TRANSFORMASI FUNGSI LESUNG DARI TRADISI MITEMBEYAN TANDUR KE SENI HIBURAN GONDANG BUHUN DI DESA WANAKERTA KECAMATAN CIBATU KABUPATEN GARUT
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- SAFINATUN NAZA
- Title
- TRANSFORMASI FUNGSI LESUNG DARI TRADISI MITEMBEYAN TANDUR KE SENI HIBURAN GONDANG BUHUN DI DESA WANAKERTA KECAMATAN CIBATU KABUPATEN GARUT
- Description
- Penelitian ini membahas perubahan fungsi lesung dari alat pertanian yang digunakan dalam tradisi yang bersifat sakral menjadi alat musik dalam seni hiburan Gondang Buhun yang bersifat profan di Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Lesung pada awalnya digunakan dalam kegiatan menumbuk padi yang dilakukan sebagai bagian dari ritual penghormatan terhadap Dewi Sri atau Nyi Pohaci Sanghyang Asri sebagai simbol kesuburan. Namun seiring berjalannya waktu dan pergeseran teknologi pertanian, tradisi ini mengalami pergeseran. Fungsi lesung pun turut berubah menjadi alat musik dalam pertunjukan seni Gondang Buhun yang kini tidak lagi bersifat ritual, melainkan menjadi hiburan serta simbol budaya yang diwariskan kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses perubahan fungsi lesung tersebut terjadi dan menjelaskan bagaimana pengaruhnya terhadap eksistensi lesung dalam kehidupan masyarakat Desa Wanakerta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku budaya, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fungsi lesung terjadi karena pengaruh dari modernisasi alat pertanian, perubahan struktur ekonomi masyarakat, serta kebutuhan masyarakat akan sarana ekspresi budaya yang baru. Meskipun fungsi sakralnya memudar, nilai simbolik lesung tetap dipertahankan melalui transformasi ke dalam ranah seni pertunjukan. Komunitas seni seperti Lingkung Seni Putra Pamager Sari berperan penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya ini melalui kegiatan pelatihan dan pertunjukan rutin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perubahan fungsi lesung tidak menghilangkan nilai-nilai budaya yang dikandungnya, melainkan merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman. Proses perubahan ini juga menjadi cerminan dinamika kebudayaan yang lentur namun tetap mempertahankan identitas lokal.
- This study discusses the transformation of the lesung a traditional rice pounding tool from a sacred agricultural implement used in the Mitembeyan Tandur ritual into a musical instrument in the Gondang Buhun performance in Wanakerta Village, Cibatu District, Garut Regency. Originally, the lesung was used in post-harvest rituals as a symbol of gratitude to Dewi Sri (Nyi Pohaci), the goddess of fertility. Over time, however, this tradition has faded due to shifts in agricultural technology, changing economic structures, and modern needs for cultural expression. The lesung’s function has evolved into a musical instrument for entertainment, yet it still holds symbolic cultural significance. The purpose of this research is to describe the transformation of the lesung’s function and to explain its impact on the object’s cultural existence within the local community. A qualitative descriptive method was used, incorporating participant observation, in-depth interviews with cultural practitioners, and literature studies. The results indicate that the lesung’s functional change is driven by modernization, the decline of traditional farming practices, and the community's effort to maintain cultural identity through performance arts. Despite the fading of its sacred function, the symbolic and cultural values of the lesung remain strong through its adaptation in Gondang Buhun performances. Artistic communities such as Lingkung Seni Putra Pamager Sari play a crucial role in preserving this cultural heritage through regular training and performances involving the younger generation. In conclusion, the transformation of the lesung’s function reflects a flexible cultural adaptation that does not erase traditional values but rather reshapes them to remain relevant. This process illustrates how local cultural identity can persist and thrive amidst social and technological changes.
- Lesung, Perubahan fungsi, Mitembeyan Tandur, Gondang Buhun
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 169 (7 views)