PEMAKNAAN KAFE SEBAGAI ZONA PRIVASI YANG NYAMAN BAGI KAUM GAY PADA KAFE “N” DI KOTA BANDUNG
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- AFINA HARASHTA ANINDITA
- Title
- PEMAKNAAN KAFE SEBAGAI ZONA PRIVASI YANG NYAMAN BAGI KAUM GAY PADA KAFE “N” DI KOTA BANDUNG
- Abstract
-
Penelitian ini mengkaji peran ruang aman bagi kaum gay dalam Masyarakat
heteronormatif di Indonesia, dengan fokus pada kafe “N” di Kota Bandung.
Terdapat kesenjangan literatur mengenai bagaimana ruang komersial dimaknai
sebagai ruang aman oleh kaum gay dalam konteks urban Indonesia. Penelitian
kualitatif ini menggunakan metodologi etnografi dan teori interpretasi budaya
Clifford Geertz dan terdiri dari sembilan informan kaum gay usia 18 hingga 24
tahun, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kaum gay memandang kafe “N” sebagai ruang
untuk menunjukkan identitas gender dan orientasi seksual mereka tanpa takut akan
stigma negatif atau diskriminasi. Rasa aman dan nyaman terbentuk melalui
tampilan simbol identitas, layanan non-diskriminatif, pengunjung yang toleran, dan
suasana yang inklusif. Ruang aman seperti kafe “N” berperan penting mengurangi
minority stress, membangun jaringan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan
mental kaum gay. Penelitian juga mengungkap kontradiksi makna “aman” antara
laki-laki heteroseksual dan laki-laki gay dalam ruang yang sama, menggambarkan
ketegangan antara norma heternormatif dan kebutuhan komunitas minoritas
seksual. -
This research looks at the role of safe spaces for gay men in heteronormative
Indonesian society, focusing on Café “N” in Bandung City. There is a gap in the
literature on gay men’s perceptions of commercial spaces as safe spaces in urban
Indonesia. The qualitative research uses ethnographic methods and Clifford
Geertz’s cultural interpretation theory, with nine gay male informants aged 18 to
24 years. Data was gathered through observation, interviews, and documentation.
Finding the research revealed that gay men feel safe, no stigma or discrimination
to represent the fact that their gender identity and sexual orientation do exist at
café “N”. Safety and comfort are established through visibility of identity symbol,
non-discriminatory service, tolerant visitors, and an inclusive atmosphere. Safe
spaces like café “N” are important for reducing minority stress, social networks
develop, and gay men’s mental health is enchanced. The research also highlights
contradictions in what it means to be “safe” between men in the space with
heterosexual men and gay men as well as between heteronormative norms and
sexual minority community needs. - Ruang Aman, Kaum Gay, Identitas Gender
- Description
- Peprustakaan Pusat
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
- Media
-
Full Skripsi
Position: 388 (3 views)