENERAPAN TEKNIK DISTORSI BARREL UNTUK MEMBANGUN KEDALAMAN EMOSIONAL PADA FILM BASED ON STORY DUDUNG & MAMAN JUST BEING A MANFilm Dudung & Maman Just Being a Man merupakan film fiksi pendek yang mengangkat isu disabilitas intelektual pada lansia dengan pendekatan realisme dan genre drama. Latar belakang penciptaan film ini didasari oleh kondisi sosial masyarakat yang sering mengabaikan lansia, terutama yang mengalami keterbatasan mental. Ide utama dari penciptaan karya ini adalah bagaimana teknik sinematografi berupa distorsi barrel dan pergerakan kamera dinamis dapat digunakan untuk membangun kedalaman emosional karakter. Rumusan ide penciptaan berfokus pada cara visual memperkuat pesan emosional dalam cerita film. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif, yaitu melalui observasi langsung di panti jompo dan wawancara dengan narasumber yang berkaitan, termasuk para profesional di bidang sinematografi. Metode penciptaan yang digunakan adalah riset berbasis praktik, yang dilakukan dalam tiga tahap: pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Hasil dari proses penciptaan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik distorsi barrel dan gerak kamera yang dinamis mampu memperkuat keterhubungan emosional antara penonton dan karakter. Film ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan sosial secara ringan dan menyentuh.
-
MEMBANGUN KEDEKATAN EMOSIONAL SUBJEK FILM PADA PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER PARTISIPATORIS SECANGKIR LESTARIKerusakan lingkungan di kawasan Puncak Bogor semakin mengkhawatirkan dan meningkatkan risiko bencana tahunan seperti longsor. Oleh karena itu, keberadaan Kampung Cibulao sebagai wilayah resapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Menyadari hal tersebut, Kiryono, seorang petani di Kampung Cibulao, melakukan konservasi dengan menanam pohon kopi dan pohon endemik di lahan kritis sebagai upaya pemulihan hutan. Fenomena ini kemudian menjadi ide dasar penciptaan karya dokumenter berjudul “Secangkir Lestari” yang mengangkat upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, sebagai respons atas keresahan terhadap kerusakan lingkungan yang memerlukan perhatian khusus dari seluruh elemen masyarakat. Proses penciptaan karya dilakukan melalui tiga tahapan seni: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi menggunakan metode kualitatif dengan riset dan pengumpulan data dari berbagai sumber relevan. Hasil riset dikembangkan dalam tahap perancangan menjadi konsep visual dan teknis, yang kemudian direalisasikan pada tahap perwujudan melalui produksi dan pascaproduksi. Melalui pendekatan partisipatoris, film ini memvisualisasikan hubungan erat antara manusia dan alam serta menunjukkan bagaimana kopi dapat menjadi medium konservasi berkelanjutan yang membawa harapan bagi kelestarian lingkungan.
-
EFISIENSI PADA TATA KELOLA PRODUKSI FILM “SWITCHING SIDE”Penelitian ini membahas strategi efisiensi dalam tata kelola produksi film pendek Switching Side, yang mengangkat isu aborsi dalam bingkai budaya lokal melalui genre horor. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara, observasi, dan studi pustaka untuk memahami penerapan manajemen produksi secara efektif. Proses produksi dilakukan secara terstruktur mulai dari pra-produksi hingga distribusi, dengan menekankan pengelolaan waktu, anggaran, dan sumber daya secara optimal. Kolaborasi dengan komunitas perfilman dan mitra eksternal menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan alat dan biaya. Hasilnya menunjukkan bahwa efisiensi dapat dicapai melalui penjadwalan fleksibel, pembagian peran yang jelas, dan koordinasi antardepartemen yang solid. Strategi distribusi dilakukan melalui festival dan platform OTT, didukung promosi media sosial. Studi ini menegaskan bahwa efisiensi bukan sekedar upaya penghematan, melainkan kunci keberhasilan produksi film yang berkualitas dalam kondisi terbatas.
-
PENYUTRADARAAN TRANSCENDENTAL FILM BELENGGUPeristiwa pasca G30S 1965 menyisakan dampak psikologis mendalam bagi para korban, termasuk seniman yang dituduh tanpa keterlibatan langsung. Berdasarkan konteks tersebut, karya tugas kahir berjudul Belenggu diangkat sebagai film fiksi yang mengisahkan seorang mantan tahanan politik yang hidup dalam keterasingan akibat trauma masa lalu. Ide penciptaan ini menarik karena menyoroti sisi kemanusiaan dari sudut pandang korban yang jarang ditampilkan dalam karya film, serta menggunakan pendekataan gaya film Transcendental yang menekankan pada tempo lambat, visual statis, dan kesan hening untuk membangun suasana emosional. Rumusan ide berfokus pada representasi psikologis korban, penerapan gaya penyutradaraan laissez-faire, dan eksplorasi bentuk sinema non-konvensional. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui observasi lapangan, wawncara dengan narasumber terkait, serta studi literatur untuk mendukung akurasi penceritaan. Metode penciptaan meliputi tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi dengan pendekatan kolaboratif antara sutradara dan kru. Hasil akhirnya adalah sebuah film pendek berdurasi 25 menit yang tidak hanya merepresentasikan trauma sejarah, tetapi juga menjadi media reflektif atas peristiwa pelanggaran HAM serta eksplorasi bentuk penyutradaraan yang lebih personal.
-
PENDEKATAN REALIS UNTUK PENGUATAN KARAKTER TOKOH DALAM PENYUTRADARAAN FILM NARATIF WHAT THEY DON’T KNOW ABOUT MEPelecehan seksual inses merupakan kekerasan seksual yang ada pada ruang lingkup keluarga. Secara umum, inses dikategorikan menjadi dua kategori yaitu parental inses yang diartikan hubungan seksual orang tua dan anak, sedangkan sibling inses yaitu hubungan antara saudara kandung. Kategori parental inces merupakan perbuatan yang berat dikarenakan danya kekuasan dari orang tua yang kuat. Dampak pelecehan seksual inses sangat berdampak berbahaya bagi korban, dimana seorang anak akan merasa tidak berharga, menciptakan rasa marah dan benci terhadap pelaku, merasakan kecemasan atau ketidakamanan di rumah bahkan hingga trauma yang berkelanjutan dengan bahasa ilmiah rape trauma syndrome (RTS). Fenomana kasus pelecehan seksual inses ini akan menjadi isu yang melatarbelakangi terciptanya karya film naratif berjudul "What They Dont Know About Me". Dengan mengambil penceritaan dari sudut pandang karakter utama yang bercerita tentang perjuangan seorang remaja perempuan melawan ketakutan dan traumanya. Film ini akan menggunakan pendekaan realis untuk menggambarkan secara nyata terhadap isu yang diangkat dan tema sosial serta perjuangan. Ide ini memiliki kekuatan dengan menitikberatkan karakter kepada aktor untuk menghadirkan realitas dari isu tersebut sehingga menciptakan emosional dan pesan efektif kepada penonton. Metode penelitian ini dilakukan metode kualitatif melalui pendekatan wawancara terhadap yang mengetahui dan dekat dengan isu inses. Selain itu, proses penelitian dibantu dengan studi pustaka dan kajian karya dari materi buku, jurnal dan film yang mendekati isu maupun tema yang sama. Metode penciptaan yang dipakai terdiri dari empat tahapan: Pengembangan Ide dan riset, pra produksi, produksi hingga pasca produksi. Film ini mencoba menerapkan pendekatan realis untuk menguatkan karakter, sehingga pesan sosial dan perjuangan karakter bisa sampai kepada penonton. Dengan menggunakan naratif yang mendekati realitas dengan menghadirkan aspek sinematik yang mendekati realis seperti pengambilan gambar longtake membuat adegan yang karakter mainkan terasa nyata dan penonton merasa masuk ke dalam penceritaan dan mengikuti setiap pergerakan karakter
-
Penggambaran Kehidupan Kurir Melalui Meta Film Dalam Penulisan Naskah Film Fiksi Komedi “CAMERA, ROLL, AND... PAKET!!!”Saat ini sikap kurang menghargai / unrespect sesama manusia sudah mulai menipis. Profesi kurir seringkali kurang mendapatkan apresiasi yang layak meskipun peran mereka penting di era digital saat ini. Bertemu dengan banyak orang setiap harinya, dengan beragam sikap manusia. Laporan yang berjudul “Penggambaran Hidup Kurir Melalui Teknik Meta Film dalam Penulisan Naskah Film Komedi Camera, roll, and paket!!!” yaitu bertujuan mengetahui fenomena kurangnya rasa hormat pelanggan terhadap kurir ke dalam skenario film fiksi komedi melalui teknik mise end abyme .Ide ini menarik karena mengangkat beratnya dinamika kehidupan seorang kurir namun tetap dibalut dengan humor yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Laporan ini juga bertujuan untuk menjawab bagaimana konsep Meta Film dan komedi dalam film dapat digunakan untuk menggambarkan peran kurir yang menghadapi dinamika pekerjaan namun memiliki impian untuk menjadi Sutradara. Untuk mengumpulkan data terkait isu pekerja kurir, dilakukannya penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi partisipatif, wawancara, dan studi literatur. Melalui tahapan imajinasi, riset, penulisan draft naskah, menunjukan bahwa konsep Meta Film sangat efektif untuk memberikan pendalaman pada kehidupan pekerja kurir, sekaligus dapat menyampaikan kritik sosial yang ringan dan mudah dimengerti karena dibalut dengan komedi yang menghibur.
-
PENERAPAN CHARACTER DRIVEN PADA TOKOH UTAMA DI DALAM PENULISAN SKENARIO FILM FIKSI “MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA”Isu kesejahteraan guru, terutama guru honorer di Indonesia, seringkali menjadi cerita menyedihkan yang kita temui di berbagai media. Kondisi ini seakan terabaikan oleh pemerintah dan masyarakat. Keprihatinan mendalam terhadap kesejahteraan guru honorer inilah yang melatarbelakangi penulisan skenario "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". Skenario ini bertujuan menggambarkan realita kesejahteraan guru honorer di sekolah dasar serta menyuarakan hak-hak mereka dalam memperjuangkan kondisi yang diperparah oleh kemiskinan struktural, yaitu kemiskinan akibat sistem dan kebijakan yang tidak adil. Penelitian ini menggunakan metode concurrent mixed method melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap guru sekolah dasar. Temuan utama menunjukkan bahwa rata-rata gaji guru sekolah dasar berada di bawah UMR, sehingga mereka harus berjuang keras dengan beban kerja yang tidak sebanding dengan upah. Diharapkan, penulisan skenario ini dapat menumbuhkan kepedulian, empati, dan menyuarakan hak-hak guru. Dalam proses penulisan skenario ini juga, mengedepankan pendekatan character-driven untuk menunjang perkembangan alur cerita melalui motivasi dan konflik internal dari tokoh utama.
