INTERPRETASI KEBO BULE PADA TRADISI KIRAB PUSAKA MALAM SATU SURO DI KERATON KASUNANAN SURAKARTA BAGI PELAKU NGALAP BERKAH
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- WAHDHINII NUR ALLYYA SHIFA
- Title
- INTERPRETASI KEBO BULE PADA TRADISI KIRAB PUSAKA MALAM SATU SURO DI KERATON KASUNANAN SURAKARTA BAGI PELAKU NGALAP BERKAH
- Abstract
-
Penelitian ini membahas mengenai pemahaman para pelaku ngalap berkah Kebo
Bule pada tradisi Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Keraton Kasunanan
Surakarta. Tradisi ini merupakan salah satu tradisi yang paling dinanti oleh
sebagian orang Jawa, karena dianggap membawa keberkahan dan perubahan
psikologis secara positif bagi para pelaku ngalap berkah. Penelitian menjelaskan
apa dan bagaimana dampak yang muncul dari kepercayaan mereka terhadap Kebo
Bule sebagai bagian utama dalam tradisi tersebut. Metode Penelitian yang
digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan
menggunakan teori Interpretatif Simbolik Clifford Geertz. Penelitian ini menelaah
bagaimana pengalaman langsung, keyakinan pribadi, dan konteks budaya
membentuk pemaknaan pelaku ngalap berkah terhadap Kebo Bule. Data
diperoleh melalui wawancara, observasi selama prosesi kirab, serta dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebo Bule dipahami sebagai simbol
Spiritual yang dimaknai sebagai keselamatan, ketenangan, dan keberkahan. Bagi
pelaku ngalap berkah, Kebo Bule menghadirkan ketenteraman batin, meredakan
kecemasan, serta menumbuhkan keyakinan dalam menghadapi persoalan hidup.
Selain itu, kirab turut memperkuat hubungan sosial antar pelaku ngalap berkah
dan menjaga keberlanjutan budaya Jawa. Namun, pemaknaan yang berlebihan
bagi para pelaku ngalap berkah dapat menimbulkan ketergantungan spiritual. -
This research examines the understanding of the 'ngalap berkah' participants
regarding Kebo Bule in the Kirab Pusaka tradition on the Night of Satu Suro at
the Keraton Kasunanan Surakarta. This tradition is one of the most anticipated
events for some Javanese people, as it is believed to bring blessings and positive
psychological changes for the 'ngalap berkah' participants. The study explains
what impacts arise from and how their belief in the albino buffalo, as a central
part of the tradition, manifests itself. The research method used is a qualitative
approach with a phenomenological method, employing Clifford Geertz's
Interpretive Symbolic theory. This research examines how direct experiences,
personal beliefs, and cultural context shape the meaning of Kebo Bule for the
'ngalap berkah' participants. Data were obtained through interviews, observation
during the parade procession, and documentation. The results show that Kebo
Bule is understood as a spiritual symbol, interpreted as representing safety,
peace, and blessings. For the 'ngalap berkah' participants, Kebo Bule brings
inner tranquility, alleviates anxiety, and fosters confidence in facing life's
challenges. Furthermore, the parade also strengthens social bonds among the
'ngalap berkah' participants and preserves Javanese cultural sustainability.
However, excessive attribution of meaning by the 'ngalap berkah' participants can
lead to spiritual dependency. - Kebo Bule, Satu Suro, Ngalap Berkah, Simbol Spiritual.
- Description
- Perpustakaan Pusat
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
- Media
-
Full Skripsi
Position: 382 (4 views)