ANALISIS KONTEN MEME ‘GARUDA BIRU’ SEBAGAI SIMBOL PERLAWANAN DI MEDIA SOSIAL X
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- DHIVA FADHILA KALZUM
- Title
- ANALISIS KONTEN MEME ‘GARUDA BIRU’ SEBAGAI SIMBOL PERLAWANAN DI MEDIA SOSIAL X
- Abstract
- Kemunculan viral meme Garuda Biru pada Agustus 2024 menggambarkan bagaimana sebuah artefak digital dapat mengalami pergeseran makna yang cepat dan dinamis, berevolusi dari visual analog-horror fiksi di YouTube menjadi simbol peringatan dan pada akhirnya bertransformasi menjadi bentuk perlawanan politik di platform media sosial X. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi ini terjadi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan makna meme tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang berlandaskan etnografi media sosial, penelitian ini mengintegrasikan analisis konten terhadap tweet, retweet, komentar, dan berbagai iterasi meme ‘Garuda Biru’, observasi partisipatif terhadap interaksi pengguna, serta wawancara mendalam dengan pengguna X yang aktif dalam membagikan dan menafsirkan ulang meme tersebut. Analisis dibingkai melalui Teori Media Baru Lev Manovich—khususnya prinsip representasi numerik, modularitas, otomatisasi, variabilitas, dan transcoding—yang memberikan pemahaman tentang bagaimana objek digital dimodifikasi, direproduksi, dan dimaknai ulang dalam lingkungan daring partisipatif. Temuan menunjukkan bahwa Garuda Biru memperluas fungsinya dari sekadar simbol fiksi menjadi ekspresi kolektif atas kecemasan publik terhadap perkembangan politik, terutama terkait keputusan kontroversial Mahkamah Konstitusi, revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah, serta meningkatnya ketidakpercayaan terhadap institusi negara. Pergeseran ini dibentuk oleh budaya digital partisipatif, kreativitas pengguna, serta peran mekanisme algoritmik X—seperti retweet dan topik tren—yang mempercepat sirkulasi konten. Meme tersebut kemudian berfungsi sebagai medium kritik sosial yang efektif, alat untuk membangun solidaritas digital, serta ruang artikulasi politik di kalangan generasi muda yang lebih memilih mengekspresikan sikap politik melalui humor, satire, dan simbol visual dibandingkan melalui saluran politik formal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa budaya meme telah melampaui fungsi hiburan dan menjadi komponen penting dalam membentuk wacana politik digital serta menegosiasikan makna budaya dalam masyarakat kontemporer. Garuda Biru dengan demikian menjadi contoh kuat bagaimana simbol digital dapat bertransformasi menjadi instrumen perlawanan simbolik yang memengaruhi dinamika komunikasi dan politik dalam lanskap media baru.
-
The viral emergence of the Garuda Biru meme in August 2024 illustrates how a
digital artifact can undergo rapid and dynamic shifts in meaning, evolving from a
fictional analog-horror visual on YouTube into a warning symbol and ultimately
transforming into a form of political resistance on the social media platform X.
This study aims to analyze how this transformation occurred and identify the
factors that influenced the shifting meaning of the meme. Employing a qualitative
approach grounded in social media ethnography, this research integrates content
analysis of tweets, retweets, comments, and various iterations of the ‘Garuda
Biru’ meme, participatory observation of user interactions, and in-depth
interviews with X users who actively engage in sharing and reinterpreting the
meme. The analysis is framed through Lev Manovich’s New Media Theory—
particularly the principles of numerical representation, modularity, automation,
variability, and transcoding—which provides an understanding of how digital
objects are modified, reproduced, and re-signified within participatory online
environments. The findings reveal that Garuda Biru expanded its function from
merely a fictional symbol to a collective expression of public anxiety toward
political developments, especially surrounding the Constitutional Court’s
controversial decision, the revision of the Regional Election Law, and growing
distrust in state institutions. This shift was shaped by participatory digital culture,
user creativity, and the role of X’s algorithmic mechanisms—such as retweets and
trending topics—that accelerate content circulation. The meme subsequently
served as an effective medium of social critique, a tool for fostering digital
solidarity, and a space for political articulation among younger generations who
prefer expressing political stances through humor, satire, and visual symbolism
rather than formal political channels. Overall, the research demonstrates that
meme culture has moved beyond entertainment to become a crucial component in
shaping digital political discourse and negotiating cultural meaning in
contemporary society. Garuda Biru thus stands as a compelling example of how
digital symbols can transform into instruments of symbolic resistance that
influence communicative and political dynamics within the landscape of new
media. - Garuda Biru, meme politik, media sosial X, budaya digital, teori media baru.
- Description
- Perpustakaan Pusat
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
- Media
-
Full Skripsi
Position: 388 (3 views)