PERUBAHAN VISUAL BARONGAN DALAM KESENIAN KUDA LUMPING DI DESA SUMBERSARI KABUPATEN BANDUNG
- Rights Holder
- ISBI
- Creator
- DHIYA UL HAQI ROHMAN
- Title
- PERUBAHAN VISUAL BARONGAN DALAM KESENIAN KUDA LUMPING DI DESA SUMBERSARI KABUPATEN BANDUNG
- PENGKAJIAN
- Description
- Kesenian Kuda lumping mengandung beberapa unsur seni, diantaranya yaitu seni musik, seni tari, serta seni rupa yang dipadukan menjadi sebuah seni pertunjukan. Kesenian Kuda lumping memiliki berbagai macam bentuk khas di setiap daerahnya masing-masing. Saat ini kesenian Kuda lumping yang berada di Desa Sumbersari Kabupaten Bandung telah menjadi kesenian yang berfungsi sebagai media perayaan atau hiburan masyarakat, meskipun tetap mempertahankan nilai-nilai sakral dan tradisi. Objek penelitian ini merujuk pada perubahan visual yang terdapat dalam salah satu instrumen kesenian Kuda lumping, yaitu Barongan, pada kelompok Kuda lumping yang terletak di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Trans-estetika, dalam memaparkan transformasi atau transisi pada visual Barongan dari bentuk asalnya. Transestetika pada Barongan di interpretasikan melalui berbagai perubahan dan percampuran kandungan estetik dan simboliknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini memaparkan data mengenai bagaimana Barongan dalam kesenian Kuda lumping di Desa Sumbersari Kabupaten Bandung, Mengalami transisi perubahan dari bentuk asalnya yang bersumber pada Bangbarongan Reak dan BengBerokan. Perubahan visual tersebut dilatar belakangi oleh adanya pergeseran fungsi sakral menjadi profan, serta tradisi yang digantikan oleh kreasi dan inovasi.
- The art of Kuda lumping contains several elements of art, including music, dance, and visual arts that are combined into a performance art. The art of Kuda lumping has a variety of distinctive forms in each region. Currently, the art of lumping horse in Sumbersari village, Bandung regency has become an art that functions as a medium of celebration or community entertainment, although it still maintains sacred values and traditions. The object of this research refers to the visual changes contained in one of the instruments of the lumping horse art, namely Barongan, in the lumping horse group located in Sumbersari village, Ciparay sub-district, Bandung district, West Java. This research uses a Trans-aesthetic approach, in describing the transformation or transition in the Barongan visual from its original form. Trans-aesthetics in Barongan is interpreted through various changes and mixtures of aesthetic and symbolic content. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. The results of this study present data on how Barongan in the art of Kuda lumping in Sumbersari village, Bandung regency, undergoes a transition of change from its original form which is sourced from Bangbarongan Reak and BengBerokan. The visual changes are motivated by the shift from sacred to profane functions, as well as traditions that are replaced by creations and innovations.
- Kuda lumping, Barongan, perubahan
- Date
- 2025
- Has Part
- senirupamurni
Position: 144 (8 views)