KOMODIFIKASI TAWUH AIR BEJI PADA TRADISI RUWAHAN DI DESA CANDINGASINAN,KABUPATEN PURWOREJO
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- AYUNING DIAH TRI HAPSARI
- Title
-
KOMODIFIKASI TAWUH AIR BEJI PADA TRADISI
RUWAHAN DI DESA CANDINGASINAN,KABUPATEN PURWOREJO - Description
-
Penelitian ini membaha tentang komodifikasi tawuh air beji pada tradisi ruwahan
di Desa Candingasinan, Kabupaten purworejo. Tradisi Ruwahan adalah kebiasaan
dari masyarakat Dusun Candi yang rutin dilaksanakan. Terdapat 3 Beji di Dusun
Candi, yang dipakai Hanya dua yaitu Beji untuk lanang (laki-laki) dan wedok
(perempuan) karena satu lagi mata air yang dipercaya untuk pengobatan. Landasan
teori yang digunakan adalah teori komodifikasi Karl Marx dengan menggunakan
metode penelitian kualitatif deskriptif dan Teknik pengumpulan data melalui studi
Pustaka, observasi, wawancara dan dokumendasi. Hasil penelitian mengemukakan
bahwa sesepuh dan juru kunci berkolaborasi dengan RT, Rw karang taruna dan
masyarakat setempat untuk terlibat dalan proses komodifikasi. komodifikasi yang
dilaksanakan bertujuan agar masyarakat terhindar dari mara bahaya dan untuk
pelestarian budaya serta beradaptasi dengan perkembangan zaman. Strategi yang
harus dilakukan dalam bentuk komodifikasi adalah menjadikan wisata religi dan
berpotensi besar untuk kebutuhan finansial. -
This study discusses the commodification of tawuh air beji in the ruwahan tradition
in Candingasinan Village, Purworejo Regency. The Ruwahan tradition is a habit
of the Candi Hamlet community that is routinely carried out. There are 3 Beji in
Candi Hamlet, only two are used, namely Beji for lanang (men) and wedok (women)
because another spring is believed to be for healing. The theoretical basis used is
Karl Marx's commodification theory using descriptive qualitative research methods
and data collection techniques through library studies, observations, interviews
and documentation. The results of the study suggest that elders and caretakers
collaborate with RT, RW, Karang Taruna and the local community to be involved
in the commodification process. The commodification carried out aims to prevent
the community from danger and to preserve culture and adapt to the times. The
strategy that must be carried out in the form of commodification is to make religious
tourism and have great potential for financial needs. - Kebiasaan, Komodifikasi, Tradisi Lisan, Tradisi Ruwahan
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 170 (7 views)