REPRESENTASI KUNTILANAK DALAM FILM KUNTILANAK UNIVERSE PADA ARTWEAR
- Rights Holder
- isbi
- Creator
- Dede Yogi Darsita
- Title
- REPRESENTASI KUNTILANAK DALAM FILM KUNTILANAK UNIVERSE PADA ARTWEAR
- Abstract
- Pada umumnya, Kuntilanak dikenal sebagai arwah gentayangan dari perempuan yang meninggal dalam keadaan mengandung atau melahirkan. Kuntilanak dalam film-film Indonesia dipresentasikan dalam bentuk perempuan yang meninggal tidak wajar kemudian menjelma menjadi sosok menakutkan yang menuntut dendam. Berbeda halnya dengan film Kuntilanak Universe produksi MVP pictures, Kuntilanak dicitrakan sebagai perempuan yang mempunyai dua versi yakni menakutkan namun pada sisi lain memiliki sifat manusiawi yang dapat dipanggil dengan sekar durma Jawa Kuno berjudul lingsir wengi untuk dijadikan alat pesugihan sekte Mangkujiwo. Berdasarkan hal ini, pengkarya terinspirasi dari film Kuntilanak Universe yakni film Kuntilanak (2006), Kuntilanak 3 (2008), Kuntilanak (2018), Kuntilanak 2 (2019), Kuntilanak 3 (2022), Mangkujiwo (2020) dan Mangkujiwo 2 (2023) untuk mencitrakan keberadaan Kuntilanak dalam artwear yang memiliki dua kepribadian tersebut, yakni menakutkan sekaligus manusiawi. Pengkaryaan ini penting karena belum ada desainer yang mengangkat fenomena Kuntilanak dalam film-film Kuntilanak Universe menjadi artwear. Oleh sebab itu, tujuan pengkaryaan ini adalah untuk menghadirkan kebaruan bentuk artwear yang terinspirasi dari film Kuntilanak Universe. Adapun metode penciptaan ini terdiri dari empat tahap, yaitu eksplorasi, eksperimentasi, perwujudan, dan evaluasi. Hasil penciptaan ini berupa tiga looks artwear yang disajikan dalam bentuk fashion cinematic.
- In general, Kuntilanak is known as the vengeful spirit of a woman who died during pregnancy or childbirth. In Indonesian horror films, Kuntilanak is typically portrayed as a terrifying female ghost seeking revenge after experiencing an unnatural death. However, the Kuntilanak Universe films produced by MVP Pictures offer a different representation. Here, Kuntilanak is depicted as a dual-natured female entity both frightening and humanized who can be summoned through the ancient Javanese chant Sekar Durma titled Lingsir Wengi, and used as a medium for the Mangkujiwo cult's wealth rituals. Inspired by the Kuntilanak Universe films Kuntilanak (2006), Kuntilanak 3 (2008), Kuntilanak (2018), Kuntilanak 2 (2019), Kuntilanak 3 (2022), Mangkujiwo (2020), and Mangkujiwo 2 (2023) the artist aimed to represent this duality through artwear design. This creative work is significant as no designer has previously explored the Kuntilanak phenomenon from the Kuntilanak Universe films as a concept for artwear. Therefore, the objective of this project is to present a novel form of artwear inspired by these films. The creative process follows four stages: exploration to understand the character and visuals from the films, experimentation with materials and techniques, realization of the designs into an artwear collection, and evaluation to ensure conceptual relevance. The final outcome is a series of three artwear looks presented through a fashion cinematic.
- kuntilanak, artwear, film kuntilanak universe, representasi
- Description
- Perpustakaan Pusat
- Date
- 2025
- Has Part
- riasdanbusana
- Media
-
Full Skripsi
Position: 426 (1 views)