KARUSAKANG : FENOMENA KERUSAKAN ALAM DALAM PENCIPTAAN MUSIK BERGENRE JAZZ FUSION
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- Aris Ardiansyah
- Title
-
KARUSAKANG : FENOMENA KERUSAKAN ALAM DALAM
PENCIPTAAN MUSIK BERGENRE JAZZ FUSION - PENCIPTAAN
- Description
-
Karya musik Karusakang merupakan sebuah karya penciptaan seni
pertunjukan musik yang bermula dari kegelisahan atas fenomena deteriorasi atau
penurunan mutu lingkungan akibat dari kehidupan modern yang mengubah lanskap
alami yang telah dirawat oleh masyarakat adat dan diekspresikan ke dalam bentuk
karya seni. Transformasi atas fenomena kerusakan alam ke dalam komposisi musik
Karusakang melibatkan dua estetika musik, yakni musik tradisional Bali sebagai
representasi musik etnik dan jazz fusion sebagai representasi musik modern.
Konsep dasar Karusakang berlandaskan pada gagasan memadukan jazz fusion
dengan pola permainan interlocking atau kotekan yang menjadi elemen penting
pada beragam jenis musik tradisional Bali. Struktur karya Karusakang
menggunakan alur tiga babak yang mempertunjukkan suasana dramatik atas
fenomena kerusakan alam yang tengah terjadi. Perpaduan antara permainan
komunal pada kotekan dengan permainan individual pada jazz fusion mengantar
pada situasi disharmonis sebagai suatu metafor dari fenomena deteriorasi alam
beserta dampaknya pada pola kehidupan manusia. Ekspresi musikal yang suram
pada babak terakhir dari komposisi ini menjadi sintesa atas fenomena kerusakan
alam yang telah terjadi sebagai hasil dari implementasi suatu fenomena kerusakan
alam di Bali, yang bertujuan untuk menimbulkan kesadaran pendengarnya akan
kepedulian terhadap lingkungan. -
The musical work Karusakang is a creation of performing arts that arises
from the anxiety over the phenomenon of environmental deterioration or decline in
quality due to modern life, which alters the natural landscapes that have been
nurtured by indigenous communities and expressed in the form of artistic works.
The transformation of the phenomenon of environmental damage into the mussical
composition of Karusakang involves two musical aesthetics: Balinese traditional
music as a representation of ethnic music and jazz fusion as a representation of
modern music. The fundamental concept of Karusakang is based on the idea of
fusing jazz music with interlocking patterns, or kotekan, as an essential element in
various forms of traditional Balinese musicThe structure of Karusakang employs
a three-act dramatic plot that perform the dramatic atmosphere surrounding the
phenomenon of environmental degradation. The combination between the
communal skill in performing kotekan and individual skill in jazz fusion leads to a
disharmonious situation, becomes a metaphor for the deterioration of nature and its
impact on human life patterns. The somber musical expression in the final act of
this composition synthesizes the phenomenon of environmental destruction that has
taken place as a result of the implementation of a phenomenon of natural destruction
in Bali, which aims to raise listeners' awareness of concern for nature. - Date
- 2025
- Has Part
- pascasarjana
Position: 216 (5 views)