Items
-
SEJARAH TARI BADAYA WIRAHMASARI RANCAEKEKTari Badaya Wirahmasari Rancaekek diciptakan oleh Rd. Sambas Wirakoesoemah pada tahun 1930, bersumber dari Tari Karawitan Istri yang telah dibuat sebelumnya pada tahun 1924/1925. Dalam perkembangannya, Tari Badaya ini telah melewati tiga regenerasi yang kemudian mengembangkan tarian ini. Penelitian ini akan menjawab tentang bagaimana sejarah perkembangan Tari Badaya di Priangan, khususnya perkembangan Tari Badaya Wirahmasari Rancaekek sebagai satu-satunya artefak Tari Badaya dari masa kolonial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori strukturasi Anthonny Giddens. Adapun metode yang digunakan ialah metode sejarah yang memiliki tahapan yakni heuristik, kritik, interpretasi, serta historiografi. Dalam sejarah perkembangannya, Tari Badaya Wirahmasari Rancaekek yang diciptakan oleh Rd. Sambas Wirakoesoemah sekitar tahun 1925-1930 sebagai agen pertama, telah dua kali diregenerasikan yakni kepada Rd. Nugraha Sudiredja pada tahun 1950-an yang kemudian diajarkan kepada Irawati sekitar tahun 1980-an. Ditangan mereka Tari Badaya kemudian direpresentasikan kembali sesuai dengan pengalaman estetis serta interpretasi masing masing
-
TRANSFORMASI KESENIAN GENYE DALAM BENTUK PERTUNJUKAN HELARAN DI KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2009-2019Transformasi Kesenian Genye dari tahun 2009-2019 ini, diangkat sebagai judul tesis karena memiliki keunikan, terutama adanya perubahan bentuk pertunjukan di setiap tahunnya. Fenomena yang terjadi pada saat ini, Kesenian Genye sudah diakui sebagai kesenian khas Purwakarta, namun ciri khasnya masih belum ditemukan sehingga masih perlu di gali kembali untuk mendapatkan khas dari Kesenian Genye tersebut. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui awal terbentuknya kesenian Genye dan perkembangannya. Teori yang digunakan yaitu menurut Michael Krauzs transformasi adalah transformasi terjadi karena adanya penafsirkan yang mengubah pertunjkan baik dilakukan oleh inisiator, kreator, penata musik, penata tari dalam Kesenian Genye. Anthony Antoniades transformasi adalah perubahan di pengaruhi faktor eksternal dan internal. Metode yang digunakan, adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskripsi analisis, serta melibatkan penulis sebagai bagian dalam penelitian atau insider, sehingga dapat mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi dalam seni Genye dari tahun 2009-2019. Hasil yang diperoleh, terjadi adanya transformasi pada Kesenian Genye, terutama dari bentuk pertunjukan, baik dari gerak tari, iringan musik, serta properti yang digunakan pada setiap tahunnya. Namun demikian, perubahan-perubahan tersebut menjadikan adanya ciri khas dan jatidiri, antara lain lagu khas yang berjudul Sate Maranggi, gerakan tari, ayun nyere, kosrek nyere, dan laga nyere, serta properti badawang topeng yang bahan dasarnya dibuat dari ayakan bambu dan nyere (lidi).
-
IDENTITAS BUDAYA DALAM FILM INDEPENDEN BANDUNG BERTEMA KELUARGA TAHUN 2006-2014Tulisan dalam bentuk tesis hasil penelitian yang penulis lakukan ini mengkaji persoalan identitas budaya dalam film independen Bandung yang bertema keluarga dalam kurun tahun 2006-2014. penelitian ini menggunakan teori identitas budaya Stuart Hall dengan pendekatan gaya dan bentuk film Bordwell. Dari sisi identitas budaya, maka film-film independen memiliki nuansa khusus dibanding film-film yang dibuat dengan paradigma pasar. Film independen mempunyai ciri khusus yang menjunjung tinggi kebebasan ekspresi dan nilai-nilai seni. Cara-cara produksi film independen juga tidak luput dari perkembangan teknologi dari kamera dan alat-alat penunjang lainnya seperti sound, dan lampulampu. Disamping itu film-film independen juga memiliki keunggulan sendiri pada sisi distribusi dan eksibisi. Festival film dan ruang-ruang putar alternatif merupakan tempat menampilkan filmnya dan hanya di sana penonton dapat mengakses film-filmnya, termasuk film independen yang berasal dari Bandung. Dari sekian banyak sample film-film independen Bandung tahun 2006-2014 yang dikumpulkan peneliti mengerucutkan sample tersebut dengan metode purposive sampling dan mendapatkan bahwa sineas-sineas independen Bandung memiliki kecenderungan untuk membuat film-film bertema keluarga. Terdapat empat film independen yang dikaji yaitu, The Anniversaries karya Ariani Darmawan, Paranoia karya Ary M. Subarkah, It’s Your Wedding Day karya Lulu Fahrullah, Sofyana Ali Bindiar, dan Penghulu karya Destri Tsurayya Istiqomah. Beberapa data dengan data yang lainnya diolah sedemikian rupa dengan metode kualitatif yang disandingkan dengan teori Cultural Identity and Diaspora Stuart Hall dan film style and film form David Bordwell. Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan bahwa identitas budaya dalam film-film independen Bandung bertema keluarga menunjukkan bahasa yang digunakan dalam film-film yang diteliti ini dominan menggunakan bahasa urban perkotaan dan hanya satu yang menggunakan bahasa Sunda. Sedangkan identitas budaya yaitu pakaian hanya dominan memakai pakaian urban serta sedikit menampilkan identitas Sunda pada gaun pernikahan.
