KONSTRUKSI KECANTIKAN DAN PEMBENTUKAN CITRA DIRI SISWI SMAN 10 BANDUNG MELALUI FILTER AUGMENTED REALITY DI TIKTOK
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- FENI KHAIRUNNISA SYABAN
- Title
- KONSTRUKSI KECANTIKAN DAN PEMBENTUKAN CITRA DIRI SISWI SMAN 10 BANDUNG MELALUI FILTER AUGMENTED REALITY DI TIKTOK
- Description
-
Fenomena penggunaan filter kecantikan berbasis Augmented Reality (AR) di TikTok menunjukkan transformasi signifikan dalam konstruksi kecantikan dan pembentukan citra diri remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana filter kecantikan TikTok membentuk citra diri siswi SMAN 10 Bandung, serta memahami peran media sosial dalam mengonstruksi standar kecantikan digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam terhadap enam informan, dan analisis dokumentasi konten TikTok. Analisis data didasarkan pada teori Konvergensi Media (Henry Jenkins) dan Konstruksi Realitas Sosial (Peter L. Berger & Thomas Luckmann).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter kecantikan TikTok tidak hanya digunakan untuk mempercantik wajah, tetapi juga sebagai strategi personal dan sosial dalam menyesuaikan diri terhadap standar kecantikan digital. Filter dipakai untuk menyempurnakan tampilan, memperoleh validasi sosial, dan meningkatkan rasa percaya diri, meskipun disadari sering kali menciptakan tampilan yang tidak realistis. Selain itu, penggunaan filter menjadi bagian dari strategi estetika produksi konten yang memperhatikan pencahayaan, sudut pengambilan gambar, serta kesan natural. Dengan demikian, filter berperan penting dalam membentuk identitas digital dan persepsi remaja tentang kecantikan dalam realitas sosial yang terus terhubung secara daring. -
The phenomenon of using Augmented Reality (AR)-based beauty filters on TikTok demonstrates a significant transformation in the construction of beauty and the formation of self-image among teenage girls. This study aims to examine how TikTok beauty filters shape the self-image of female students at SMAN 10 Bandung and to understand the role of social media in constructing digital beauty standards. The research adopts a descriptive qualitative method, utilizing observation, in-depth interviews with six informants, and content documentation analysis on TikTok. Data analysis is based on the theory of Media Convergence (Henry Jenkins) and the Social Construction of Reality (Peter L. Berger & Thomas Luckmann).
The findings indicate that TikTok beauty filters are not only used to enhance facial appearance but also serve as personal and social strategies to conform to digital beauty standards. Filters are employed to perfect one's appearance, gain social validation, and boost self-confidence, despite the awareness that these filters often produce unrealistic images. Furthermore, the use of filters is part of an aesthetic content production strategy that considers lighting, camera angles, and a natural impression. In conclusion, filters play a significant role in shaping digital identity and teenagers’ perceptions of beauty within a continuously connected online social reality. - Filter Kecantikan, Citra Diri, Konstruksi Kecantikan, Media Sosial TikTok
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 15 (33 views)