FENOMENA CULTURE LAG MAHASISWA BUNGBULANG GARUT TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- ARRIVAL NUGRAHA SETIAWAN
- Title
- FENOMENA CULTURE LAG MAHASISWA BUNGBULANG GARUT TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL
- Description
- Perkembangan teknologi yang pesat sering kali diikuti oleh keterlambatan penerimaan kemajuan tersebut oleh masyarakat. Fenomena ini dapat dijelaskan dengan konsep culture lag, di mana aspek-aspek kebudayaan dari perkembangan teknologi terlambat diadaptasi oleh penggunanya baik individu maupun masyarakat. Sebagai dampaknya, masyarakat yang mengalami fenomena culture lag ini akan terlambat dalam beradaptasi terhadap kemajuan teknologi. Hal ini terjadi karena banyak faktor, terutama kendala akses informasi dan komunikasi yang terbatas dalam inovasi teknologi, sehingga pengetahuan tentang teknologi baru tidak segera tersampaikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang fokus pada pengamatan yang mendalam. Oleh karenanya, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian dapat menghasilkan kajian atas suatu fenomena yang lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa culture lag yang melanda mahasiswa Bungbulang Garut dari teknologi digital terjadi diakibatkan oleh gagap teknologi, kondisi ekonomi, frekuensi mengakses internet, tingkat keahlian, kurangnya relasi sosial dengan pengguna teknologi dan menambah pengetahuan tentang teknologi (pendidikan non formal). Adapun kendala kendala yang menjadi latar belakang mereka mengalami culture lag sebagai mahasiswa di perguruan tinggi meliputi kendala fasilitas piranti digital, kendala jaringan, kendala dalam akses dan upload data. Hasil temuan terakhir ditemukan kondisi yang berbeda diantara mahasiswa Bungbulang dalam kecepatan pemahaman teknologi digital yaitu ada yang cepat paham, ada yang bisa paham melalui relasi sosial dan ada yang sulit paham karena terlalu banyak kendala yang dialaminya. Adapun dalam tingkat keahlian menggunakan teknologi digital perbedaan yang tampak adalah mahasiswa yang sering menggunakan teknologi digital (mengetik, membuat powerpoint, game, konten kreator dan edit video, livestreaming) lebih tinggi keahliannya dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya menggunakan teknologi digital untuk kebutuhan primer saja (mengetik, membuat powerpoint dan mengirim email atau Whatssapp)
- Rapid technological developments are often followed by delays in acceptance of these advances by society. This phenomenon can be explained by the concept of culture lag, where cultural aspects of technological developments are late in being adapted by users, both individuals and society. As a result, people who experience this culture lag phenomenon will be late in adapting to technological advances. This happens due to many factors, especially limited access to information and communication in technological innovation, so that knowledge about new technology is not immediately conveyed. This study used qualitative research methods. The qualitative method is a method that focuses on in-depth observation. Therefore, the use of qualitative methods in research can produce a more comprehensive study of a phenomenon. The research results showed that the culture lag that hit Bungbulang Garut students from digital technology was caused by technological failure, economic conditions, frequency of accessing the internet, level of expertise, lack of social relations with technology users and increasing knowledge about technology (non-formal education). The obstacles behind them experiencing culture lag as students in higher education include digital device facility problems, network problems, problems in accessing and uploading data. The latest findings found different conditions among Bungbulang students in the speed of understanding digital technology, namely some were quick to understand, some were able to understand through social relations and some were difficult to understand because they experienced too many obstacles. As for the level of expertise in using digital technology, the visible difference is that students who often use digital technology (typing, creating powerpoints, games, content creation and video editing, livestreaming) have higher skills compared to students who only use digital technology for primary needs (typing). Create powerpoint and send email or Whatssapp).
- Culture lag, Mahasiswa Perantau, Teknologi Digital
- Date
- 2025
- Has Part
- antropologibudaya
Position: 289 (3 views)