FRAGMEN MEMORI: KOPI SEBAGAI MEDIA EKSPRESI DALAM KARYA SENI LUKIS ABSTRAK
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- RISHA AFISKA NABILLA
- Title
- FRAGMEN MEMORI: KOPI SEBAGAI MEDIA EKSPRESI DALAM KARYA SENI LUKIS ABSTRAK
- PENCIPTAAN
- Description
- Seni rupa kontemporer telah berkembang menjadi medium ekspresi yang tidak hanya merepresentasikan bentuk visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman batin, refleksi personal, dan pencarian makna melalui pendekatan yang intuitif dan konseptual. Dalam perkembangan tersebut, seni lukis abstrak menempati posisi penting sebagai ruang pengolahan emosi yang tidak terikat pada bentuk representasional. Gagasan yang tidak terucapkan secara verbal, termasuk memori dan trauma personal, dapat diekspresikan melalui warna, tekstur, dan struktur visual yang terbuka terhadap interpretasi. Karya ini mengangkat tema memori sebagai pengalaman psikologis yang bersifat personal dan fragmentaris. Melalui pendekatan seni lukis abstrak, pengkarya merepresentasikan fragmen-fragmen ingatan dalam bentuk nonfiguratif yang diolah menggunakan medium kopi. Pemilihan kopi tidak hanya didasarkan pada karakter visualnya yang khas, tetapi juga karena sifat simboliknya sebagai jejak cairan yang menyerap, mengering, dan meninggalkan residu, layaknya kenangan dalam kesadaran manusia. Proses penciptaan dilakukan secara intuitif melalui teknik pouring, dripping, dan layering, menghasilkan bentuk-bentuk organis dan spontan. Setiap fragmen karya menyimpan lapisan emosi yang berbeda dan disusun dalam struktur 1:1, menciptakan narasi visual yang menyampaikan transisi perasaan dari kegelisahan, tekanan, hingga kontemplasi. Pendekatan ini dikaji melalui konsep trace dari Jacques Derrida yang menyatakan bahwa jejak dari sesuatu yang telah berlalu tetap aktif membentuk makna. Warna-warna kopi yang bersifat earthy juga diperkuat melalui teori warna dari David Hornung yang menghubungkannya dengan kesan waktu dan nostalgia. Selain itu, teori seni sebagai bentuk pemulihan emosional dari Menurut Malchiodi (2007) praktik artistik dapat menjadi sarana reflektif untuk memproses pengalaman batin. Karya ini tidak hanya menjadi representasi visual dari memori, tetapi juga menjadi ruang penyembuhan personal, eksplorasi medium non-tradisional, dan upaya pengarsipan emosi melalui bentuk yang tak terikat oleh figur. Medium kopi menjadi metafora yang menyatu dengan proses, bentuk, dan warna mengubah setiap fragmen menjadi bagian dari kesadaran yang terpecah namun saling terhubung.
- Contemporary visual art has evolved into a medium of expression that not only represents visual forms but also presents inner experiences, personal reflections, and the search for meaning through intuitive and conceptual approaches. In this development, abstract painting holds a significant position as a space for emotional processing that is not bound to representational forms. Ideas that are inexpressible through words including personal memories and traumas can be conveyed through color, texture, and visual structures that remain open to interpretation. This work explores memory as a psychological experience that is personal and fragmentary. Through an abstract painting approach, the artist represents memory fragments in non-figurative forms using coffee as the primary medium. Coffee was chosen not only for its distinctive visual characteristics but also for its symbolic nature as a liquid that absorbs, dries, and leaves behind traces, much like memories within human consciousness.The creative process was carried out intuitively through pouring, dripping, and layering techniques, resulting in organic and spontaneous forms. Each artwork fragment contains different layers of emotion and is arranged in a 1:1 structure, creating a visual narrative that conveys the transition of feelings from restlessness and pressure to contemplation. This approach is examined through Jacques Derrida’s concept of trace, which posits that the remnants of what has passed remain active in shaping meaning. The earthy tones of coffee are reinforced through David Hornung’s color theory, which links color with perceptions of time and nostalgia. In addition, Malchiodi’s theory (2007} on art as a form of emotional healing demonstrates that artistic practice can serve as a reflective medium to process inner experiences. This work serves not only as a visual representation of memory but also as a space for personal healing, an exploration of non-traditional media, and an attempt to archive emotion through forms that are unbound by figuration. Coffee becomes a metaphor that merges with process, form, and color transforming each fragment into part of a fractured yet interconnected consciousness.
- Seni Rupa, Memori , Kopi, Jejak, Seni Lukis Abstrak
- Date
- 2025
- Has Part
- senirupamurni
Position: 116 (9 views)